
🌹Zaman Kuno🌹
Tiga hari berlalu setelah kejadian 'ciuman tak sengaja' Pangeran Regan dan Saxon. Hari ini adalah jadwal latihan karate mereka,dan akhirnya mereka bertemu. Sikap mereka berdua meskipun sedikit canggung tapi seperti biasanya mereka akrab mengobrol bersama teman mereka yang lainnya.
"Pangeran,kenapa hari ini Anda dan Saxon terlihat berbeda. Biasanya kalian saling melempar canda dan selalu jahil pada kami ?." Tanya Andreas seorang putra Bangsawan.
"Ya.....yang dikatakan Andreas benar. Aku juga merasakannya,ada apa ?." Kata seorang putra Bangsawan lainya yang bernama Xavier.
"Benarkah,ah itu hanya perasaan kalian. Iya kan Saxon." Kata Pangeran Regan dan menaruh tangannya di bahu Saxon seperti biasanya.
Sedangkan Saxon sedikit bergetar tubuhnya,tapi dia segera normal kembali.
"Ya tentu saja Pangeran-ku yang selalu maha benar. Mungkin saja candaan kita hari ini kurang,bagaimana kalau kita tanding saja." Kata Saxon menjawab dengan sama seperti biasanya.
"Baik......apa taruhannya. Aku tak pernah ingin melakukan sesuatu yang tidak ada keuntungannya." Katanya sambil mengangkat satu alisnya dan tersenyum.
Semua orang terpana melihat senyumannya yang semakin membuat wajahnya semakin tampan,meskipun mereka para lelaki tapi tetap mereka mengakui ketampanannya.
Ketika mereka masih berbincang,terdengar suara Ratu Ellora dan seorang wanita lain. Wanita itu adalah Eloisa,tapi Pangeran yang melihatnya bingung dengan pakaian seperti lelaki yang dipakai Bibinya itu.
"Bibi,pakaian apa yang kamu kenakan ?." Tanya Pangeran Regan.
"Haish.....anak bandel. Aku bilang panggil namaku,sekarang usia kita sama. Kenapa masih memanggilku bibi,kamu ingin aku jewer !." Kata Eloisa sambil bercanda.
Kemudian mata Eloisa menatap ke arah Saxon dan terlihat senyum malunya dan pipinya langsung memerah. Eloisa sengaja meminta kepada Ratu Ellora untuk diijinkan latihan karate bersama para lelaki,dia jujur mengatakan pada Ratu Ellora bahwa dia menyukai salah satu pemuda disana.
Saat sekarang Ratu Ellora melihat mata Eloisa menatap malu pada Saxon,akhirnya dia tahu siapa pemuda itu.
( Eloisa dia cwe....cwe 😅🙈 ).
Sekarang semua sudah bersiap latihan,Ratu Ellora meminta mereka melakukan Kumite ( Latihan tanding ) . Dia sengaja memasangkan Eloisa dengan Saxon dan memintanya untuk melatih Eloisa latihan dasar.
"Saxon,saya minta tolong. Saya ingin kamu mau mengajari Eloisa dengan latihan dasar." Pinta Ratu Ellora.
"Baik Ratu,saya akan lakukan." Jawabnya.
Mereka pun segera mulai dan Pangeran Regan pasangan lawannya adalah Xavier. Hati Pangeran Regan merasa aneh saat melihat Saxon dengan Eloisa,karena dia merasa tidak suka jika Saxon bersama orang lain apalagi seorang perempuan.
"Pangeran Regan,kenapa melamun. Ratu sudah meminta kita segera mulai." Kata Xavier mengingatkannya.
__ADS_1
"Oh....baiklah. Ayo kita mulai." Kata Pangeran Regan.
Setelah Pangeran Regan berhasil mengalahkan Xavier,matanya langsung melihat ke arah Saxon berada. Matanya langsung melotot dan dia mengepalkan tangannya,dia melihat mereka terjatuh dan posisi Saxon berada di atas tubuh Eloisa.
Pangeran Regan tiba-tiba merasa hatinya panas dan dia pun melangkahkan kakinya mendekati mereka dan berkata.
"Bibi....aku saja yang mengajarimu. Saxon tingkatannya masih dibawah ku,dia belum mampu mengajarimu." Pangeran Regan beralasan.
"Tapi aku ingin bersama Saxon,dia bagus ko dan aku sangat menyukainya.....eh,maksudku aku menyukai caranya melatihku." Kata Eloisa sambil mengerjapkan bulu matanya lembut memberi isyarat pada Pangeran Regan.
Tapi Pangeran Regan yang tidak mau melihat dan mendengar apapun,langsung menarik Saxon berdiri dan menariknya pergi untuk ganti posisi. Sekarang Saxon berpasangan dengan Xavier dan Pangeran Regan dengan Eloisa. Eloisa cemberut karena Pangeran bandel itu tidak mau mengerti kemauannya.
Sedangkan Ratu Ellora yang sedang memperhatikan mereka merasa terkejut,karena dia melihat rasa cemburu dari Putranya itu. Dia melihat mata Pangeran Regan yang melihat marah pada Eloisa tapi menatap penuh arti pada Saxon.
Ratu Ellora menutup mulutnya dengan kedua tangan dan langsung berbicara dengan sedikit terbata-bata.
