Roh Wanita Modern Di Kerajaan Kuno

Roh Wanita Modern Di Kerajaan Kuno
Bab.37 Akhir Peperangan ( Perebutan Tahta )


__ADS_3

Medan Perang.


Semua orang masih menengadahkan kepalanya ke atas langit, kemudian mantan Ratu Letizya lah yang pertama kali bicara.


"Cepat putuskan, Tahtamu atau Istrimu?!" kata mantan Ratu.


"Penyihir Zyir, cepat keluarkan cermin portal dua dunia. Dan bersiaplah mengembalikan Roh nya !" ancaman sang Ratu terdengar kembali.


"Tidakkkkkkk !!" jerit Everald.


Ternyata Penyihir Zyir juga sudah mempunyai Cermin portal dua Dunia seperti kepunyaan Penyihir Rhyannon. Karena memang Cermin itu lah disaat portal terbuka, Roh Ellora datang ke Zaman Kuno ini.


Ellora sudah mengetahui keputusan suaminya, karena Everald pasti akan memilihnya. Ellora tidak akan membiarkannya, dia segera berkonsentrasi dan berkata dalam hatinya.


[ Tuan Rabbit, kemarilah bawa Guru Chiron ! Cepat terbang dengan Burung Phoenix secepatnya. Kemudian beritahu Zette agar bersiap bersama Ksatria lainnya untuk menahan tubuh suamiku, jika memang harus ikat tubuhnya. Kita tidak bisa membiarkannya menyerahkan Tahta ! ] Ucap Ellora dalam hati.


Si Tuan Rabbit yang sedang bersama Guru Chiron dan Penyihir Rhyannon di Istana pun mendengarnya, dengan segera dia memberitahu Penyihir dan Guru Chiron. Kemudian dia bersama Guru bergegas pergi menuju Medan perang bersama Burung Phoenix. Karena yang bisa bicara dengan si tuan Rabbit hanya penyihir dan Ellora. Sedangkan Kedua anak Ellora sekarang sedang bersama Penyihir.


Setelah sampai Burung Phoenix menurunkan Guru Chiron di belakang para pasukan, dengan secepatnya segera berlari menemui Zette agar mereka bisa menahan Everald agar tak bisa berbuat apapun. Mereka melakukan semua ini untuk kebaikan semuanya, sekarang mereka tau Everald sudah terdesak atas ancaman dari mantan Ratu Letizya.


Ellora melihat ke atas matahari yang sedikit lagi tertutup sempurna oleh bulan dan sepertinya memang sudah tiba waktunya, dia lalu mengucapkan sesuatu kepada suaminya dengan berteriak dari atas sambil tangannya sudah menggenggam belati miliknya tanpa sepengetahuan Penyihir.


"Suamiku, jadilah Raja yang dibanggakan rakyatnya. Ingatlah! Meskipun raga kita berpisah tapi jiwa kita akan bersatu dalam ikatan Abadi. Berjanjilah kamu akan kuat dan jagalah kedua anak kita. Aku Mencintaimu ! Selalu dan selamanya..." ucapnya dengan berurai air mata menatap suaminya.


Kemudian dia mengangkat belati di tangannya lalu menancapkan belati itu tepat ke jantungnya, seketika itu juga Penyihir Zyir terbakar dan mereka berdua terjatuh ke tanah. Karena Penyihir Zyir masih memegang Ellora, akhirnya ketika tubuh Penyihir Zyir terbakar tubuh Ellora pun ikut terbakar. Kemudian musnahlah sang Penyihir Zyir yang jahat, juga tubuh Ellora yang sekarang berubah menjadi Abu.

__ADS_1


Everald sejak awal mendengarkan istrinya mengatakan semua itu, langsung menjerit dan terus memberontak, tpi lelaki itu tidak bisa melawan kekuatan Zette dan yang lainnya. Mereka menahannya dengan sekuat tenaga,


Ketika dia melihat istrinya terbakar dan menjadi abu, dia meraung penuh kemarahan dengan suara menangis pilu.


Akhirnya setelah selesai, mereka melepaskan tubuh Everald yang terus memberontak itu.


Setelah terlepas tubuhnya langsung berjalan pelan menghampiri tempat istrinya terbakar, langkah kakinya lunglai diseret seperti seorang mayat hidup. Semua pasukannya termasuk pasukan perdamaian yang sudah mengenal sosok Ellora sebagai 'Dewi' pun semuanya menangis dalam diam melihat akhir dari Goddess mereka.


Begitu juga dengan mantan Putra Mahkota, keadaanya tak jauh berbeda dengan Everald. Bahkan karena dia tidak ada yang menahan, ketika melihat Ellora terjatuh dan ikut terbakar dia segera turun dari kudanya dan berlari ke sana. Tapi sayang semuanya sudah terlambat, karena saat dia sampai disana yanh tertinggal hanyalah abu sang Putri.


