Roh Wanita Modern Di Kerajaan Kuno

Roh Wanita Modern Di Kerajaan Kuno
Bab.35 WAR 1 ( Perebutan Tahta )


__ADS_3

Kastil Perdamaian.


Ellora sedang menyusui bayinya satu persatu karena mereka kelaparan, juga karena bayinya kembar, dia pun sedikit kerepotan. Untung saja dia dikelilingi oleh semua orang yang sayang padanya, dan siap siaga membantunya.


Baby Regan panggilan dari Aaron Regan yang artinya Raja Kecil, dia menangis terlebih dulu. Sekarang dia sedang disusui oleh Ellora dengan ditutupi kain untuk menutupi payudaranya.


Setelah tak berapa lama, Baby Bella panggilan dari Arabella Freya juga menangis, tapi Baby Regan masih tidak mau melepaskan ****** Ibunya. Akhirnya semua orang menggendongnya bergantian, agar Baby Bella tidak menangis lagi dan menunggu gilirannya disusui.


Penyihir Rhyannon yang terlebih dulu menggendongnya, kemudian Guru Chiron, seterusnya oleh ayahnya Everald. Tapi tetap saja baby Bella menangis, malah ketika digendong oleh Ayahnya tangisannya semakin kencang.


Akhirnya Everald menyerah dan memberikan Putrinya itu ke gendongan orang terakhir yang ada di ruangan itu yaitu Zette. Ajaibnya Baby Bella langsung terdiam dan malah tersenyum kepadanya, lalu mengajak tertawa kepada Zette. Semua orang sangat takjub, tentu saja yang lebih merasa takjub adalah Zette, dia pun segera membalas senyuman Baby Bella.


Orang yang merasa marah ketika melihat adegan ini, tentu saja adalah Everald. Dia sebagai ayahnya, merasa tak dihargai oleh Putrinya. Dia pun merajuk kepada istrinya, karena dia merasa sesuatu miliknya sudah dicuri dan diambil darinya.


( Baby Bella masih bayi kali ah Pangeran Everald, masa iya udah tau harga menghargai. Dasar pencemburu 😅 ).


"Lihat sayang...bagaimana kelakuan Putrimu. Aku yang ayahnya, tapi dia malah menangis di gendonganku. Sekarang Putrimu itu malah tersenyum dan tertawa pada lelaki jelek itu!". Everald benar-benar merajuk sambil menunjuk ke arah Zette.


"Baby, kamu kenapa masih merajuk seperti anak kecil. Kamu sudah menjadi seorang Ayah, kenapa anakmu yang baru lahir sudah kamu musuhi." Balas Ellora pada suaminya sambil menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak terima! Dia adalah anakku, tapi dia malah memilih lelaki lain untuk menggendongnya!." Everald masih tetap mengomel.


Akhirnya semua orang menertawakannya, karena memang benar Everald sudah menjadi seorang Ayah, tapi tetap masih bersikap seperti anak kecil, apalagi masih selalu manja pada istrinya.


Sedangkan Zette masih menggendong dan menimang dengan sayang Baby Bella, dirinya tidak terpengaruh perkataan dari Everald yang menyebutnya jelek. Karena sekarang wajahnya sudah tidak mempunyai bekas luka lagi, dirinya sudah diberi ramuan penyembuh oleh penyihir Rhyannon.


Zette malah tertawa karena Baby Bella terus tertawa padanya, Baby Bella bahkan mengambil jari telunjuknya, lalu mengemutnya dijadikan mainan.


Baby Regan akhirnya puas disusui Ibunya dan tertidur pulas, sekarang giliran Baby Bella.


"Sini! Berikan Putriku. Memang benar jika dulunya seorang pencuri, maka selamanya kamu akan mencuri! Lihat sekarang kamu mencuri Putriku!." Ucap Everald kesal sambil mendekati Zette untuk mengambil Putrinya.


