
KERAJAAN PRYGIA
Keesokan paginya Putra Mahkota bersikap seperti maling yang sudah tertangkap basah ia sangat gelisah.
Lain lagi dengan Ellora yang bersikap biasa saja. Putra Mahkota akhirnya merasa lega, karena sepertinya Putri Ellora tidak mengenalinya karena kejadian semalam.
Putra Mahkota masih tetap tidak akan menyerah meskipun dia tau ternyata Putri Ellora memiliki ilmu bela diri, dia juga tak menyangkanya karena tidak ada dalam laporan dari informannya. Tapi meskipun begitu dia malah semakin terobsesi berkali lipat pada Putri Ellora, karena dia merasakan ada sebuah tantangan tersendiri untuknya.
***
KOTA ODISHA.
Ellora sedang di perjalanan menuju ke Kota Odisha, suaminya membawanya ke sana sesuai janjinya. Tentu saja Ellora sangat senang dan tak henti-hentinya sepanjang perjalanan dia bernyanyi lagu riang, Everald pun merasa ikut bahagia.
Saat sudah sampai Everald mengajak dulu istrinya ke rumah sewaan mereka, yang ternyata sekarang sudah menjadi milik mereka. Rumah itu sudah diberikan Ayahnya Raja Achilles, sebagai hadiah pernikahan karena Everald sendiri yang memintanya.
Perabotannya semua diganti yang baru, suaminya juga memberikan kejutan dengan semua ruangan penuh pas bunga berisi mawar merah kesukaannya, Ellora terus berjingkrak kesenangan karena rumah ini juga banyak sekali kenangan mereka dan tentu saja ia bisa menjadi dirinya sendiri disini.
Siang hari mereka mampir di toko Nyonya Heloise dan di beberapa toko lainnya, para pemilik toko tentu saja langsung memberi hormat karena mereka karena sudah tau bahwa Ellora seorang Putri. Apalagi saat ini mereka juga akhirnya tau bahwa Raven adalah Pangeran dari Kerajaan mereka, semua langsung bersujud memberi hormat.
"Sudah, sudah! Kami kesini bukan sebagai Pangeran dan Putri, tapi sebagai Ellora dan Raven yang kalian kenal. Jadi perlakukan kami seperti biasannya, kalau tidak kalian akan dihukum." Ucap Everald bercanda.
Mereka akhirnya melakukan perkataan sang Pangeran meskipun mereka agak canggung di awal pertama tapi lama kelamaan mereka berubah seperti dulu lagi saling bercanda.
Begitu juga dengan di pemukiman perkampungan, seperti hal nya di toko apalagi mereka sudah mengganggap Ellora 'Dewi' jadi sekarang mereka semakin memuja dan menghormatinya.
Tak selang berapa lama kabar kedatangan mereka tersebar, semua orang yang mengenalnya mendatanginya. Termasuk Zette dia juga ingin melihat Ellora dengan matanya sendiri, meskipun hatinya akan sakit tapi itu tak bisa mengalahkan rasa rindunya.
"Selamat! Untuk pernikahan Putri Ellora dan Pangeran Everald. Kami semua bersulang untuk Anda berdua." Ucap Zette seraya mengangkat gelas dan meminumnya.
Ya, Mereka langsung mengadakan Pesta dadakan di Pemukiman untuk merayakan Pernikahan Ellora dan Everald. Semua sangat bahagia kecuali Zette, semua orang bersorak pada Ellora.
"Nyanyi! Nyanyi! Nyanyi !." Sorak mereka semua.
"Baiklah, aku akan mempersembahkan nyanyian ini untuk kita semua! Untuk penyemangat Hidup kita!" Kata Ellora.
"Life Is Worth Living" : Justin Bieber.
πΆπ΅πΆπ΅πΆ
Berakhir di sebuah persimpangan.
Mencoba tuk cari tahu jalan mana yang harus di lalui.
Ini seperti terjebak di alat yang berlari di tempat.
Berlari di tempat yang sama.
Kau miliki bahaya, peringatan menyala sekarang.
Berharap seseorang kan memperlambat.
Berdoa tuk keajaiban.
Oh, tunjukan keagungan.
Miliki beberapa dolar dan tangki yang seperempat gas.
Dengan perjalanan panjang ke depan.
__ADS_1
Terlihat truk menepi.
Tuhan mengutus seseorang malaikat tuk membantumu keluar.
Dia memberi mu petunjuk.
Menunjukan cara tuk membaca peta.
Tuk perjalanan panjang ke depan.
Katakan itu belum berakhir.
Oh, bahkan di tengah-tengah keraguan.
πΆπ΅πΆ
Life is worth living.
Kehidupan yang layak hidup.
Life is worth living, so live another day.
Kehidupan yang layak hidup, jadi tinggal satu hari lagi.
The meaning of forgiveness.
Arti dari pengampunan.
People make mistakes, doesn't mean you have to give in.
Orang-orang membuat kesalahan, bukan berarti kau harus menyerah.
Kehidupan yang layak hidup kembali.
πΆπ΅πΆ
Apa yang kau dapatkan dari bayanganku.
Apakah perbedaan tanggapan.
Dari apa yang Dunia bisa melihat.
