
🌹 Zaman Modern 🌹
Putri Bella yang masih tidak mau membuka pintunya membuat Zette frustasi,dia tidak tau harus berbuat apa. Memang benar semua adalah kesalahannya karena sibuk dengan perasaannya sendiri sampai kabar kehidupan Bella-nya dia tak tau. Rasa sakit menyebar di hati Zette,dia akhirnya menyerah untuk berbicara dengan Putri Bella dan pergi.
Putri Bella yang tak mengucapkan sepatah katapun akhirnya menangis setelah tak mendengar lagi pergerakan Zette diluar pintu kamarnya. Dadanya sesak dan dia menangis semakin kencang hingga terdengar Shelly.
Tok ! Tok !.
"Sayang.....ada apa. Buka pintunya,biarkan mama masuk." Pinta Shelly.
Putri Bella pun masih sambil menangis berjalan membuka pintu kamarnya. Seketika Putri Bella memeluk Mama angkatnya dan menangis dengan kencang.
"Shhhh.....sudah ayo duduk dulu. Ceritakan sama Mama." Ucap Shelly.
Putri Bella pun menceritakan semuanya,apa alasannya dia ingin tinggal di Zaman Modern. Juga semua persiapan dan pengorbanannya selama ini agar berhasil menjadi gadis Modern. Juga kejadian siang tadi saat melihat ketidakpedulian Zette yang tidak mengejarnya dan malah pergi dengan wanita lain.
Shelly akhirnya mengerti kalau Putri Bella ternyata menyukai atau mungkin malah sudah mulai mencintai Zette. Dan juga yang terlihat Zette juga sebenarnya sangat perduli dan sayang pada Putri Bella,tidak seperti yang dikatakan anak angkatnya itu.
"Sayang,sepertinya kamu salah paham pada Zette,mungkin saja tadi dia memang tidak bisa mengejarmu. Kamu tau Zette sekarang adalah seorang pengawal pribadi wanita itu,jadi sudah menjadi kewajibannya untuk menuruti semua perintah dari majikannya." Kata Shelly menjelaskan.
Putri Bella pun mendengar perkataan Mama angkatnya langsung berpikir kemungkinan itu dan memang itu mungkin saja.
"Benarkah Ma ?." Tanya Putri Bella ingin yakin.
"Tentu saja,dari yang Mama dengar dari surat-surat Ibumu. Dari bayi bahkan Zette yang selalu melindungimu,dia selalu berada disampingmu dan menyayangimu. Mana mungkin dia sekarang tidak perduli padamu." Tambah Shelly.
"Tapi Ma....tetap saja sekarang Bella bukan lagi orang pertama yang Zette perdulikan." Kata Putri Bella tetap merajuk.
"Haish....Kamu ini. Menurut Mama jalani saja dulu kehidupanmu disini. Jika masalah Zette gimana kalau nanti kamu pikirkan lagi. Fokuslah belajar dan nantinya menjadi Wanita muda yang sukses,apalagi wajah dan hatimu yang cantik. Pasti semua lelaki akan menyukaimu bahkan Zette." Goda Shelly.
"Mama....Ish. Siapa yang mau Zette menyukaiku,Bella hanya ingin Zette kembali perduli pada Bella." Sanggah Putri Bella.
Shelly hanya tertawa dengan tingkah anak angkatnya yang berusaha menutupi perasaannya. Shelly juga pernah muda dan mempunyai perasaan yang dirasakan putri angkatnya sekarang dan Putri Bella memang sepertinya masih labil pikirannya.
__ADS_1
Keesokan paginya.....
Putri Bella memang ada jadwal kelas pagi,akhirnya Ethan mengatakan akan mengantarnya karena satu arah.
"Bella.....mau Papa jemput nanti pulangnya ?." Tanya Ethan.
"Gak usah Pa,Bella bisa naik bis atau Taxi. Kan udah Bella bilang,Bella ingin hidup mandiri dan tidak dimanja. Tapi terima kasih ya Pa." Kata Putri Bella.
"Kamu tuh,sama keluarga masih ngucapin terima kasih. Ellora mendidikmu dengan baik,ah Papa jadi merindukannya." Ucap Ethan hanya bercanda.
"Ish Papa,awas loh kedengaran Ayah. Bisa....!." Balas Putri Bella sambil menggunakan tangannya seperti menggor*k lehernya.
"Ha ha ha....Ayah mu memang barbar. Papa angkat tangan. Ya sudah masuk sana,hati-hati." Ucap Ethan sambil mengelus kepalanya.
"Oke Papa ganteng,bye." Putri Bella pun keluar dari mobil dan menuju kelasnya.
Hari ini Putri Bella memakai dress mini di atas lutut berwarna biru laut dan memperlihatkan kaki jenjangnya yang sangat putih. Bagian atas dress yang dia pakai tertutup dan sopan sehingga saat Putri Bella memakai dress mini ini malah terlihat anggun bukannya sex*. Apalagi dipertegas dengan mata hijaunya yang sangat jarang bahkan memang tidak ada wanita yang memilikinya di kampus tersebut.
