
Suasana saat ini benar-benar sangat hening dan mencekam.
Mata Ellora masih berkeliling mencari keberadaan mereka yang menyerang, tapi dia masih tidak bisa menemukan mereka. Malah yang terlihat olehnya hanyalah gelimpangan tubuh para pengawal, yang tergeletak sudah tak bernyawa di atas tanah.
Ellora pun dengan perlahan merangkak keluar dari bawah kereta, matanya akhirnya melihat sebuah bayangan hitam di atas bambu besar.
Ellora dengan cepat mendekatinya, sambil mengambil salah satu pedang pengawal. Dia sedikit percaya diri, karena latihan pedangnya selama sebulan ini sudah naik hampir ke Level teratas, meskipun belum sempurna.
Ellora dengan kepercayaan dirinya untuk menghadapi mereka, akhirnya dia berlari dan langsung bergerak. Dia menebas salah satu bambu, yang diatasnya terdapat bayangan hitam tadi.
Saat bayangan hitam itu turun, Ellora melihatnya memakai sebuah pakaian serba hitam dan juga penutup kain di wajahnya. Dia hanya bisa melihat seputar mata dan telapak tangannya saja, juga terlihat pedang di belakang punggungnya.
"Ternyata benar dugaanku, yang menyerang adalah ninja!."
Ellora segera menyerang kembali dengan pedangnya, Ninja itu pun menarik pedangnya dan menyerangnya balik.
Mereka bertarung satu lawan satu, lalu selang tak berapa lama ketika Ellora sedang bertarung, terdengar juga gesekan pedang orang bertarung dari arah belakangnya.
Ellora sedikit melirik ke arah belakang dan ternyata suaminya sudah turun dari kereta kuda. Suaminya juga sedang bertarung dengan salah satu Ninja. Dia ingin mengatakan sesuatu agar suaminya itu kembali ke dalam dan berlindung, tapi dia tahu itu akan sia-sia saja.
Ellora akhirnya mendekati suaminya sambil bertarung, agar dirinya bisa melindunginya. Akhirnya punggung mereka berdua pun menempel.
"Pangeran Everald! Kamu sudah berani tidak mendengarkan perkataanku!." kata Ellora geram dan mengomeli suaminya.
"Lalu kamu tuan Putri! Sejak kapan kamu bisa bertarung memakai pedang?!." Balas Everald.
Mereka pun menghentikan obrolan mereka dan kembali bertarung, karena pihak lawan sudah menyerang lagi. Tak lama kemudian, datanglah Ninja yang lainnya. Sekarang mereka semua berjumlah 6 orang, karena ilmu bela diri mereka tinggi, jadi biasanya pembunuh bayaran hanya berjumlah sedikit.
Mereka satu persatu menyerang, Ellora dan Everald masih bertahan dan melawan mereka meskipun jumlah lawan mereka lebih banyak.
Akhirnya salah satu Ninja itu berhasil dikalahkan dengan luka tusukan di perutnya oleh Everald dan satu Ninja lagi kalah oleh Ellora dengan jurus andalannya yaitu Karate dan Jujitsu-nya.
Tinggal 4 Ninja lagi yang tersisa dan disaat Everald sedang melawan salah satu Ninja, tiba-tiba dari tangan seorang Ninja keluar sebuah pisau kecil senjata Ninja mengarah ke punggungnya.
__ADS_1
Ellora tak sengaja melihatnya, dia langsung berlari mendekati suaminya dan langsung menghadang pisaunya. Senjata itu pun mengenai pundak sebelah kanannya.
Ninja yang melihatnya terluka, langsung kembali menyerangnya dengan menggunakan pedangnya.
Ellora yang tangan kanannya sudah melemah karena terluka, dia memaksakan melawan Ninja itu dengan memegang pedang dengan tangan sebelah kirinya.
Sedangkan Everald yang tidak mengetahui istrinya terluka, masih berusaha melawan penyerangnya.
Karena Ellora memakai tangan sebelah kirinya, perlawanannya menjadi tak bisa maksimal. Dia pun tertusuk pedang lawan di perutnya, dia pun terjatuh dengan kesakitan lalu tergeletak di atas tanah.
Ninja yang melihat dia sudah tak berkutik, langsung mengangkat pedangnya tinggi. Dia akan menusukkan pedangnya lagi ke tubuh Ellora yang sedang tergeletak tak berdaya.
Tapi saat Ninja itu sedang mengangkat pedangnya tinggi, datanglah Burung Phoenix menerjang ke arahnya. Ninja itu menjerit kesakitan dan terjatuh dengan luka di tubuhnya.
Everald dan Ninja yang sedang bertarung pun menghentikan pertarungan mereka dan melihat ke arah suara jeritan, mereka sama-sama terkejut melihat keadaan di belakang mereka.
Saat Everald melihat keadaan istrinya sudah tergeletak berlumuran darah, dia langsung berlari menghampirinya. Dia segera mengangkat tubuh lemah istrinya, lalu mendekapnya.