Tapi sekali lagi Baby Bella malah menangis, bahkan dengan air mata di sudut matanya. Akhirnya sekarang Zette yang kesal dan membentak Everald.


"Lihat apa yang kamu lakukan! Putri kecil menangis lagi, dasar Ayah yang tak punya rasa peduli!." Bentaknya pada Everald.


Everald yang tak terima dibentak pun melotot pada Zette, karena menurutnya dia lah yang lebih berhak atas Putrinya. Dan Zette yang tak mau kalah darinya juga membalas dengan tatapan tajamnya, masih dengan menggendong Baby Bella.


Ellora merasa sudah tak tahan melihat persaingan mereka dan juga dia merasa Dejavu dengan keadaan mereka saat ini. Itu mengingatkannya ketika mereka dulu juga berkelakuan seperti sekarang, saat mereka pertama kali mereka bertemu. Akhirnya dia menggelengkan kepalanya, karena mereka melakukan hal yang sama pada dirinya dan putrinya.

__ADS_1


"Sudah Cukup! Kasihan Baby Bella, dia kehausan karena belum minum susu. Singkirkan dulu persaingan kalian, sekarang berikan Baby Bella padaku." ucap Ellora akhirnya mengakhiri perdebatan mereka berdua.


( Dulu Ibunya, sekarang Putrinya. Ya ampun rusuh banget ya Everald dan Zette 😑😅 ).


Setelah kedua Baby Twins tertidur, semua orang akhirnya kembali ke ruangan mereka masing-masing.


Everald segera menidurkan baby twins di ranjang kecil yang sudah disiapkan, lalu dia mengecup lembut pipi mereka. Dirinya akhirnya bisa mencium putrinya, saat sekarang putrinya sudah tertidur.


Kemudian dia menghampiri istrinya, yang sedang terbaring merasakan lelahnya sehabis melahirkan dan kehebohan kedua anaknya yang menyusui.


"Sekarang......waktunya tidurkan Baby Besar sayang." Ucap Everald bercanda pada istrinya.


"Baik, kemarilah. Aku akan dengan senang hati melayanimu, tapi mungkin aku akan langsung mati karena kelelahan!." balas Ellora dengan bercanda juga.


"Putri Ellora! Jaga mulutmu! Jangan bercanda dengan mengucapkan kematian, aku tidak suka!." Everald yang mendengar candaan istrinya merasa sangat marah.


"Baby......sshh, baiklah. Maafkan aku, aku tak sengaja mengatakannya, kemarilah peluk aku. Aku merasa lelah sekali." Rayu Ellora.


Akhirnya suaminya tak mempermasalahkannya lagi dan segera memeluknya. Tapi seketika dalam hatinya, dirinya sangat tidak tenang. Dia hanya mengucapkan kata mati saja, tapi reaksi suaminya sudah seperti itu, apalagi jika dirinya benar-benar meninggal.


***


Seminggu Kemudian......


Istana Prygia.


Setelah selesai Everald memasuki kamar kerja Raja yang sudah meninggal itu, dia memutar kunci ke lubang sebuah kotak kecil yang beberapa hari lalu Ayahnya berikan padanya.


Dia masih ingat perkataan Ayahnya, bahwa Ayahnya itu baru mengetahui perbuatan dari Ratu Letizya kepada Ibunya bertahun lalu. Ayahnya juga bilang padanya, kalau dia baru mengetahui perbuatan Ratu Letizya yang sejak dulu sedikit demi sedikit setiap hari memberikan racun kepadanya.


Kemudian Ayahnya yang akhirnya mengetahui perbuatan jahat Sang Ratu, dia memberikan kunci ini kepadanya. Ayahnya bilang jika dirinya membukanya, di sana terdapat benda yang selalu dimiliki oleh Raja turun temurun.


*


Sang Raja sebelum meninggal, secara lisan di hadapan semua orang yang hadir, menyerahkan Tahta-nya kepada Pangeran Ketiga Everald.


