Roh Wanita Modern Di Kerajaan Kuno

Roh Wanita Modern Di Kerajaan Kuno
Bab. 27 Gambaran Zaman Modern


__ADS_3

Kota Odisha.


Ellora baru saja terbangun, dia melihat diluar sana ternyata sudah sangat gelap.


Everald yang melihat istrinya sudah membuka kedua matanya, langsung mendekatinya.


"Selamat malam sayang, kamu pasti lapar." kata Everald sambil menciumnya.


"Umm.....bukankah hari ini seharusnya kita pulang ke Istana? Haisss! Maafkan aku baby besar-ku." jawab Ellora merasa bersalah.


"Semua salahku, kamu pasti semalaman menjagaku, makasih sayang. Tapi kamu memang benar-benar kucing malas." balas Everald sambil terkekeh dan mencolek hidung mancung istrinya.


"Hehe.....aku menjadi kucing malas semenjak disini, karena tak banyak yang harus dikerjakan di Zaman ini. Kadang aku bosan, di Zaman-ku sana banyak yang bisa aku kerjakan dan juga banyak mainan seru. Aishhhh! Ternyata aku bisa kangen pada gadget dan juga berselancar di internet." tanpa sadar Ellora menggerutu.


"Apa yang kamu bicarakan? Aku tidak mengerti. Apa kamu sedang mengumpatku lagi seperti dulu, dengan menggunakan bahasa asingmu?!." tanya Everald dan menyipitkan matanya curiga.


"Aku sepertinya harus belajar bahasa asingnya, tapi gimana caranya?." Batin Everald dengan kebingungan.


"Hahaha.....bukan baby. Untuk apa aku mengumpatmu? Kamu kesayanganku sekarang, untuk apa aku mencelamu. Sini,sini......karena ini sudah malam dan kita tidak jadi pulang. Aku akan menggambar hal-hal yang ada di masa depan alias di Zamanku. Ambilkan aku pena atau pensil dan kertas." Katanya dengan semangat pada suaminya.


"Kamu tidak lapar?." Tanya Everald.


"No! Ayo cepat baby...." Ellora sudah tak sabar.


Tak berapa lama Everald pun datang membawa pesanannya, tapi setelah dia datang istrinya itu malah pergi ke kamar mandi dan setelah keluar istrinya mengelus perutnya.


"Baby....aku lapar, hehe. Bagaimana kalau aku akan menggambar dan kamu suapi aku makan." kata Ellora sambil nyengir.


Everald hanya menggelengkan kepala dan tersenyum melihat kelakuan istrinya itu, dia segera melakukan lagi permintaan istrinya.


"Aaaaaa...." mulut Ellora terbuka meminta suapan, suaminya langsung menyuapinya.


"Kamu tau, sedari kecil aku baru kali ini menyuapi makan selain diriku sendiri. Aku benar-benar sudah terkena sihirmu sayang...." ucap Everald tersenyum.


Degh!! Jantung Ellora seketika kaget mendengar kata sihir.

__ADS_1


"Baiklah Baby besar-ku yang tampan dan nice. Terima kasih sudah mencintaiku melebihi cintaku padamu." balas Ellora pada suaminya yang kembali tak mengerti kata-katanya.


Mereka pun lalu sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing, Ellora yang fokus sibuk menggambar. Sedangkan suaminya sibuk menyuapinya dan mengelap mulutnya jika belepotan, juga tentu saja memberinya minum jika Ellora memintanya.


( Beuh berasa jadi Ratu, wkwkwk, scene romantis lumayanlah ya sedikit juga 😊 ).


Setelah Ellora selesai dengan gambarnya, dia pun memperlihatkannya pada suaminya. Kemudian dia menjelaskan semuanya.


"Lihat! Yang ini namanya mobil, rodanya ada empat. Dan yang ini bla...bla...bla...." Ellora menjelaskan satu persatu gambar pada suaminya.


"Kemudian yang bisa terbang seperti burung, namanya pesawat. Jika aku ingin pergi ke Kerajaan-ku dari sini, tidak butuh 2 hari berlayar. Tapi mungkin cukup hanya 1 jam saja." Ellora mengakhiri penjelasannya.


"Terdengar sangat hebat, apakah kamu menyesal meninggalkan semua kehebatan itu?." tanya Raven.


"Tentu saja semua sangat keren dan hebat, semua yang ada di sana serba praktis. Tapi baby-ku, disana tidak ada kamu yang mencintaiku. Jadi, apa hebatnya di sana? Bagiku semua apapun yang berhubungan denganmu adalah yang terhebat. I Love You...." kata Ellora penuh cinta.


Kemudian Ellora dan Everald mengakhiri perbincangan mereka malam itu, mereka melanjutkannya dengan melakukan aktivitas suami-istri yang romantis dan tentunya erotis di ranjang cinta. ❤️


( Ngebayangin Bayi lucu mereka, terus diasuh sama tuan Kelinci dan Burung Phoenix 😎😅 ) Halunya.


***


Di dalam kamar megahnya, Ratu Letizya masih mengamuk dengan membanting semua barang-barang di kamarnya. Dia benar-benar murka karena ada yang mematahkan sihir yang ditujukan pada Pangeran Ketiga.


