
Flashback Sebelum Bertemu Ellora.
Zaman Kuno.
Malam itu sebelum tidur Putri Bella tiba-tiba ingin sekali bernyanyi, di pikirannya langsung terlintas sebuah nyanyian.
πΆπ΅πΆπ΅πΆ
Tiap malam dalam mimpiku.
Ku melihatmu, ku merasakanmu.
Begitulah cara aku tahu kau bertahan.
Meskipun jauh jarak.
Dan ruang diantara kita.
Kau telah datang tuk tunjukkan kau bertahan.
Dekat, jauh,di manapun kau berada.
Ku percaya hati ini akan bertahan.
Sekali lagi kau membuka pintu.
Dan kau ada disini di dalam hatiku.
Dan hatiku akan terus bertahan.
Cinta bisa menyentuh kita sekali.
Dan abadi untuk selamanya.
Dan jangan pernah melepaskannya sampai kita mati.
Cinta adalah ketika aku mencintaimu.
Saat aku benar-benar bersamamu.
__ADS_1
Dalam hidupku kita akan selalu bertahan
πΆπ΅πΆπ΅πΆ
Putri Bella menyanyikan nya dengan suaranya yang merdu seperti Ibunya, ternyata yang dinyanyikannya adalah nyanyian dari Ellora untuk Everald saat malam pernikahan mereka yaitu My Heart Will Go On by Celine Dion.
Ketika Putri Bella masih bernyanyi, tiba-tiba pintu kamarnya terbuka dengan keras. Ia menengok ke arah pintu, seorang lelaki kurus dan terlihat penuh dengan brewok menerobos masuk. Karena Putri Bella selama 7 bulan ini tak pernah bertemu Ayahnya, dia sama sekali tak mengenali lelaki yang sekarang ada di hadapannya, "Arghhttt!"
Zette kamarnya berada di sebelah, ia langsung berlari datang saat mendengar jeritan Putri Bella. Seketika Zette mematung melihat Raja Everald sedang berdiri dan menatap Putri Bella yang memang wajahnya mirip sekali dengan Ellora kuno, rambut panjang Putri Bella berwarna merah sepinggang dengan mata hijau zamrud terang.
Everald seketika terisak lalu maju memeluk Putrinya, "Sayang, kamu kembali, kamu kembali. Aku percaya kamu memang akan kembali karena kamu mencintaiku. Iya kan sayang! Aku merindukanmu... jangan tinggalkan aku lagi..." racaunya seraya menangis memeluk Putri Bella.
Tubuh Putri Bella gemetar semakin ketakutan, dia menangis menatap Zette.
Zette tak tega melihat Putri Bella, ia mencoba menarik tubuh Raja Everald. "Paduka... lepaskan ! Dia bukan istrimu, dia adalah anakmu. Cepat lepaskan, putrimu ketakutan!"
Tapi Everald masih bergeming dan terus memeluk tubuh Putrinya seraya berbicara dengan kacau, akhirnya Zette menarik paksa dengan sekuat tenaga. Pelukan sang Raja dadi Putri pun terlepas tapi Raja Everald meraung marah.
"Lepaskan! Tidak! Jangan pisahkan aku dari istriku. Jangan pergi sayang..." jerit marah Everald terdengar dan membuat semua penghuni Istana seketika terbangun.
Guru Chiron berlari masuk saat melihat situasi ia langsung membantu Zette menahan tubuh sang Raja. Semua pengawal ikut membantu lalu mereka membawa Raja Everald kembali ke kamarnya.
Di kamarnya Raja Everald masih memberontak akhirnya karena tidak ada jalan lagi, mereka mengikatnya kembali ke ranjang karena dia tak berhenti ingin berlari keluar.
Zette yang mengingat Putri Bella yang tadi ketakutan, ia langsung pergi menemuinya. Sebenarnya menurutnya perilaku Everald wajar saja, karena memang dia yang setiap hari bersama Putri Bella pun terkadang masih terkejut karena Putri Bella hari demi hari tumbuh semakin mirip dengan Ibunya Ellora kuno dengan rambut merah dan mata hijaunya.
"Huhuhuhu..." masih terdengar tangisan dari Putri Bella.
"Ya ampun, kamu tuh masih saja cengeng. Lihat badan mu sekarang sudah besar, STOP it!" ucap Pangeran Regan pada saudarinya.
"Tapi, lelaki tadi menakutkan sekali! Aku benar-benar ketakutan. Dan kamu pergilah! You can only tease me!" Putri yang masih menangis akhirnya kesal pada saudara kembarnya.
"Pangeran Regan, saudarimu sedang ketakutan. Kamu pergilah dulu, biar aku yang menenangkannya," akhirnya Zette menengahi perdebatan mereka berdua seperti biasanya.
Pangeran Regan akhirnya pergi dengan wajah yang seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Shhhh sayang, dengar. Lelaki tadi adalah Ayah kandungmu, dia Raja kami. Tapi karena dia kehilangan Ibumu, dia menjadi seperti itu. Kamu tau kedua orang tuamu adalah cinta sejati mereka tidak bisa terpisahkan. Kini Ayahmu menjadi seperti itu karena dia terpisah dengan Ibumu," jelas Zette.
