
🌹 Zaman Kuno 🌹
Sekembalinya dari Zaman modern,Everald sibuk dengan gelar barunya sebagai Raja yang Sah setelah acara pengangkatan dan penobatannya. Malam besoknya Kerajaan mengadakan pesta atas penobatan Everald,semua Bangsawan diundang dan juga Everald tentu saja mengundang juga dari Kerajaan Akadia.
Everald sudah berunding dengan Guru Chiron dan Ellora,karena memang yang semua orang tau jika istri dari Raja sudah meninggal saat peperangan terjadi. Akhirnya Ellora memberi usul jika mereka harus menikah kembali dengan indentitas Ellora yang sekarang. Meskipun pasti nantinya banyak pertentangan dan hujatan karena wajah tuanya dan yang lainnya,seperti rakyat yang sebelumnya sangat mencintai sosok Ellora kuno yang meninggal.
Tapi Ellora yakin semua akan dipermudah karena dia akan mengembalikan lagi cinta rakyatnya kepada Ellora kuno yang meninggal dan nanti bisa mencintai sosoknya yang baru. Karena sudah diputuskan seperti itu maka saat menyebar undangan pesta merayakan penobatan sebagai Raja,mereka juga memberikan undangan pernikahan.
Pihak yang resah dan tidak menerima pertama kali atas pernikahan ini adalah Ratu Elena dari Kerajaan Akadia. Dia hanya mengkhawatirkan kedua cucu kembarnya dari Putrinya Ellora yang sudah meninggal. Bahkan masalah cucunya yang kembar 'ajaib' pun sampai saat ini dia masih belum percaya,tapi dia menerimanya karena kenyataan yang benar-benar terlihat oleh kedua matanya sendiri karena cucu perempuannya benar-benar mirip dengan Putrinya yang meninggal.
❤️ Kerajaan Akadia ❤️
Raja Rebellion yang sekarang sedang menahan kesabarannya yang melihat istrinya yaitu Ratu Elena yang berjalan bolak-balik di depannya dengan kecemasannya,Raja Rebellion pun sudah tak sabar lagi.
"Ratu,sebenarnya ada apa. Cepat katakan,kepalaku pusing melihatmu seperti itu." Kata Raja dengan kesabaran yang tersisa.
"Menantumu itu Raja Everald,dia ingin menikah lagi dan mengangkat Ratu baru. Aku memikirkan kedua cucu kita,apalagi Pangeran Regan yang belum diangkat menjadi Putra mahkota. Dia harus menjadi penerus Ayahnya nanti menjadi Raja. Tapi sekarang ada Ratu baru,bagaimana jika dia melahirkan seorang pangeran. Aku takut perebutan kekuasaan seperti sebelumnya terjadi,bahkan sampai menewaskan Putri kita !." Akhirnya Ratu Elena mengeluarkan keresahannya.
Raja Rebellion pun akhirnya memikirkan perkataan istrinya itu dengan serius. Dia juga memang berpikir seperti istrinya bahwa takut kejadian yang bahkan menewaskan Putrinya akan terulang kembali. Akhirnya Raja Rebellion memutuskan akan datang ke Kerajaan Prygia bersama Ratu Elena sebelum acara pesta itu dimulai.
❤️ Kerajaan Prygia ❤️
Raja Everald sedang duduk berhadapan dengan 'mantan' Ayah mertuanya,karena jika dijelaskan memang istrinya Ellora kuno sudah meninggal yang adalah Putrinya otomatis mereka bukan mertua dan menantu lagi.
Di ruangan itu hanya ada mereka bertiga,sedangkan Ellora sengaja menunggu dengan gelisah di depan pintu ingin mendengarkan pembicaraan mereka.
Raja Everald pun memulai percakapan lebih dulu,bagaimana pun mereka adalah Kakek dan Nenek dari kedua anaknya.
__ADS_1
"Salam Raja Rebellion dan Ratu Elena,maaf jika saya kurang sopan karena sudah mengundang Anda berdua hanya dengan utusan dan surat undangan tanpa saya pergi ke Kerajaan Akadia." Ucap Everald memulainya.
"Tidak apa-apa,sekarang kau sudah menjadi seorang Raja yang sah. Kami tau kesibukanmu untuk memulainya,karena kami juga tau kabarmu yang sangat terpuruk setelah kehilangan putri kami dari Guru Chiron. Jadi kami tidak menyalahkanmu." Tegas Raja Rebellion.
"Terima kasih atas pengertiannya,saya memang benar-benar terpuruk atas kepergian Ellora." Balas Raja Everald.
"Terpuruk apa ! Putriku yang sudah mengorbankan nyawanya untuk Kerajaan ini tapi kamu hanya menangisinya selama beberapa bulan. Bahkan sekarang kamu akan menikah kembali,aku bahkan tidak melihat rasa kesedihanmu sekarang !." Ratu Elena emosi karena tidak bisa menjaga kesabarannya.
Raja Everald langsung terduduk kaku dan berwajah tegang karena jika dilihat dari mata orang lain,dia memang sangat terpuruk karena ditinggalkan istrinya meninggal. Bahkan dia yang baru saja sembuh dari 'sakitnya' sudah orang lain dengar,tapi dalam waktu singkat Raja yang baru sembuh dari 'sakitnya' sekarang malah terlihat gembira dan akan segera melangsungkan pernikahan lagi dan juga akan langsung mengangkatnya menjadi Ratu.
Everald yang dimarahi 'mantan' Ibu mertuanya pun bingung harus menjelaskan kepada mereka. Karena jika dia jujur maka hati kedua orang tua Ellora asli akan bersedih lagi karena sebenarnya Ellora putri mereka memang sudah tidak ada saat 'tidur' selama sebulan dari terjatuh dari kudanya.
