
Kastil Perdamaian.
Seminggu Kemudian.....
Setelah seminggu berlalu, akhirnya ada pergerakan dari Ellora. Jari-jari tangannya bergerak satu persatu dan kedua matanya dengan perlahan terbuka. Dia masih mencoba menormalkan penglihatannya, karena masih merasa sakit ketika melihat cahaya lilin.
Kebetulan Zette sedang menemaninya dan dia melihat pergerakannya, karena selama seminggu ini dia sangat rajin menemaninya.
"Putri! Kamu akhirnya bangun! Aku...a-aku akan segera memanggil Guru." Ucapnya dengan gugup.
"Tunggu.....dimana....suamiku?." Tanyanya masih dengan suara yang sangat lemah.
"Pangeran sedang pergi ke Istana, dia selama ini selalu pulang pergi kesini dan ke Istana. Aku akan segera menyuruh orang untuk pergi menjemputnya."
Zette pun segera memberitahu semua orang termasuk Penyihir Rhyannon, dia juga segera menyuruh orang untuk segera menjemput Pangeran.
***
Istana Prygia.
Putra Mahkota merasa sangat gelisah, karena selama seminggu ini dirinya tidak melihat Putri Ellora. Hatinya terasa tak tenang dan juga terasa sangat sakit. Selama seminggu ini dia menahan dirinya agar tidak bertanya kepada Pangeran Ketiga, tapi hari ini dia benar-benar sudah tak bisa menahannya lagi.
Putra Mahkota segera menemui Pangeran Everald, setelah mendengar kedatangannya. Dia ingin bertanya secara langsung dengan menghilangkan rasa malu dan juga rasa gengsinya.
Setelah dia menghampiri pangeran ketiga, tanpa basa-basi dia pun langsung bertanya.
"Sekarang bagaimana keadaan Putri? Kenapa dia masih belum kembali ke istana?." Tanyanya, nada khawatirnya sangat jelas terdengar.
"Apa urusannya denganmu!? Kenapa kamu berpura-pura perhatian padanya, dia sekarang masih terbaring terluka dan masih tak sadarkan diri. Dan semua itu adalah perbuatan jahat Ibu mu! Kamu puas!." Kata Everald dengan tajam.
Tapi tak berapa lama, Everald merasakan suatu keanehan dari Putra Mahkota.
"Tunggu! Kekhawatiranmu kepada istriku sepertinya bukan pura-pura. Karena tidak mungkin kamu mengkhawatirkannya, karena kamu membenciku selama ini. Tidak! Jangan katakan kamu menyukai istriku?!." Everald menyipitkan matanya curiga.
Dan benar saja, perkataannya tepat sasaran karena Putra Mahkota terlihat gugup. "Apa maksudmu....A-aku tidak...."
Melihat kegugupannya, Everald malah semakin curiga. "Kamu bohong, katakan yang sebenarnya!." Bentaknya.
Putra Mahkota pun tak ingin berbohong lagi dan mengatakannya. " Jika memang aku menyukainya, memangnya kenapa?!."
"Bajing*n! Dia Istriku! Beraninya kamu!." Geram Everald.
"Aku tak perduli! Meskipun dia Istrimu, aku tidak akan berhenti mencintainya!." Putra Mahkota mengatakannya dengan penuh penekanan.
Setelah mengatakannya Putra Mahkota langsung pergi, meninggalkan Everald yang masih terpaku mendengar pengakuan dari Putra Mahkota.
Everald benar-benar tak menyangka Putra Mahkota akan mengakui dengan jujur, bahwa dia mencintai istrinya. Hatinya terasa panas, dia tidak bisa lagi menahan amarahnya.
Disaat dirinya akan mengejar Putra Mahkota, tapi tiba-tiba ada pelayan Istana yang memberitahunya, jika ada seseorang yang ingin menemuinya.
Everald pun mengurungkan niatnya untuk mengejarnya, lalu dirinya mendengar kabar bahwa Istrinya sudah sadar dan sedang mencarinya. Dia segera pergi dengan cepat dan tersenyum sepanjang jalan, karena dia tak bisa menahan kebahagiaannya.
