
Zaman Modern.
Di sebuah ruangan kamar sebuah Apartemen, terbaringlah Ellora dengan mata yang masih tertutup. Tak lama kemudian wanita yang sudah kembali ke zaman modern itu mengerjapkan kedua matanya, dengan perlahan kedua matanya terbuka lebar.
Ellora menatap langit - langit kamar, tiba-tiba dia menangis dengan begitu pilu. Ia merasa bersyukur ternyata Roh nya tidak hilang saat tubuh Ellora kuno terbakar, tapi ia juga sedih harus menerima semua kenyatannya sekarang.
"Apa aku sekarang tidak bisa kembali lagi kesana, karena tubuh Ellora di sana sudah tidak ada?" gumamnya.
Ketika dia sedang meratapi nasibnya, terdengar suara kamar terbuka juga suara teriakan terdengar.
"Sayang! Ellora terbangun!" teriak Shelly.
"Apa?!" Ethan berlari masuk ke dalam kamar.
Mereka berdua segera menghampiri Ellora. Shelly berjalan dengan pelan karena perutnya yang kini sudah membesar.
Saat mendengar suara mereka Ellora memutar kepalanya menatap mereka, tapi saat dia melihat perut Shelly yang membesar karena hamil besar, dia kembali menangis memikirkan kedua anaknya.
"Ellora, kamu akhirnya bangun. Kenapa menangis, apa ada yang sakit? Tunggu aku akan meminta Dokter kesini!" ucap Ethan.
"Tidak Kak! Aku baik-baik saja. Aku hanya bermimpi buruk dalam tidur panjangku yang indah..." ucap Ellora seraya berusaha bangun dengan perlahan. Terlihat infusan di tangannya, ia menariknya lepas.
"Benar kamu gak apa - apa?" tanya Shelly cemas.
"Ya...Terima kasih karena selama ini kalian masih menjagaku," kata Ellora. "Apa kalian menemukan tubuhku di taman Rumah sakit?" tanyanya.
"Ya, pihak Rumah Sakit yang menghubungi kami, kata mereka kamu tak sadarkan diri dan kembali koma." Kata Ethan.
"Setelah dua bulan masih tidak ada perubahan, kami meminta untuk memindahkan mu ke Apartemen kami setelah kami menikah," lanjutnya.
"Jadi kalian sudah menikah? aku ikut bahagia untuk kalian," kata Ellora.
"Sekarang berapa usia kandungan mu?" tanyanya pada Shelly.
"Kurang lebih 7 bulan, maaf kami menikah tidak menunggumu bangun..." kata Shelly sambil mengelus perutnya.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, bolehkah aku mengelus perutmu?" tanya Ellora karena ingat si baby kembar anak- anaknya.
"Tentu saja," jawab Shelly kemudian mendekatinya.
"Kesayangan Bibi... baik-baik di dalam sana. Jangan menyusahkan Ibumu, aku adalah bibimu," kata Ellora bicara pada perut hamil Shelly.
Setelah mengucapkannya dia langsung teringat suaminya, Everald juga pernah mengatakan itu padanya saat dia hamil. "Aku sekarang dimana?" tanyanya.
"Di Apartemen kami, tapi aku selalu meminta orang untuk membersihkan Apartemenmu. Jadi meskipun kosong apartemennya bersih," jawab Ethan.
"Sekali lagi terima kasih, aku ingin pindah besok. Bisakah kak Ethan membantuku sekali lagi?" pinta Ellora.
"Tapi kamu baru sadar, tinggal disinilah dulu," Shelly masih mencemaskan Ellora.
"Tidak, terima kasih. Aku tidak ingin menyusahkan kalian." Jawabnya tegas.
"Baiklah, sekarang aku akan menyuruh orang untuk membersihkan Apartemen mu lagi. Apakah kamu butuh pembantu? Kamu masih lemah," kata Ethan.
"Tidak, terima kasih," Ellora menggeleng.
***
Zaman Kuno.
Sebulan berlalu setelah peperangan berakhir, akhirnya Everald menjadi Raja yang sah tapi bahkan sampai saat ini upacara penobatan belum dilaksanakan. Karena Raja mereka masih tenggelam dalam kesedihannya, bahkan Everald masih bisa bertahan hidup sampai sekarang pun, Guru Chiron merasa bersyukur.
Mereka tidak tergesa - gesa menuntut Everald agar segera bangkit dari keterpurukannya karena mereka semua tau apa arti Ellora untuk lelaki yang mengalami depresi itu.