Sekarang saat Putri Bella melangkahkan kakinya,dia terkejut karena banyak lelaki yang berdatangan padanya dan meminta untuk berkenalan dan berfoto. Putri Bella sangat risih dan tidak suka bahkan ada yang berani menyolek tangannya. Disaat Putri Bella mencari cara untuk kabur,sebuah tangan hangat menariknya dan memeluk tubuhnya. Putri Bella sudah tau siapa itu karena dari bau khas tubuhnya,Putri Bella pun menjadi tenang dan tersenyum.
"Kamu tidak apa-apa,apa ada yang terluka ?." Tanya Zette sambil memeriksa satu persatu tubuh Putri Bella.
Tanpa sadar semua perlakuan dan perhatiannya kepada Putri Bella dilihat mata banyak orang termasuk Sophia yang baru datang bersama Zette tentunya. Semua mata lelaki memandang tajam kepada Zette dan Sophia memandang tajam kepada Putri Bella.
Para lelaki yang tidak terima langsung maju mengerumuni Putri Bella dan Zette serta Sophia yang memang ada di samping mereka. Zette melupakan Sophia dan hanya melindungi tubuh Putri Bella. Sophia yang tidak terima dan marah langsung saja berakting,dia pun berteriak.
"Argghhhtttt......Zet tolong aku." Teriaknya seperti kesakitan dan sedang terduduk memegang kakinya.
Zette langsung tersadar karena sudah melupakan majikannya,dia melihat Sophia sedang kesakitan dan langsung melepaskan pelukannya pada Putri Bella lalu menghampiri Sophia.
"Zet....kakiku sakit,hiks.....hiks....." Aktingnya.
Zette yang melihat majikannya menangis langsung kalut dan segera mengangkat tubuhnya ke dalam pelukannya lalu segera pergi dan melupakan keberadaan Putri Bella. Sophia yang melihat tatapan sedih dari gadis yang sepertinya dikenal Zette,tersenyum puas.
__ADS_1
Putri Bella hanya mematung melihat kepergian Zette dan wanita yang digendongnya,tak terasa air mata nya keluar karena hatinya sangat sakit. Disaat Putri Bella sedang menangis bahkan dia juga lupa jika semua mata sedang melihatnya,ada sebuah tangan menariknya dari kerumunan. Terlihat oleh Putri Bella yang baru saja tersadar dari tangisannya kalau yang menariknya adalah seorang pemuda.
Pemuda itu membawanya ke sebuah ruangan yang sepertinya gudang,karena banyak debu dan jaring laba-laba serta benda-benda yang sudah rusak.
Pemuda itu pun melepaskan tangan Putri Bella dan langsung duduk dengan nyaman di sebuah kursi sofa bekas.
"Santai saja,sit down. I'm not bad." Kata pemuda itu.
"I'm Calvin." Pemuda itu memperkenalkan dirinya.
"Arabella" Putri Bella juga memperkenalkan diri.
"Hem.....nama yang bagus. Kamu anak baru bikin kampus ini berisik,aku menolongmu hanya agar mereka berhenti berisik. Aku suka ketenangan." Ucapnya lalu menutup matanya seperti akan tidur.
"Hei.....kamu mau tidur ?." Tanya Putri Bella.
"Ya,tunggulah sebentar agar keadaan diluar tenang. Sebaiknya kamu pulang dulu dan memikirkan lagi bagaimana agar kuliah besok tak diganggu mereka lagi." Kata Calvin lalu terdiam.
Putri Bella pun tak menjawabnya dan memang benar perkataannya jika ingin tenang belajar,dia harus memikirkan cara agar tidak diganggu lagi.
Sedangkan Zette sedang di dalam mobil memeriksa kaki Sophia dan belum sadar sudah melupakan Putri Bella.
"Zet,boleh aku bertanya. Siapa wanita tadi yang kamu peluk,kamu mengenalnya ?." Tanya Sophia yang membuat mata Zette membulat.
Zette yang baru tersadarkan oleh pertanyaan Sophia langsung mengingat Bella-nya dan segera saja berlari tanpa mau mendengar teriakan Sophia di belakangnya.
Zette kembali ke tempat tadi Bella-nya dikerumuni para lelaki,tapi keberadaannya sudah tidak ada. Zette mencari ke semua kelas-kelas yang mungkin ada keberadaanya meskipun dia tidak tau Bella-nya di kelas mana. Zette merasa frustasi dan menyalahkan dirinya sendiri karena sudah bodoh meninggalkannya ketika keadaanya sedang kesulitan.
"Argggghhhhhhhhtttttt !." Teriaknya frustasi tanpa malu karena dipandangi orang-orang.
BERSAMBUNG......
❤️ Happy Reading ❤️
__ADS_1