__ADS_1
***
Kastil Perdamaian.
Everald langsung berlari ke ruangan tempat istrinya terbaring, saat dirinya masuk dia melihat istrinya sudah terbangun. Dia melihat Istrinya sedang duduk bersandar, seketika itu juga air mata lolos dari matanya.
Ellora juga melihat kedatangan suaminya, dia langsung tersenyum lebar.
"Baby...kamu sudah datang, kemarilah. Aku sangat merindukanmu." Ellora tersenyum padanya dengan wajahnya yang masih pucat.
"Sayang....huhuhu....hiks..!" Everald tak bisa lagi menahan air matanya dan terisak menangis seperti anak kecil.
"Shhhh! Kemarilah." Ellora memanggilnya.
Kemudian Everald berjalan mendekatinya dan langsung memeluknya dengan pelan, tapi tetap saja pelukannya itu membuat Istrinya meringis kesakitan.
"Maaf sayang, apa masih sakit?" Everald tersadar dia sudah menyakitinya saat mendengar istrinya meringis.
"Sedikit, sini aku akan memeriksa wajahmu dulu." Ellora lalu menakup wajah suaminya dengan kedua tangannya.
"Aish! Lihatlah wajahmu. Sekarang ketampananmu sudah hilang, kenapa sekarang lebih tampan Zette daripada kamu?! Ckckck...." Godanya pada suaminya seperti biasanya.
Everald langsung cemberut dan semua orang yang sedang bersama mereka di ruangan itu tak bisa menahan tawanya, mereka sangat senang melihat interaksi suami istri yang terlihat sangat mendamaikan hati itu.
Setelah itu semua orang pun meninggalkan suami istri itu, agar mereka berdua bisa melepaskan rasa rindunya.
Everald memeluk istrinya sambil ikut berbaring, dia terus menerus mengecup setiap inci dari bagian wajah istrinya.
Ellora hanya menyerah dan diam saja ketika suaminya berperilaku seperti itu, karena dia tahu semua ketakutan suaminya. Sebelum suaminya barusan datang, Guru Chiron sudah memberitahunya bahwa suaminya itu sudah mengetahui semua kebenarannya.
"Sekarang berjanjilah, jangan pernah lagi mempertaruhkan nyawamu untukku. Mulai sekarang, aku yang akan melindungimu dan kamu hanya harus berada di sampingku."
Ellora hanya terdiam saat mendengarnya, karena dia tidak akan bisa menjanjikan semua itu. Dirinya memang sudah ditakdirkan untuk melindungi suaminya, dia pun hanya memeluk erat suaminya, lalu dengan lembut mencium bibir suaminya.
Everald yang tak mendapatkan jawaban dari istrinya, akhirnya hanya mengikuti cumbuan istrinya. Tapi karena keadaan Ellora yang masih terluka, tentu saja dia tidak akan melakukannya lebih dari itu.
***
Istana Prygia.
Lain lagi dengan keadaan yang sudah membaik di Kastil Perdamaian, di Istana keadaan Putra Mahkota sangatlah buruk setelah Everald meninggalkan Istana.
Putra Mahkota memikirkan Ellora dan tak bisa berhenti meminum minuman keras, sampai tergeletak di lantai tak sadarkan diri karena sangat mabuk.
Ibunya Sang Ratu menahan amarahnya, saat dirinya melihat kelakuan Putranya yang sekarang semakin bertambah parah.
Sudah hampir seminggu ini mereka berperang dingin, dirinya sudah mencoba untuk berbicara dengan Putranya itu, tapi hanya diacuhkan olehnya. Dan sekarang gara-gara memikirkan wanita itu, bahkan Putranya ini tak ada hentinya meminum minuman keras.
Ratu Letizya yang melihat anaknya sudah tak sadarkan diri, segera memerintahkan para pelayan mengurusnya. Dan meminta Istrinya Putri Mahkota Deena untuk segera mengurus dan membersihkan tubuh berbau minuman keras suaminya itu.
Putri Deena sebenarnya sedang marah kepada suaminya, karena dia tau kondisi suaminya seperti ini gara-gara memikirkan wanita itu. Dirinya sungguh sudah tak tahan lagi dan akan segera meminta bantuan keluarganya untuk membereskan Istri dari Pangeran Ketiga itu.