"Begini Raja Everald.....aku hanya mengkhawatirkan kedua cucuku. Aku tidak ingin perebutan kekuasaan yang bahkan merenggut nyawa putriku terjadi lagi,kamu mengerti kan." Ucap Ratu Elena yang sekarang tergurat kesedihan di wajahnya karena mengingat putrinya.
Ketika Raja Everald baru akan menjawabnya,pintu ruangan tersebut terbuka lebar. Terlihat wanita yang berambut coklat serta bermata coklat abu-abu dan sosoknya yang dewasa,menatap mereka bertiga dengan tatapan yang tegas. Ketika melihatnya Ratu merasakan sesuatu yang akrab,seperti saat pertama putrinya Ellora yang meninggal membuka matanya dari 'tidur' panjangnya. Sekarang tatapan wanita di depannya itu sangat sama,seakan putrinya yang waktu itu hidup kembali.
"Salam pada Raja Rebellion dan Ratu Elena. Perkenalkan saya Ellora Alley." Ucap Ellora memperkenalkan diri.
"Perkenankan saya duduk bersama Anda berdua. Tolong ijinkan ?." Pintanya pada mereka.
Raja Rebellion tentu saja demi kesopanan langsung mempersilahkannya duduk. Sedangkan Ratu Elena langsung berbicara agak kasar.
"Belum menjadi seorang Ratu,kamu sudah berani menganggu perbincangan kami. Sungguh nyali mu sangat besar !." Ucap Ratu Elena.
Ellora yang baru saja akan duduk mengurungkan niatnya,sepertinya dia harus melangkah lebih lanjut. Ellora berjalan ke depan Ratu Elena dan tiba-tiba dia bersimpuh di kedua kaki Ratu Elena yang membuat semua orang kaget.
"Sayang !." Teriak Raja Everald tak sadar yang membuat Ratu Elena yang terkejut tambah terkejut lagi karena panggilan sayang itu.
__ADS_1
"Kamu mau apa ?!." Tanya Ratu Elena kebingungan kepada Ellora.
"Ratu.....bukankah aku pernah berjanji akan menjadi putrimu. Ketika Ellora putri Ratu terbangun dari 'tidurnya' saat terjatuh dari kuda,apakah Ratu tidak melihat perbedaan darinya ?." Tanya Ellora modern pada Ratu Elena.
Ratu Elena pun mengingat kembali dari awal putrinya yang semua Tabib pun sudah menyerah akan hidupnya,tapi ketika putrinya itu terbangun memang semuanya terasa sangat berbeda. Ratu Elena memikirkan tentang putrinya yang berani kabur dari Istana tapi berubah menjadi lembut dan baik hati juga semakin dewasa dan bahkan suka bercanda. Bahkan putrinya waktu itu pintar bernyanyi dan dari kabar yang dia dengar bahkan putrinya ahli bela diri serta selalu menolong rakyatnya.
Ratu Elena langsung memandang ke arah Ellora modern yang sedang menatapnya lembut dari simpuhan kakinya,dia melihat kedua mata yang terlihat hanya ada kejujuran di sana.
"Aku belum terlalu mengerti,tapi benar perkataanmu. Putriku memang berubah saat dia terbangun dari 'tidur' panjangnya waktu itu,dia menjadi wanita yang dewasa dan lebih baik." Ucap Ratu Elena.
"Maafkan aku,sebenarnya aku tidak ingin mengatakan kebenarannya. Tapi sepertinya jika tidak menjelaskannya,semua akan menjadi kesalahpahaman yang besar." Kata Ellora.
Ellora akhirnya menjelaskan semuanya dan tidak ada satupun cerita yang terlewatkan,kedua mata Ratu Elena dan Raja Rebellion yang mendengarkan terkadang terlihat sedih dan terkejut tapi kebanyakan adalah seperti rasa kagum. Setelah Ellora mengakhiri ceritanya dan Raja Everald yang juga membantunya bicara,tidak ada tanggapan apapun dari Raja Rebellion dan Ratu Elena.
Kemudian tiba-tiba Ratu Elena dengan wajahnya yang tersenyum langsung mengangkat tubuh Ellora modern yang sedang bersimpuh dan sama-sama berdiri. Kemudian Ratu Elena memeluknya dan mengelus rambutnya dengan penuh kasih sayang.
"Jadi selama ini.....itu adalah Roh-mu,betapa kesepiannya kamu di Zaman ini yang tanpa siapapun. Dan aku bahkan memaksakan semuanya hingga kamu kabur dari Istana. Untuk putriku Ellora yang memang meninggal saat terjatuh dari kuda,aku sudah menerimanya karena sudah takdirnya. Sekarang aku mendapatkan gantinya bahkan aku merasa sangat beruntung mendapatkan pengganti putriku seperti dirimu,terima kasih sudah melahirkan kedua cucuku." Ucapnya lembut pada Ellora.
Semua yang berada di ruangan itu pun akhirnya bisa mengangkat beban mereka semua yang ada di masa lalu dan mereka akan memulai kembali dari awal kehidupan mereka yang baru.
INFO PENTING 👋
❤️Jika ada perubahan pada Cover Novel Author,harap dimaklum ya. Perubahan itu terjadi dari pihak Mangatoon sendiri karena saya juga sudah tanda tangan kontrak,jadi saya hanya bisa menerima perubahan tersebut. TERIMA KASIH & MOHON MAAF 🙏 🤗 ❤️
🌹Dan juga silahkan baca kembali Sinopsis Novel ini ya,karena Author memulai SEASON KEDUA di Bab selanjutnya 🌹
...🌹Happy Reading🌹...
__ADS_1