Roh Wanita Modern Di Kerajaan Kuno

Roh Wanita Modern Di Kerajaan Kuno
Bab.42 Kebingungan.


__ADS_3

Note : Jangan pusing Author bawa bolak - balik Flashback, ya.


...****************...


Zaman Modern Di Negara Asli Ellora sebelum menemukannya.


Sebuah sinar terang terlihat di taman Rumah sakit dulu tempat Ellora dirawat saat koma. Mata keempat orang itu kecuali si tuan Rabbit sedang menatap banyak bangunan megah di depannya. Karena di zaman mereka belum ada yang namanya rumah sakit, jadi bangunan itu sedikit aneh di mata mereka.


Si Tuan Rabbit meloncat ke pelukan Putri Bella, ia menunjukkan tangannya ke arah rumah sakit menandakan mereka harus masuk ke sana.


Mereka mengikuti arahan si tuan Rabbit, lalu masuk ke dalam. Tapi karena pakaian mereka yang agak 'aneh', apalagi Putri Bella yang masih memakai gaun Kerajaannya tentu saja membuat semua orang memperhatikan mereka. Apalagi mata semua lelaki yang melihat dengan kagum pada kecantikan Putri Bella, meskipun dia masih belum dewasa tapi Aura menawannya sangat mempesona.


Zette kesal melihat mata para lelaki itu yang menatap Putri Bella, ia seketika tidak suka lalu menatap dengan tajam ke arah para lelaki itu.


Saat semakin masuk ke dalam mereka berempat menjadi bingung harus bagaimana, si tuan Rabbit menunjuk lagi ke arah seorang petugas medis yang bekerja di pendaftaran pasien. Zette lah yang maju dan bertanya kepada petugas itu.


"Permisi, apakah ada wanita yang bernama Ellora dan sedang dirawat disini?" tanya Zette.


"Maaf, nama lengkapnya Tuan?" petugas itu balik bertanya.


Semua orang langsung melihat ke arah Everald, yang ditatap malah mengangkat bahunya menandakan tidak tau.


"Ya ampun Ayah! Ayah yang hidup bersama Ibu. Tapi tidak tau nama aslinya! What the hell?!" Pangeran Regan seketika memarahi Ayahnya.


Everald mencoba bertahan mendengar celotehan sang anak, kini ia yang bertanya. "Rambutnya merah dan matanya hijau seperti zamrud terang!"


Petugas medis itu malah terlihat kebingungan dan malah melihat ke arah Putri Bella, bukannya wanita itu sedang bersama mereka? Pikirnya.


"Maaf Tuan, bukankah wanita itu sedang bersama kalian?" tanya petugas menunjuk ke arah gadis yang datang bersama mereka.


Mata mereka melihat ke arah Putri Bella dan segera menggelengkan kepala. Pangeran Regan lalu menatap tajam ke arah Ayahnya karena kecewa bahwa ciri-ciri Ibu mereka di zaman ini pun Ayahnya tidak tau.


Everald menahan rasa malunya, dia tidak ingin memperlihatkannya. Tapi sekarang pikirannya sangat buntu karena istrinya memang tidak banyak bercerita tentang dirinya sendiri, hanya sedikit cerita hidupnya yang singkat.


Akhirnya mereka berjalan kembali ke taman Rumah sakit dan duduk bersama untuk mencari jalan lain. Sedangkan Putri Bella malah fokus melihat kepada pakaian yang dipakai oleh para wanita di sana. Putri Bella melihat pada pakaiannya sendiri, dia tersadar ternyata pakaiannya sangat berbeda.Tentu saja yang melihat perilakunya adalah Zette, karena sekecil apapun kelakuan dari Putri Bella dia akan mengetahuinya.


Zette ikut berkeliling melihat, memang semua baju-baju wanita di zaman ini sangat berbeda karena pakaian itu semua serba terbuka. Saat matanya sedang berkeliling tiba-tiba dia melihat seorang gadis kecil yang akan terjatuh dari sebuah benda yang berayun-ayun. Zette secara refleks berlari dan segera menolongnya anak kecil itu.


"Oh cucuku, maaf kan Nenek. Kamu gak apa-apa kan? Terima kasih Tuan sudah menolong cucu saya," ucap seorang wanita tua.

__ADS_1


"Ya, sama - sama," jawab Zette. Tapi ketika Zette akan berbalik pergi, dia berpikir untuk meminta tolong pada wanita tua itu saja.


Dia mengeluarkan kantong uang yang di dalamnya ada beberapa koin emas dan perak, sepertinya dia bisa membeli beberapa pakaian di zaman ini. Kemudian Zette mencoba untuk berbicara padanya. "Permisi, bolehkah saya meminta bantuan Anda?"


"Ya Tuan, tentu saja. Apalagi Anda sudah menolong cucu saya," jawab Nyonya itu.


"Dimanakah saya bisa membeli pakaian seperti yang dipakai orang-orang disini?" tanya Zette langsung.


"Oh, tentu saja di toko baju," jawab wanita tua itu meskipun bingung dengan pertanyaannya.


Zette pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal, tapi dia tetap berusaha berbicara. "Maksud saya dimana tempatnya?" tanyanya lagi.


"Bagaimana jika Anda pergi ke Mall."


"Mall?" tanya Zette bingung. "Begini Nyonya, saya baru datang dari desa dan saya belum terlalu banyak mengenal tempat ini. Bisakah anda membantu saya?" pinta Zette pada Nyonya itu.


Nyonya itu melihat jika lelaki tersebut sepertinya orang baik karena sudah menolong cucunya, dia menyetujui permintaan lelaki di depannya.


