Roh Wanita Modern Di Kerajaan Kuno

Roh Wanita Modern Di Kerajaan Kuno
Bab.28 Menjadi Ksatria Wanita


__ADS_3

Kerajaan Prygia.


Ellora dan Everald sudah kembali pulang ke Istana, Ellora mulai semakin waspada kepada Ratu Letizya, tapi dia juga tak menunjukkannya. Dia juga sudah mendapatkan kabar bahwa Zette sudah ikut bergabung dan langsung menjadi Ksatria Level tiga.


Ellora sudah pernah merasakan kemampuan bertarungnya, jadi dirinya yakin kalau Zette bisa naik Level sampai menjadi Ksatria Level Satu.


Ellora tahu Pasukan Perdamaian harus segera mempersiapkan semuanya. Karena dari penglihatan Penyihir Rhyannon, sepertinya waktunya tidak akan lama lagi.


Tuan Rabbit memberitahunya, bahwa Penyihir Rhyannon sudah berkata kepada semua orang yang ada di Kastil.


'Jika Matahari tertutup penuh sempurna oleh Bulan, saat itulah Dunia menjadi gelap dan tanah akan dibanjiri oleh lautan darah '.


Penyihir Rhyannon memperkirakan waktunya sekitar tiga bulan lebih terhitung dari waktu sekarang, sehingga persiapan di Kastil Perdamaian semakin gencar.


Tuan Rabbit juga membawa pemberian dari Penyihir Rhyannon, yaitu sebuah Ramuan Obat yang sudah diberi mantra dan ramuan itu harus diminum olehnya. Khasiat dari Ramuan Obat itu bisa membuat mereka bisa berkomunikasi, meskipun dengan jarak mereka yang jauh. Penyihir juga bilang kalau obat ini bisa bereaksi hanya di tubuhnya, karena dia memang sangatlah Istimewa.


Ellora juga diberi sebuah cincin bertahtakan batu Rubi kecil berwarna merah muda, kegunaan cincin itu bisa mendeteksi jika ada sesuatu yang membahayakan. Seperti jika ada racun di makanan atau minuman, maka batu Rubi itu akan berubah warna menjadi merah darah.


Ellora sudah memutuskan, jika mulai sekarang dia akan menjadi pengawal pribadi untuk suaminya. Dia merasa sangat bersyukur, karena dirinya mempunyai keistimewaan dan bisa menjadi pelindung untuk suaminya.


🌹Benda Sihir Yang Ada Di Ellora🌹



Gelang Hijau Zamrud.


Pisau belati yang sudah dimantrai.


Cincin batu Rubi pendeteksi bahaya.


Ramuan obat komunikasi yang ada dalam tubuhnya.



Ellora sesekali pergi ke Kastil Perdamaian, jika suaminya sedang ada tugas dan pergi bersama Raja Achilles. Dia mempergunakan waktunya di Kastil untuk berlatih alat-alat bertarung di Zaman kuno ini.


Tuan Rabbit selalu sigap membantunya apapun permintaannya, sudah seperti asisten pribadinya.


Sebenarnya Tuan Rabbit dan Burung Phoenix adalah sahabat, tapi di depan Pangeran Ketiga si tuan Rabbit berpura-pura ketakutan.

__ADS_1


Jadi ketika Ellora ingin datang ke Kastil, si tuan Rabbit selalu membawa si Burung Phoenix. Tapi karena mereka menjaga agar tidak diketahui orang lain, mereka menggunakan jaring Invisible pemberian Penyihir Rhyannon untuk membuat mereka tak kasat mata.


***


Kastil Perdamaian.


Di kastil Ellora langsung bertemu dengan Zette, yang terlihat sangat gagah memakai pakaian Ksatria untuk berlatih.


Zette memegang sebuah pedang panjang, yang gagangnya bergambar seekor serigala. Dan juga dengan wajahnya yang mempunyai bekas luka, malah semakin menambah karismatik nya.


"Selamat datang Putri, hamba memberi hormat!." ucapnya sambil berlutut dengan satu kaki dan kepalanya ditundukkan.


"Ah Zette! Apa yang kamu lakukan? Cepat bangunlah!." ucap Ellora kaget.


Guru Chiron yang baru saja datang, mendengar perkataan Ellora, dia segera berbicara.


"Tidak Putri! Mulai sekarang semua yang berada di Kastil ini, harus memberi hormat dan juga berperilaku hormat kepadamu. Meskipun kami tau kamu tidak menginginkannya, tapi ini adalah sebuah bentuk penghormatan dari kami karena keberanian dan keistimewaanmu. Bukan karena menyanjungmu sebagai manusia." kata Guru Chiron menjelaskan.


"Salam hormat kami Goddess!!!."


Semua pasukan kecuali Guru Chiron dan Penyihir Rhyannon yang berada di Kastil, mereka semua yang sedang berada disana langsung memberi hormat kepadanya. Mereka memanggilnya dengan sebutan yang sudah dipakai di pemukiman yaitu Goddess.


"Baiklah, terserah kalian. Aku hanya ingin menjadi pelindung untuk suamiku dan niatku kesini ingin berlatih memakai pedang dan juga senjata lainnya." Akhirnya Ellora pasrah menerima penghormatan mereka semua padanya.


Ellora sangat menyukainya dan berterima kasih atas pemberiannya, dia akan memakai pedang itu untuk berlatih dan pelatihnya adalah Zette.