Ratu memikirkan, siapa yang mempunyai kekuatan yang sama dengan Penyihir Zyir. Karena saat dulu dia dan Klan-nya selalu menggunakan ilmu sihir, tak ada yang bisa menandinginya.


Menurut perkataan Penyihir Zyir, yang mematahkan sihir hitamnya adalah kekuatan yang hampir selevel dengannya, tapi masih 1 level di bawah Penyihir Zyir.


( Jadi lebih hebat Penyihir Hitam Zyir ya, daripada Penyihir Putih Rhyannon. Pengingat dari utor saat nanti mendekati perang. ).


Ketika Ratu masih memikirkan semuanya, pintu kamarnya terbuka. Putra Mahkota berjalan masuk, dia membawa kabar lanjutan tentang Putri Ellora.


"Apa kamu sudah mendapatkan sesuatu, tentang Istri Pangeran Ketiga?." tanya Ratu langsung padanya.


"Aku hanya mendapatkan beberapa detail kecil, tapi meskipun begitu pasti akan membuat Ibu terkejut." jawab Putra Mahkota tersenyum tipis.

__ADS_1


"Informan-ku bilang, Putri Ellora pernah mengalahkan kelompok perampok, yang terkenal karena selalu merampok para Bangsawan. Bahkan dari pihak Istana saja, sangat susah sekali untuk menangkap mereka." lanjutnya.


"Tapi ternyata Putri Ellora bisa mengalahkan mereka dan malah membuat mereka berhenti dan jera merampok lagi. Bahkan kini mereka semua selalu memujanya dan menjadi pengikutnya." Ucapnya lagi, tetapi terdengar ada nada bangga pada suaranya.


"Bukan hanya mereka, semua orang di Kota Odisha yang mengenalnya sangat memujanya dan selalu menyebutnya sang Dewi."


"Lalu apa maksudnya? Apa yang akan membuatku terkejut? Aku tidak mengerti." tanya Ratu Letizya belum paham.


"Itu lah anehnya Bu. Dari semua informasi dari yang aku pernah selidiki, saat Ayah melakukan perjanjian pernikahan. Sekarang semuanya berbanding terbalik dengan kenyataannya, tapi Informan-ku sangat terpercaya, jadi dia tidak mungkin salah." kata Pangeran Mahkota yakin.


"Tiba-tiba setelah putri terbangun dari 'tidurnya', yang akibat dari kejahatan kita, dia berubah menjadi orang lain. Kabarnya dia menjadi hilang ingatan, tapi tidak mungkin jika akibat hilang ingatan akan merubah semua kepribadiannya." Lanjut Putra Mahkota semakin semangat berbicara.


"Apa ibu tahu? Pribadi Putri dulu terkenal dengan kekejamannya dan kesombongannya. Tapi lihatlah Putri yang sekarang."


"Putri yang dulu terkenal karena kearoganannya itu, bahkan dia tidak bisa bela diri sedikit pun apalagi bernyanyi. Dulu dia hanyalah seorang Putri Raja yang angkuh dan sombong, tanpa mempunyai kelebihan apapun." Tiba-tiba Putra Mahkota tersenyum, saat membandingkan Putri yang dulu dengan yang sekarang.


"Jadi maksudmu, seperti kita yang mengenal sihir. Putri juga mempunyai sihir? Ataukah di dalam tubuhnya bukan dirinya sendiri?." Ratu menebak sambil berpikir.


"Yang Ibu katakan, ada kemungkinannya benar. Tapi yang pasti, Putri yang sekarang bukanlah Putri yang dulu." Tatapan Putra Mahkota menerawang jauh.


Akhirnya mereka berdua membuat kesimpulan, bahwa sama seperti mereka yang memakai sihir, pasti Putri Ellora juga sama dengan mereka. Ada suatu kekuatan supernatural di tubuhnya dan mereka akan segera memanfaatkan semua itu.


***


Kastil Perdamaian.


Setelah tuan Rabbit mengatakan permintaan Putri Ellora kepada Guru Chiron. Akhirnya Guru Chiron sendirilah yang mendatangi Zette secara langsung.


Setelah Guru Chiron memperkenalkan bahwa dirinya adalah Mantan Pengawal Ratu Lama, Zette pun menyetujui permintaan Guru Chiron untuk mengikutinya bergabung dengan Pasukan Perdamaian.


Apalagi dirinya juga masih mempunyai hutang kepada Ratu Lama yang belum dia bayar lunas. Tadinya dirinya ingin membalasnya kepada Pangeran Everald, setelah mengetahui dia adalah Putra dari Ratu lama.


Tapi karena rasa ego dan rasa gengsinya, karena dia sudah dikalahkan dalam persaingan cinta, dia pun mengurungkan niatnya. Dan akhirnya dia berpikir, mungkin sekaranglah kesempatan untuk membalas budinya.


Bersambung......

__ADS_1


Like Komen jangan lupa, Terima kasih 🙏😘


🌹Happy Reading di setiap Episodenya Readers-ku ❤️🌹


__ADS_2