Mereka mencoba untuk menyalibkanku.
Aku tak sempurna, tak akan menyangkal.
Reputasi jalanku.
Maka aku bekerja lebih baik dari diriku.
πΆπ΅πΆπ΅πΆ
Saat Ellora mengakhiri nyanyiannya, gemuruh tepuk tangan terdengar.
Everald memeluknya, kemudian mencium istrinya di depan semua orang. Mereka bertepuk tangan sekali lagi dan bersorak mengatakan mereka pasangan romantis.
Semua orang menikmati malam mereka dengan bercanda, kemudian Ellora meminta ijin pada suaminya agar bisa berbicara dengan Zette.
Tadinya Everald menolaknya, tapi karena dia melihat mata istrinya seperti akan melahapnya hidup - hidup ia akhirnya menginjinkan.
__ADS_1
Ellora segera berjalan menghampiri Zette. "Hai Zette, bagaimana kabarmu dan kelompokmu?"
"Seperti yang anda lihat Putri," jawab Zette sopan dan segan.
"Hei! Ayolah. Bersikap biasalah padaku, aku disini sebagai Ellora bukan Putri. Dan di mataku derajat kita semua adalah sama! Tidak perlu ada penghormatan."
Degh! Degh! Degh!
Jantung Zette berdetak dengan sangat cepat. Jika kamu terus bersikap dan berbicara seperti Dewi, bagaimana aku bisa melepaskan dan melupakanmu? Kamu adalah wanita yang sangat luar biasa, Ellora. Ucap Zette dalam hatinya.
"Aku dengar saat aku pergi dari sini, kamu dan kelompok mu yang selalu membagikan makanan kesini untuk menggantikan ku," kata Ellora lagi.
"Kalian hebat, teruslah berbuat baik dimana pun, karena semuanya akan kembali kepada kalian nanti. Jika ada kebencian dan dendam di hatimu kepada para bangsawan maka lepaskanlah, balas lah mereka dengan kehebatan mu bukan dengan kejahatan mu." Lanjutnya.
"Baiklah! Mudah-mudahan kita akan bertemu lagi. Mungkin saja disaat itu kamu sudah menjadi orang hebat," ucap Ellora mengakhiri kata - katanya, dia berjalan pergi dari lelaki itu.
Zette mendengar perkataan dari sang Putri malah semakin mengaguminya, ia berjanji akan menjadi orang hebat seperti perkataan Elllora.
Setelah semua selesai Everald dan Ellora pun berpamitan, tidak lupa mereka membagikan makanan dan beberapa kantong koin emas dan perak. Kemudian Mereka berdua pulang ke rumah, sebelum besok pulang kembali ke Istana.
"Sayang, apa yang kamu bicarakan dengan lelaki mantan perampok itu? Aku memberikan mu kesempatan sekali, karena lain kali aku tidak akan mengijinkannya lagi. Paham?!" kesal Everald.
"Ayolah sayang, aku selamanya adalah milikmu. Jangan selalu cemburu," balas Ellora memutar bola matanya ke atas.
"Siapa bilang aku cemburu! Aku hanya tidak suka!" balas Everald membela diri.
"Oh. Kamu bilang tidak! Ckckck, ayolah... pada kelinci saja kamu cemburu! Dasar pria pencemburu." Ejek Ellora.
Everald terdiam tak mengatakan apapun lagi, karena semua perkataan istrinya memang lah benar.
Saat malam hari ketika Everald tertidur, ia tidur dengan sangat gelisah lalu tiba-tiba saja tangannya mencekik lehernya sendiri. "Akkkkk... akkkk..."
Ellora seketika terbangun, dia terkejut melihat suaminya sedang mencekik lehernya sendiri.
"Sayang, sayang... bangun! Kamu kenapa?! Lepaskan tanganmu!" Ellora berusaha menarik tangan suaminya dari lehernya.
Setelah beberapa lama berusaha, Ellora akhirnya berhasil, karena untung saja dia bisa bela diri jadi tenaganya sangatlah kuat.
Kedua mata Everald langsung terbuka, tubuhnya bergetar kesakitan hingga sulit untuk bernafas, Ellora memeluknya dan mengusap punggungnya agar suaminya tenang. "Sshh! Sayang. Sudah tidak apa-apa, aku disini. Jangan takut, aku ada bersamamu..."
***
Tempat Penyihir Zyir.
Ratu Letizya sedang bersama seorang penyihir wanita yang bernama Penyihir Zyir, mereka sedang melakukan ritual untuk membuat Pangeran Ketiga celaka. Terlihat Sang Penyihir menutup kedua matanya dan memfokuskan pikirannya dan mengucapkan mantra - mantra. Dan di dalam tangannya terlihat suatu benda, benda itu adalah Debu kematian yang disebut 'Gover Dust' . Benda sihir hitam yang sama, saat digunakan untuk membunuh Ratu lama yang sudah meninggal yaitu Ibu dari Pangeran Everald.
Penyihir Zyir
Tempat Sang Penyihir
Benda Sihir Hitam 'Gover Dust'
---Bersambung...
__ADS_1
---Like dan Komen, Rate 5 juga ya cuma untuk membuat Author lebih semangat πͺπ