Zette menghampiri rombongannya dan bilang akan pergi sebentar kepada Everald lalu dia pergi bersama nyonya itu.


Dijalan Nyonya itu bertanya namanya, " Siapa namamu?"


"Zette, Nyonya."


Setelah Zette sampai di sebuah Mall, si Nyonya itu mengajaknya menaiki sebuah benda yang disebut si Nyonya Eskalator.


Zette hanya terdiam melongo dan tak mengikuti si Nyonya itu. Saat Nyonya Anita sudah sampai di atas dan tak menemukan Zette, dia melihat ke bawah dan melihat ternyata lelaki itu malah terbengong. Nyonya itu kembali turun dan bertanya kenapa Zette, "Kenapa tidak ikut naik?"


Zette menjawab dengan jujur dan polos. "Saya tidak pernah naik benda seperti ini Nyonya," kata Zette yang berhasil membuat mata si Nyonya Anita melongo kaget.


Zette yang tersadar akan perkataannya langsung berkata lagi. "Maksud saya, saya kan baru datang dari desa Nyonya jadi belum pernah naik."


Si Nyonya pun akhirnya mengangguk dan mengerti lalu menepuk pundaknya, dia mengajak Zette menuju sebuah Lift.


Zette semakin penasaran akan benda baru lagi yang dia lihat, tapi dia mengunci mulutnya karena tidak ingin ada banyak lagi pertanyaan dari si Nyonya.


Sampailah mereka di sebuah Toko yang menjual pakaian dari anak-anak sampai dewasa. Dia akhirnya memilih 3 buah pakaian untuk Putri Bella dan juga 1 baju untuk masing-masing para lelaki. Kemudian dia mengeluarkan uang emas dan peraknya dari kantong dan memberikan kepada penjual di sana. Tapi penjual yang menerimanya terkejut dan berwajah heran, Nyonya Anita yang melihatnya pun langsung bertanya pada si penjual.


"Ada apa?" tanya Nyonya Anita pada penjual baju.

__ADS_1


"Nyonya lihat saja kesini, pemuda yang bersama Nyonya membayar dengan ini!" kata si penjual sambil memperlihatkan koin emas itu.


Nyonya Anita pun ikut terkejut, ia langsung menatap ke arah Zette yang juga sedang sedang kebingungan.


"Nak Zette, ini uang kuno. Uang dulu, apa kamu tidak punya uang masa kini?" tanya si Nyonya yang akhirnya membuat kebingungan Zette terjawab.


"Hehehe, maaf Nyonya. Mungkin saya salah bawa uang. Bisakah Nyonya tolong saya lagi?" Zette berkata lembut meminta bantuan.


"Baiklah, tidak apa-apa. Saya akan membayarnya," jawab si Nyonya.


"Saya janji, nanti akan saya ganti," ucap Zette lagi dan si Nyonya hanya tersenyum.


Setelah selesai transaksi pembelian baju, si Nyonya Anita langsung membawa Zette ke toko antik. Sang Nyonya meminta agar semua uang yang dibawa Zette ditukar, akhirnya semua uangnya sekarang menjadi uang masa kini. Zette lalu membayar hutangnya dan berterima kasih pada Nyonya Anita.


"Padahal gak usah dibayar, saya iklhas kok," kata si Nyonya.


"Tidak apa-apa Nyonya, saya tidak pernah bisa berhutang pada siapapun," jawab Zette.


Nyonya Anita pun akhirnya mengambilnya padahal dia tidak membutuhkannya, karena wanita itu lumayan orang kaya di Kota ini.


Nyonya Anita sangat menyukai perilaku dan sifat Zette yang jujur. Mereka pun kembali ke Rumah sakit dan berpisah di pintu masuk.


( Tentu saja sepanjang jalan Zette selalu terkejut melihat benda-benda disini. Apalagi dia naik mobil si Nyonya Anita tapi Zette pintar dia tidak ingin terlihat aneh jadi hanya diam 🤭 ).


"Zette, kamu dari mana saja?! Aku sudah lama menunggumu," tanya Putri Bella manyun.


Zette hanya tersenyum lalu memberikan sebuah kantong kepada mereka satu persatu.


"Wow Zet! Kamu yang membeli pakaian ini, hebat! Good job! Daripada Ayah yang gak bisa diandalkan..." kata Pangeran Regan sambil menonjok pelan tangan Zette, ia melirik Ayahnya.


Everald sekali lagi hanya bisa menarik nafas sabar.


Tanpa bertanya lebih lanjut, mereka segera pergi ke kamar kecil rumah sakit. Setelah selesai berganti pakaian, terlihatlah penampilan mereka kini yang berbeda.


Zette ikut berganti dan saat melihat penampilan baru mereka dia tersenyum puas. Sekarang mereka sedang berpikir dimana harus tidur malam ini, karena hari sudah mulai sore apalagi perut mereka sudah berbunyi minta diisi.


Everald dan Zette yang memang sudah tau bagaimana kehidupan di luar Istana, akhirnya mereka berdua setuju untuk mencari penginapan atau menyewa rumah untuk mereka.


Berbekal uang yang sudah ditukar Zette, setelah lama mencari serta bertanya-tanya tanpa rasa malu, akhirnya mereka mendapatkan sebuah rumah sewa kecil. Karena ternyata rumah sewa di zaman ini sangatlah mahal jadi tidak bisa menyewa rumah besar, apalagi mereka juga harus mengirit uangnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG........


---Like Like Like Komen 🤗 Makasih.


__ADS_2