Ketika mantan Pangeran Mahkota meraung menangisi kematiannya, barulah datang Everald dengan tatapannya yang sudah kosong, lelaki itu hanya berjalan tertatih - tatih, saat sudah sampai dia langsung terjatuh lunglai di hadapan abu istrinya.


Everald seakan seperti orang gila meraup raup semua abu istrinya dan meraung dengan jeritannya yang sangat menyayat hati yang mendengarnya. Semua orang sedang melihat Kedua lelaki yang sudah seperti orang gila yang meratapi kesedihannya karena seorang wanita.


"Tidakkkkkkk !!!" Ibunya berteriak, ia memeluk mayat putranya dengan histeris.


Sedangkan dari pihak Guru Chiron segera bergegas membawa Everald yang sudah bukan dirinya sendiri dengan mengikat tangannya agar tak berusaha bunuh diri. Karena dia masih memberontak akhirnya Zette memukul pelan punduk lehernya dengan tangan dan akhirnya Everald pingsan dan segera dibawa oleh pengawal kembali ke Istana.


Kemudian karena peperangan ini memang harus terjadi, untuk memusnahkan Klan Icarus sampai ke akarnya. Zette yang sekarang memimpin menggantikan Everald, ia langsung berteriak kepada pasukannya. Meskipun hatinya pun sekarang sangat sakit, tidak kalah sakit dari dua lelaki yang menangisi Ellora. Tapi karena kewajiban dan janjinya pada Ellora, ia harus bertahan.


"Semua Pasukan, segera bersiap. Kita akan segera berperang dan kalahkan mereka. Kita jangan sia-siakan kematian sang Goddess. Kita harus MENANG !!!" teriak Zette kepada semua pasukan.


"Yaaaaaaaaaaaa !!!" mereka menjawab serempak dengan semangat.


"SERANGGGGG !!!!" akhirnya peperangan pun terjadi.

__ADS_1


Sedangkan dari pihak Klan Icarus pun segera bersiap dan menyerbu juga. Meskipun calon Raja yang mereka dukung sudah meninggal dengan tragis, tapi keadaan mereka yang sudah tak bisa mundur lagi.


Peperangan berlangsung sangat lama, setiap satu jam sekali ada yang melapor ke Istana. Guru Chiron pun hanya mengangguk, kemudian dia kembali lagi melihat keadaan Everald yang masih diam dengan tatapan kosong.


Bahkan keadaan Everald sekarang makin menyedihkan, dia melipat tubuhnya seperti seorang janin di dalam perut dengan tangannya yang masih terikat. Guru Chiron hanya bisa menghela napasnya pasrah, menurutnya luka di hatinya harus sembuh dengan perlahan.


Setelah Peperangan yang sengit dan sangat lama, akhirnya pelapor Istana mengabarkan kabar gembira. Mereka memenangkan pertarungan, akhirnya Guru Chiron pun bisa bernapas lega.


Saat pertarungan selesai ajaibnya Matahari terlihat kemabli, bahkan sangat menyilaukan mata. Sekarang baru terlihat jelas oleh Zette, gelimpangan mayat - mayat di sepanjang tanah dan juga lautan darah yang membanjirinya.


Setelah semua selesai, Zette menyerahkan kondisi saat ini kepada Ksatria lainnya. Dia pun merasa lelah saat sekarang semuanya telah selesai. Dia pergi ke tempat tersembunyi dan akhirnya Zette menjatuhkan tubuhnya ke tanah dan menangis seperti anak kecil. Hatinya sangat sakit, dia terus - menerus memukul dadanya sendiri agar rasa sakit di hatinya akan menghilang.


( Tiga Lelaki Bucin sedang di tahap Down. Bahkan yang satunya mati bunuh di ri. Cinta memang Buta, istri orang lain yang meninggal eh dia ikut mati! Tragis😌 ).


Penyihir Rhyannon sedang duduk sambil menjaga kedua bayi kembar, di tangannya dia memegang sebuah cermin yang pernah membuka portal dua Dunia. Tapi kali ini cermin itu sudah tak retak terbuka dan kembali mulus seperti Cermin baru. Ia berbicara kepada cermin itu.


Clue Dari kata Penyihir Rhyannon


"Goddess, saat Kau berada disini. Kau adalah Roh yang selalu berbuat baik kepada siapapun, maka percayalah Keajaiban akan selalu ada apalagi kepada orang-orang yang selalu berbuat baik. Aku akan membantumu dari sini agar portal ini bisa terbuka kembali. Bahkan bukan hanya Roh-mu yang bisa kembali kesini, tapi juga bersama Jiwa dan Ragamu. Sabarlah kau di sana Goddess, meskipun semuanya akan membutuhkan waktu yang lama. Aku Penyihir Rhyannon tidak akan pernah menyerah !!"


BERSAMBUNG.......


❤️Sabar ya Ellora kuno memang meninggal,tapi kan Ellora Modern belum 😘 ❤️


---Like, Komen, Gift, Vote sayang...❤️🌹

__ADS_1


__ADS_2