"Ka.....kalian,lanjutkan latihannya. A...aku pergi dulu." Ucapnya kemudian pergi dengan tergesa-gesa.
Ratu Ellora dengan secepatnya ingin menemui suaminya,dia naik kereta kuda dan memerintah untuk secepatnya sampai di Istana. Setelah sampai dia berlari dan bertanya pada pelayan dimana suaminya berada.
Setelah itu dia berlari lagi dan membuka pintu dengan keras,yang di balik pintu itu suaminya Raja Everald sedang ada pertemuan penting dengan para Petinggi Istana. Semua orang terkejut melihat perilaku Ratu mereka,karena biasanya Ratu bersikap sopan.
Raja Everald pun segera membubarkan pertemuan dan langsung berdiri dari Singgasananya lalu berjalan menghampiri Ratu-nya. Raja Everald yang melihatnya dari dekat wajah istrinya yang pucat langsung memeluk bahunya dan segera membawanya ke kamar mereka.
"Sayang,ada apa. Apakah ada yang ingin membun*hmu ?." Tanya Raja Everald sudah ketakutan.
Tapi Ratu Ellora menggeleng dan membuat Raja Everald semakin heran.
"Apakah ada pesan genting dari Penyihir yang sedang berada di Kastil Perdamaian ?." Tanyanya lagi.
Ratu Ellora masih menggeleng dan sekarang malah membuka dan menutup mulutnya terus menerus seperti ikan.
"Sayang,jangan membuatku bingung." Sekarang nadanya semakin tinggi karena panik.
"Put.....putramu. Dia...dia..." Ucap Ratu Ellora akhirnya.
"Apa ? Pangeran Regan kenapa ?." Desak Raja Everald tak tahan.
"Dia....." Ratu Ellora masih seperti itu.
__ADS_1
"Ellora ! Kamu,cepat katakan." Sekarang Raja Everald menggoyangkan tubuh istrinya.
"Dia tamat.....dunia putraku tamat. Dia sakit,putraku sakit.....Huhuhu." Raja Everald yang mendengarnya ikutan panik apalagi istrinya sudah lama tidak pernah menangis.
"Shhh.....sayang. Kalau kamu seperti ini,aku tak bisa berbuat apa-apa. Putra kita sakit apa,apa sangat serius ?." Kata Raja Everald.
"Putra kita ho*mo,hu...hu...hu." Ucapnya tak jelas.
"Apa itu ho*mo ?." Tanyanya.
"Putra kita menyukai laki-laki,dia menyukai pemuda itu. Saxon." Akhirnya Ratu Ellora mengatakannya.
Raja Everald yang mendengarnya serasa disambar petir,tubuhnya tiba-tiba terasa lemas dan seperti akan terjatuh. Ratu Ellora yang masih bersedih melihat suaminya seperti itu,langsung memapahnya ke kursi.
🌹Zaman Modern🌹
Putri Bella yang sekarang baru saja masuk ke dalam Apartemen,langsung masuk ke kamarnya. Tak lama terdengar ketukan di pintu,dan dia membukanya.
Ethan dan Shelly yang melihat penampilan Putri angkatnya mulutnya menganga lebar.
"Sayang,pakaian apa yang kamu pakai ?." Tanya Shelly.
"Arabella ! Apa ini ?!." Bentak Ethan tanpa sadar.
Putri Bella pun mengerti sepertinya orang tua angkatnya bahkan Zette tidak menyukai apa yang dipakainya sekarang. Dia pun menghela nafas ternyata disayang terlalu berlebihan juga rasanya tidak enak.
"Ma,Pa. Ini tadi pakaian Bella basah,jadi teman Bella membelikannya. Tapi jika kalian berdua tidak menyukainya,Bella tidak akan memakainya lagi." Kata Putri Bella dan terdengar sedikit mengeluh.
Ethan dan Shelly saling memandang,mereka heran kenapa Putri angkatnya ini terasa berbeda,sebenarnya apa yang terjadi hari ini. Bahkan Zette datang dengan cemas menanyakan Putrinya dan Putri Bella juga ponselnya sampai dimatikan bahkan pulang malam.
"Baiklah,sekarang istirahatlah. Besok kita bisa bicara lagi,kamu pasti capek." Kata Shelly lembut dan mengusap kepalanya.
Putri Bella hanya menganggukkan kepalanya dan mereka berdua pun pergi.
Ternyata sekarang forum-forum online kampus sedang heboh lagi,karena ada yang merekam adegan saat siang tadi ketika Putri Bella menangis memandangi Zette memeluk dan menggendong Shopia. Tak hanya di forum online kampus tapi Videonya di-posting dan disebarkan di Internet. Hastag Rekaman video itu adalah # Dewi_baru_kampus_kita_patah_hati.
Tak urung sekarang Postingan video itu menggegerkan jagat Maya,dan Zette yang memang sudah bermain Internet pun melihatnya. Zette melihat Bella kesayangannya menangis begitu sedih saat dia tinggalkan tadi siang.
Zette mencengkram ponselnya dengan erat seakan ingin meremukkannya,dia mengutuk dirinya sendiri karena dialah yang menyebabkan Bella-nya menangis. Saat sekarang Zette mengingat lagi perkataan Putri Bella padanya tadi,dia benar-benar ingin mencekik dirinya sendiri.
__ADS_1
❤️ Happy Reading ❤️