"Benarkah ? Dia Ayahku dan juga sangat mencintai Ibuku yang sudah meninggal?" tanya Putri Bella yang masih penasaran dengan cerita kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Ya, teramat sangat mencintai Ibumu. Jadi kalau kamu bisa, kamu dan saudara kembarmu sekali-kali pergilah melihat Ayahmu. Ya, sayang."
"Baiklah, sebenarnya setelah Bella mulai bisa baca aku baca surat-surat yang Ibu tulis. Surat-surat itu ada di dalam kotak yang ditinggalkan Ibu untukku. Di sana Ibu menceritakan semuanya, kenapa Ibu harus pergi. Juga ada perkataannya agar kelak kami berdua jika sudah besar harus menjaga Ayah kami," kata Putri Bella.
"Benarkah?Jadi sekarang karena kalian berdua sudah besar, maukah menjaga Ayah kalian?"
"Tentu saja, karena ini juga keinginan Ibu. Baiklah, besok Bella akan bicara pada Regan," ucap gadis berwajah mirip Ibunya itu.
Zette mengangguk, ia lalu meninggalkan Putri Bella yang akhirnya bisa tertidur. Ia memikirkan banyak hal seraya berjalan menuju kamarnya.
Sebenarnya setiap Zette bersama Putri Bella, dia merasa tak tahan. Karena merasakan sosok Ellora pada diri sang Putri, jantung yang sudah mati ketika Ellora meninggal berdetak kembali. Ia selalu mengatakan pada dirinya sendiri bahwa dia adalah Baby Bella-nya, bayi kecil yang dari lahir dia peluk dan sudah seperti anaknya sendiri. Tapi hatinya tak bisa dibohongi, kini ia semakin kebingungan.
( Jadi mulai tumbuh rasa ya di hati Zette pada Baby Bella. Ups ! Putri Bella. Tenang ya, kan Putri Bella belum dikasih ramuan penghambat pertumbuhan, jadi nanti Zette gak akan jatuh cinta pada anak dibawah umur lagi π π ).
2 bulan sudah Putri Bella dan Pangeran Regan selalu mengunjugi Ayahnya tanpa menyerah, akhirnya mulai ada sedikit respon dari Ayah mereka. Saat itu tak sengaja Putri Bella terluka karena kejahilan Pangeran Regan ketika mereka berdua sedang mengunjungi Ayahnya itu.
"Tidak! Putriku. Sakitkah? Pangeran! Kenapa kamu menyakiti saudarimu!" tiba-tiba Everald berbicara lancar seperti orang normal.
Putri Bella dan Pangeran Regan pun saling memandang, mereka berdua tersenyum. Bahkan Putri Bella langsung memeluk Ayahnya dan menangis bahagia.
"Ayah, huhuhu... kamu akhirnya bicara Ayah, Ayah mengenalku?!" ucap Putri Bella menangis.
"Shhhh, sayang. Tentu saja, kamu Putriku yang paling cantik."
Kabar Raja Everald 'sembuh' pun tersebar di seluruh Istana dan semua orang bergembira. Tepat waktunya dengan kedatangan Penyihir Rhyannon yang juga membawa kabar gembira, akhirnya kegembiraan datang berlipat ganda.
Setelah Everald tersadar dan sudah semakin terlihat normal, tapi memang kondisi tubuhnya yang masih lemah dan kurus. Tapi semangat Everald sangatlah besar apalagi dengan datangnya Penyihir Rhyannon.
Akhirnya Penyihir Rhyannon mengumpulkan orang-orang seperti Guru Chiron dan lainnya.
Putri Bella dan Pangeran Regan yang juga sudah dijelaskan tentang masalah Roh ibu aslinya, tentu saja ikut semangat karena mereka juga tak sabar ingin segera bertemu.
Setelah Penyihir menjelaskan ada dua kemungkinan, yaitu membawa Ellora kesini tapi sangatlah sulit. Karena Ellora di zaman Modern sudah tidak punya benda ajaib, karena gelang Zamrud-nya pun sudah berada di tangan kedua anaknya. Ada lagi satu kemungkinan berhasilnya sangat besar yaitu seseorang dari sini pergi ke zaman Modern, dengan membawa gelang zamrud dan dipastikan akan bisa membawa Ellora kembali ke zaman kuno ini.
Tentu saja semua memutuskan dengan satu suara yang sama, mereka akan memakai cara kedua. Bahkan mereka serempak ingin ikut pergi ke sana langsung karena ingin segera bertemu dengan Ellora.
Akhirnya Penyihir mengijinkan,yang akan pergi adalah mereka berlima. Karena Guru Chiron harus menjaga Istana dan tentu saja Penyihir tidak bisa pergi ke dunia lain karena ada hukum alam semesta yang tak bisa dilanggar oleh seorang Penyihir.
( Akhirnya dari Zaman Kuno datang ke Zaman Modern. Hehe βοΈπ semangat Raja Everald dan rombongan, semoga kalian tidak kaget melihat Dunia Modern kami. Keep Fighting πͺ ).
__ADS_1
BERSAMBUNG........
---Like Komen Vote Gift Rate 5, Maacih β‘