Tentu saja Ratu Letizya dan Putra Mahkota tidak terima, tapi karena sudah disaksikan semua orang akhirnya mereka berdua tidak bisa membantahnya.


Bahkan setelah kremasi Raja selesai, mereka berdua juga tak lupa mengajak istri Putra Mahkota dan para pengikutnya di Istana, untuk mengikuti mereka pergi keluar dari Istana.

__ADS_1


Ratu Letizya dan Putra Mahkota serta para pengikutnya, langsung pergi ke Kastil Klan Icarus. sedangkan Putri Deena segera pergi ke Kerajaannya, untuk segera mengumpulkan pasukan dan bergabung dengan suaminya dan Ibu Mertuanya.


***


Kastil Perdamaian.


Ellora yang baru saja menidurkan kedua bayinya, mendengar jika suaminya masih berada di Istana karena secara lisan sudah ditunjuk oleh Ayahnya menjadi Raja. Otomatis sekarang suaminya sudah menjadi Raja yang belum resmi, berarti waktunya perang akan segera tiba.


Guru Chiron datang memberikan dua gelang kecil, yang adalah hasil peleburan dari gelang Ellora pemberian suaminya.


Ellora meminta kepada Guru Chiron untuk menjadikan dua bagian gelang hijau Zamrud-nya. Dia akan memberikannya sebagai kenang-kenangan untuk kedua anaknya, tak lupa dirinya juga meminta agar kedua gelang dinamai sesuai nama panggilan mereka.


Sekarang gelangnya yang sudah menjadi dua gelang kecil, tapi keindahannya masih terlihat. Ellora mengelus kedua gelang kecil itu dan tak sengaja air matanya jatuh menerpa kedua gelangnya. Lalu secara ajaib air matanya meresap masuk ke dalam gelang.


Ellora yang tidak sadar pun masih menangis, hingga semua air matanya terus masuk meresap ke dalam kedua gelang kecil itu.


Setelah Ellora puas menangis dia menciumi kedua gelang tersebut, lalu memakaikannya ke pergelangan kedua anaknya. Dia berharap kelak kedua anaknya, akan selalu mengingatnya ketika melihat gelang ini.


***


4 Hari Kemudian......


Istana Prygia.


Genderang perang bergemuruh di setiap sudut Istana, semua persiapan berperang sudah dipersiapkan. Tiga hari lalu dari pihak Klan Icarus sudah mengibarkan bendera perang, hingga akhirnya Everald memanggil dan juga memindahkan semua yang berada di Kastil Perdamaian ke Istana.


Sekarang di Istana sedang bersiap menunggu serangan dari musuh dan untungnya saja masih ada yang berpihak padanya karena masih setia kepada Ayahnya.


Bahkan dari Kerajaan Akadia pun mengirimkan pasukan terbaiknya, untuk membantunya. Jika dihitung Everald sekarang memiliki pasukan yang berjumlah sekitar 200.000 pasukan, termasuk dari Kerajaan Akadia.


Sedangkan dari Klan Icarus, setelah ada bala bantuan pasukan dari Kerajaan Putri Deena. Sekarang jumlah dari pasukannya, hampir mendekati 150.000 pasukan.


Tapi Ratu Letizya merasa yakin akan memenangkan perang, meskipun pasukannya lebih sedikit dari Everald. Karena dia mempunyai kartu AS, untuk mengancam Pangeran Ketiga agar menyerah.


BERSAMBUNG.....


❤️ INFO dari Author nih ❤️


Tadinya Author mau bikin Tamat, tapi jika kalian masih suka. Author mungkin akan melanjutkan cerita ini ditambah dengan nantinya cerita dewasanya si Baby Twins. Tapi masih Author pikirin ya, mudah2an Author masih dapat banyak Ide-nya 💪❤️😘.

__ADS_1


Happy Reading, Readers-ku.......


Jangan lupa Like, Komen, juga Favorit ya.....


__ADS_2