Sedangkan si Baby kembar karena di dalam tubuh mereka mengalir juga darah dari Ibu mereka, apalagi tubuh mereka berdua masih tersisa ramuan ajaib saat mereka di dalam kandungan. Akhirnya kini tubuh mereka cepat sekali membesar, semua orang sangat terkejut saat pertama kali tubuh mereka berubah. Kecuali Penyihir Rhyannon, karena dia tau semua ini pasti akan terjadi.
Sekarang meskipun Baby kembar berusia satu bulan tapi tubuh mereka bisa dibilang seperti anak berusia satu tahun. Baby Bella sekarang bahkan sudah bisa berjalan tapi bicaranya masih belum jelas, sedangkan Baby Regan dia juga sudah berjalan tapi dia sudah lancar berbicara.
( Keistimewaan Baby kembar bisa bicara Inggris seperti Ibu mereka, juga perkembangan tubuh mereka yang cepat 😊 ).
Mereka berdua adalah kesayangan semua orang, karena mereka adalah peninggalan sang 'Dewi'. Juga karena mereka bisa membawa kembali kebahagian yang sudah hilang, terutama Zette dia benar-benar menepati janjinya pada Ellora dengan menjaga dan merawat Baby kembar.
__ADS_1
Bahkan Baby Bella sudah seperti lem menempel terus kepada Zette, bahkan jika tidak melihatnya sebentar saja seluruh Istana sibuk merayunya agar berhenti menangis seperti yang terjadi saat ini.
"Huaa... hiks... hiks..... huaaa, tette... Beya au tette," tangisnya kencang seraya mencari keberadaan Zette.
Semua pelayan dan juga pengasuh sangat bingung untuk membuatnya berhenti menangis. Untung saja Zette segera datang, hari ini dia ada urusan penting tentang Kerajaan yang harus diurusnya. Dia sekarang sudah diangkat menjadi Jendral Utama, juga sebagai pengawal pribadi Baby kembar.
"Sshh sayang... aku datang, kemarilah aku peluk," ujar Zette saat sudah mendekat.
Baby Bella langsung berlari dengan kaki kecilnya, bayi ajaib itu memeluk kesayangannya.
"Tette pelgi agi... telus dak ajak beya," ucap Baby Bella tak jelas, tapi Zette malah sudah sangat mengerti.
"Tette ada kerjaan penting, tadi Baby Bella-ku yang cantik sedunia sedang tidur. Maaf ya sayang, emmuachhh..." Zette mengecup pipi tembem-nya gemas.
Ketika mereka sedang bicara, datang Baby Regan yang berjalan dengan gaya angkuhnya. Dia sok-sok an menjadi seorang Raja kecil, tapi kelakuannya itu malah membuat semua orang tertawa karena sangat lucu.
"Kamu bayi cengeng, kenapa terus menempel pada Zette. Dia juga harus menikah dan punya anak sendiri, kamu juga nantinya akan ditinggalkan!" jahil Baby Regan, sudah sama seperti Ibunya.
"Huaaaaa! Legan jahat, beya dak cuka," balas Baby Bella sambil menangis lagi.
"OMG! You cry again, please ! Telingaku sakit!" ucap Baby Regan dengan bahasa modern Ibunya.
"Uo ale Mean ! Blodel jahat !" bentak Baby Bella dengan bahasa Inggris juga masih tak jelas.
"Hahahaha..." Akhirnya Zette tak tahan melihat kelakuan mereka berdua.
Zette tetap tertawa meskipun dia tidak mengerti bahasa mereka dan apa yang mereka berdua bicarakan tapi dia sedikit bisa menebak dari mimik wajah mereka berdua. Sebenarnya butuh kesabaran dan kepintaran tingkat tinggi untuk menghadapi mereka berdua.
"Baby Regan, jangan menjahili saudarimu lagi. bukankah kamu bilang ingin menjadi seorang Raja, maka seharusnya seorang Raja harus melindungi semua orang!" Zette menatap serius Baby Regan.
"Kamu benar. Baiklah! i'm Sorry, my little sister," ucapnya pada Baby Bella. "Tunggu Zette ! Kamu bilang tadi aku Baby Regan. Aku sudah bilang panggil aku Raja kecil ! Aku bukan bayi!" katanya lagi seraya cemberut.
Sekarang yang tertawa adalah Guru Chiron yang baru saja datang, Baby Regan segera berlari ketika melihatnya karena Guru Chiron adalah kesayangannya.
BERSAMBUNG........
__ADS_1
---Like, like, like komen ya 😘.