Kemudian datanglah Zette dan para pasukan bayangan perdamaian, tapi sepertinya mereka terlambat datang karena Goddess mereka sudah tergeletak berlumuran darah. Mereka segera melawan Ninja yang masih tersisa.
Setelah mereka menghilang dan suasana menjadi tenang, sekarang mereka segera mendekati Ellora yang tergelak berlumuran darah. Gambaran yang saat ini semua orang lihat, sangat menyakiti mata mereka.
Bahkan tubuh Zette bergetar hebat, tangannya yang sedang memegang pedang tak kuat lagi menahan pedangnya sampai pedangnya pun terjatuh.
Sedangkan Everald yang terisak menangis, dia sedang berusaha menggunakan 'Sentuhan Ajaibnya' untuk menyembuhkan luka istrinya. Tapi bagaimanapun dia berusaha, darah yang keluar dari perut istrinya tak bisa berhenti.
Everald tidak menyerah dan terus menekankan tangannya, tapi bagaimanapun dia berusaha tetap tidak berhasil.
Ellora mengelus lembut pipi suaminya, dengan tangannya yang berlumuran darah. "Cukup sayang...aku tak..apa..apa...aku...bersyukur...kamu selamat....." Lirihnya menahan kesakitan.
"Tidak! Bertahanlah sayang. Jika kamu berani meninggalkanku lagi, aku akan mengikutimu kemanapun kamu pergi! Bahkan ke zaman-mu sekalipun! Jika memang harus, bahkan aku akan merangkak melewati neraka untuk menemukanmu. Jadi berjanjilah kamu akan bertahan, aku mohon....." Everald berteriak histeris, dia langsung mengangkat tubuh istrinya untuk membawanya pergi.
Zette yang melihat Everald mengangkat tubuh Ellora, segera tersadar. "Pangeran, tunggu. Saya tidak bisa menjelaskannya sekarang, tapi sebaiknya Anda membawa Putri dengan mengikuti saya."
__ADS_1
"Dengarkan dia sa...yang, kamu harus percaya pa....da...nya..." Ucapan terakhir Ellora sebelum akhirnya dia tak sadarkan diri.
"Tidakkkkkkk !!!" Everald menjerit melihat istrinya tak sadarkan diri.
Everald pun mengikuti permintaan istrinya untuk mengikuti Zette, meskipun dia belum bisa mengerti semua kejadian yang sedang terjadi. Dia membawa istrinya dan segera menaiki Burung Phoenix-nya. Kemudian para pasukan bayangan perdamaian pun mengikuti mereka kembali untuk pulang ke Kastil.
Disaat Burung Phoenix menurunkannya, dia masih sambil menggendong istrinya di pelukannya pun turun, Guru Chiron sudah berdiri menyambutnya.
Meskipun dirinya sangat penasaran, tapi itu tak sepenting nyawa istrinya. Guru Chiron pun juga tak mengatakan apapun padanya. Guru Chiron hanya berjalan dan mengajaknya masuk, lalu menyuruhnya membaringkan istrinya di atas ranjang.
Kemudian datanglah Penyihir Rhyannon, Guru Chiron menyuruh Everald untuk membiarkan Penyihir menyembuhkan Ellora.
Pertamanya Everald menolak karena tidak mempercayai Penyihir itu, tapi karena desakan dari Guru Chiron yang mengatakan sebelum semuanya terlambat, akhirnya dia mengijinkannya.
Penyihir Rhyannon pun membawa sebuah botol kecil yang di dalamnya berisi obat penyembuh, dia meminumkannya ke dalam mulut Ellora. Kemudian agar penyembuhannya sempurna, dia menahan tangannya di atas tubuh Ellora dan mengucapkan mantra.
Tak berapa lama nafas Ellora sedikit demi sedikit kembali terdengar, meskipun dia masih kesulitan untuk bernapas. Tapi kondisinya sudah melewati masa kritis dan tentu saja dia pasti bisa bertahan.
***
Kastil Klan Icarus.
Para Tetua dari Klan Icarus sedang memandangi orang-orang berpakaian hitam tertutup di depannya, ada juga yang tergeletak tak sadarkan diri.
Para Tetua juga sedang mendengarkan semua perkataan dari para Ninja ini ,yang mengatakan mereka gagal membunuh, tapi mereka berhasil melukai dengan sangat parah istri dari Pangeran Ketiga.
Para Tetua yang mendengar penjelasan dari mereka, sebenarnya sangat marah karena tidak berhasil membunuh, tapi mereka sedikit merasa puas mendengarnya terluka parah.
Mereka pun segera memberikan bayaran kepada para Ninja pembunuh bayaran itu, para Ninja itu pun memberitahu juga tentang masalah Burung yang melukai teman Ninja nya. Juga tentang para pasukan, yang mempunyai ilmu bela diri tinggi yang tiba-tiba datang menolong Pangeran Ketiga.
Para Tetua yang mendengarnya hanya terdiam dan setelah para Ninja pergi, para Tetua langsung mendiskusikannya.
BERSAMBUNG.......
__ADS_1
Like dan Komen 😘
🌹Happy Reading Readers-ku sayang🌹