Ellora dibawa kesebuah lapangan yang sangat luas tempat latihan para prajurit, semua prajurit yang melihatnya langsung memberi hormat kepadanya.


Kemudian Zette membawanya ke tempat khusus para Ksatria dan Jendral berlatih. Disana semua peralatan sangatlah lengkap, seperti pedang yang berjejer, bahkan tombak-tombak dan juga busur-busur panah.


Ellora akan memulai dengan berlatih pedang terlebih dahulu, karena dia pikir itu lah yang paling sulit. Jika sesuatu yang sulit sudah bisa dia lalui, maka yang lainnya dia sangat yakin pasti akan bisa.


"Baiklah, kita akan mulai sekarang putri. Perhatikan langkah dan juga gerakanku, aku tidak ingin dengan tidak sengaja melukaimu." kata Zette, lalu dia memulai gerakannya.


Zette pun melatih dulu dari tahap-tahap dasar yang ringan, dari tahap level satu. Setelah satu jam mereka berlatih Ellora dengan sangat cepat bisa mempelajarinya, Zette pun sangat kagum dengan kemampuan kecepatan Ellora dalam berlatih.


( Dalam latihan level satu adalah paling dasar, sedangkan dalam Pangkat level satu adalah paling tinggi ).


Guru Chiron dan Penyihir Rhyannon pun memberi pujian padanya.

__ADS_1


Ellora tak berada lama di Kastil, dia takut saat suaminya pulang dan tak melihatnya, suaminya akan bertanya. Dia tidak ingin suaminya curiga dan bertanya padanya, yang membuat Ellora harus berbohong.


Guru Chiron dan dirinya sudah sepakat, jika mereka tidak akan memberitahu suaminya. Karena jika suaminya itu tahu semuanya, dia akan bersikap waspada kepada Ratu dan Putra Mahkota. Jika itu terjadi, maka Ratu pasti akan segera mencurigai suaminya. Takutnya nantinya Ratu akan tahu tentang Pasukan Perdamaian, yang sudah lama tersembunyi.


***


Istana Prygia.


Ellora sudah selesai membersihkan dirinya yang lengket karena berkeringat, dia segera berdandan cantik dan memakai wewangian. Dia sudah berjanji dalam hatinya, jika mulai sekarang setiap hari dia akan memberikan cintanya yang terbaik untuk suaminya.


Ellora tahu peperangan akan secepatnya terjadi, dirinya tidak ingin sedetikpun menyia-nyiakan waktu jika sedang bersama suaminya. Begitu pula malam ini, dia akan melayani suaminya dengan sepenuh hati dan dia juga berjanji akan selalu menjadi pelindung suaminya.


( Ellora udah mah dokter, jago bela diri dan sekarang menjadi Ksatria Wanita pula ❤️🌹).


"Sayang, kamu cantik sekali malam ini. Apakah ada sesuatu?." Tanya Everald saat masuk ke kamar dan melihat istrinya yang luar biasa memukau.


"Apakah harus terjadi sesuatu dulu, baru aku seperti ini. Apakah selama jika aku tak berpenampilan seperti sekarang, aku tak cantik?." Kata Ellora sambil memutarkan bola matanya ke atas.


"AH, sudahlah baby. Kemarilah, aku akan membuka bajumu agar kamu bisa segera berendam. Aku sudah menyiapkan air mandi, karena kamu pasti sangat capek dengan tugas-tugas yang diberikan Ayahmu." Ucapnya lagi seraya membuka pakaian suaminya satu persatu.


Setelah semua pakaian terlepas dari tubuhnya, Everald lalu melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi, tapi dia kemudian berbalik lagi dan berkata pada istrinya.


"Sayang, maukah kamu menggosok punggungku? Rasanya lengket sekali, mau ya sayang?." kata Everald dengan mimik muka andalannya yaitu Baby face.


"Haisss! Kamu manja sekali, tapi karena istrimu ini baik hati dan sangat mencintaimu. Mulai hari ini apapun keinginanmu, aku akan menjadi pelayanmu yang setia. Baiklah! Silahkan Paduka Yang Mulia, hamba sekarang akan melayanimu mandi." Ucapnya sambil tubuhnya bergaya ala pelayan istana.


Everald yang sangat gemas kepada istrinya, langsung mengangkat tubuhnya dan berjalan membawanya ke kamar mandi. Dia langsung memasukan badan mereka berdua ke wadah air besar tempat mandi.


Ellora pun memekik kaget dengan kelakuan suaminya, dia hanya ingin membantu menggosok punggungnya, tetapi malah menjadi pergulatan sengit di dalam air.


***


Tempat Penyihir Zyir.


Ratu Letizya sedang memberitahukan semua tentang Putri Ellora kepada Penyihir Zyir.


Penyihir Zyir yang mendengarnya langsung memusatkan pikirannya kepada sosok Ellora yang diceritakan, tapi di penglihatannya semuanya serba hitam. Di penglihatannya itu hanya ada bayangan hitam, seperti sebuah dinding yang tidak bisa ditembus. Seperti ada sesuatu yang menghalangi penglihatannya untuk bisa menerobos masuk.


Bersambung.......

__ADS_1


Like dan Komennya jangan lupa ya 😘


🌹Happy Reading My Love Readers-ku🌹


__ADS_2