__ADS_1
***
Tempat Penyihir Zyir.
Ratu Letizya yang marah karena melihat keadaan Putranya, langsung datang ke tempat Penyihir Zyir kembali. Dirinya sudah mengerti, jika Penyihir memang tidak bisa berbuat apapun kepada istri Pangeran Ketiga.
Bahkan Para Tetua dari Klan-nya pun tak berhasil membunuh Putri Ellora, meskipun sudah menyuruh Pembunuh bayaran para Ninja. Maka dirinya akan bertindak lagi kepada Pangeran Ketiga dan kalau bisa akan segera melenyapkannya.
Kali ini Penyihir Zyir menggunakan sihir hitam boneka Voodoo, itu berupa Petro Voodoo yang mengartikan Kutukan Kematian.
****
Kastil Perdamaian.
Everald yang sedang tertidur dengan memeluk istrinya, tiba-tiba merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Dia merintih kesakitan, sampai membuat Ellora terbangun.
Ellora segera bangkit duduk dengan perlahan, karena tubuhnya masih belum sembuh dan terasa sakit. Dia melihat tubuh suaminya yang kejang-kejang dan juga terdengar rintihan kesakitan dari mulutnya. Dirinya segera membangunkan suaminya, tapi tetap saja kondisinya seperti itu.
Ellora akhirnya berteriak dan semua orang pun segera berdatangan, termasuk Penyihir Rhyannon.
Penyihir Rhyannon melihat keadaan Everald dan langsung merasakan suatu kekuatan sihir hitam sangat besar, yang berupa kutukan kematian dengan menggunakan boneka Voodoo. Penyihir Rhyannon pun mengatakan ke semua orang dan mereka semua terkejut.
"Tidak! Tolong suamiku, aku mohon." Ellora menjerit ketakutan.
"Hanya ada satu cara menolong Pangeran." ucap Penyihir Rhyannon.
Guru Chiron yang sangat khawatir segera bertanya. "Apa itu? Cepat katakan!."
"Dengan darah dari Putri, karena ikatan batin mereka sudah terjalin dengan sangat erat, Bahkan jiwa mereka pun sudah bersatu. Apalagi tubuh Putri istimewa, tentu saja darahnya pun menjadi sangat istimewa." jawab Penyihir.
"Baiklah....ambilah sebanyak mungkin, cepat!" Ellora tak ingin berpikir lama.
"Tapi Putri, tubuhmu masih belum pulih. Semua ini akan membahayakan nyawamu, karena kamu sudah kehilangan banyak darah." jawab Penyihir itu lagi seraya menggelengkan kepalanya.
"Sudahlah, lakukan saja. Jangan pedulikan aku, cepat! Aku mohon...." Ellora semakin tak sabar.
"Putri! Tidak!." Kali ini Zette melarangnya.
Zette masih ingat pesan Everald padanya, untuk selalu mementingkan Ellora terlebih dulu.
Tapi Ellora sangat keras kepala, dia segera mengambil belati kecil pemberian dari Penyihir Rhyannon yang sudah diberi mantra. Dia lalu tanpa ragu menggores telapak tangannya beberapa kali, hingga akhirnya keluar banyak darah dan segera meminumkannya ke dalam mulut suaminya.
Ketika darahnya yang sangat banyak itu mengalir ke tenggorokan, lalu masuk ke tubuh suaminya. Tak berapa lama tubuh suaminya itu berhenti mengejang dan rintihan kesakitannya pun tak terdengar lagi.
Ellora yang melihat kondisi suaminya berangsur membaik merasa lega, tapi dia langsung memejamkan matanya dan jatuh terbaring tak sadarkan diri lagi.
Sedangkan Everald yang terbangun dan melihat semua orang berada di depannya hanya menatap mereka penuh tanda tanya. Dirinya belum tahu apa yang sudah dilakukan istrinya lagi dan lagi untuk menyelamatkannya.
BERSAMBUNG.........
__ADS_1
Like dan Komennya 😊
🌹 Happy Reading selalu Readers-ku 🌹