
Keluar dari bandara mereka semua kembali ke Apartemen Ellora,tapi Everald terus menerus bermuka masam karena Ellora tidak mau jauh dari kedua anaknya. Bahkan setelah sampai,yang Ellora pedulikan hanya Kedua anaknya hingga membuat Everald geram.
"Sayang......kalian makan ini" kata Ellora kepada si kembar.
"Sayang,minumlah jus ini" lanjutnya pada si kembar.
"Sayang,nanti kita belanja baju baru untuk kalian" masih kepada si kembar.
"Sayang,nanti setiap malam tidur sama Ibu ya. Ibu masih kangen....." katanya lagi.
Everald yang sudah tak tahan mendengarnya langsung melototi Ellora dan kedua anaknya.
"Sayang !! Kamu tidak melihatku ?!" ucap Everald penuh penekanan.
Ellora yang dari bandara memang sudah melupakan suaminya langsung tertegun,dia menatap ke arah suaminya dan langsung mengedipkan kedua matanya pura-pura lugu.
"Ah Baby......apakah kamu menginginkan sesuatu" tanya Ellora dengan wajah sok lugu.
"Tidak ! Aku tidak menginginkan apapun,tapi kamu ingat kan apa yang aku ucapkan saat kamu hamil. Baby besar nomor satu.....Baby-baby kecil nomor dua. Kamu ingat ?" tanya Everald sambil bersedekap.
Pangeran Regan dan Putri Bella hanya saling menatap,mereka tak menyangka jika Ayahnya benar-benar seperti anak kecil harus berebut dengan mereka berdua. Mereka berdua pun tertawa dan segera menjahili Ayahnya dengan memeluk Ibunya.
"Ibu.....kami juga masih merindukanmu. Jadi ayo setiap malam kita tidur bersama" ucap Putri Bella.
"Iya,sekarang ayo kita pergi beli baju terbaru untuk kami. Kalau bisa hanya kita bertiga" tambah Pangeran Regan.
"Kalian !! Pergi saja kalau berani" kata Everald.
Tapi mereka berdua pura-pura tidak mengerti ancaman ayah mereka dan langsung menarik tubuh Ibunya keluar pintu,Everald yang mematung melihat kelakuan kedua anaknya akhirnya menghela nafasnya. Sepertinya kehidupan yang diimpikan bersama istrinya yang penuh romantisme gagal sudah,sekarang istrinya malah dikuasai oleh kedua anaknya. Zette hanya tersenyum melihat keributan satu keluarga itu,sepertinya janjinya pada Ellora sebentar lagi sudah bisa dia lepaskan.
Lalu dengan semua kehebohan si kembar mereka pergi ke Mall untuk pertama kalinya,kehebohan mereka hanya membuat Ellora bahagia. Meskipun terlambat tapi setidaknya dia sekarang masih bisa membuat kedua anaknya bahagia. Everald yang melihat kebahagian istri dan kedua anaknya pun pasrah dan sekarang hanya bisa ikut bahagia bersama mereka.
__ADS_1
Ellora membeli banyak baju untuk kedua anaknya,tentu juga untuk Everald dan Zette. Tas-tas belanja penuh di kedua tangan Everald dan Zette. Disaat mereka melewati gerai elektronik,Ellora yang ingat mereka berempat belum mempunyai Ponsel pun segera masuk ke sana.
Tentu saja sekali lagi yang heboh adalah si kembar,mereka ribut memilih tipe ponsel dan segala pernak-pernik untuk ponsel mereka. Sedangkan Ellora memberikan ponsel yang sama dengannya untuk Everald dan Zette. Setelah semua dibeli seperti pakaian dan semua perlengkapan lainnya,Ellora membawa mereka makan di sebuah Restoran.
Mereka memesan makanan dan minuman yang belum pernah mereka lihat,di meja sekarang semua penuh dengan pesanan mereka. Ellora sesekali menyuapi kedua anaknya dan sekali lagi dia melupakan suaminya. Everald hanya menghela nafasnya terus menerus menjaga kesabarannya,Zette tidak mau memikirkan kelakuan Raja-nya itu dan hanya fokus makan.
Ketika mereka sedang asyik menikmati makanan mereka,tiba-tiba ada suara seorang lelaki menyapa Ellora. Lelaki yang adalah koleganya di Rumah Sakit,yang memang sudah 4 bulan ini sedang gencar mendekati Ellora karena lelaki itu tau Ellora masih lajang.
"Dokter Ellora,selamat malam.....kebetulan sekali" kata lelaki yang bernama Dokter Liam sambil tersenyum.
"Ah Dokter Liam....Selamat malam juga. Ya kebetulan sekali,Anda bersama siapa ?" Ellora menjawab sapaannya.
"Kebetulan teman yang janjian bersama saya tidak datang,saya baru mau pulang" kata Dokter Liam.
"Apa anda mau pergi tanpa makan ? Bagaimana jika makan bersama saya dan keluarga saya ?" tawar Ellora tanpa maksud apa-apa.
"Bolehkah ? Jika boleh saya tidak akan sungkan" jawab Dokter Liam sangat senang.
"Tentu saja,silahkan" kata Ellora.
"Selamat malam,jadi kalian keluarga Dokter Ellora. Senang berkenalan dengan kalian semua. Apa kalian berdua adalah adik kembar dari Dokter Ellora ?" tanya Dokter Liam kepada si kembar,dia memulai perbincangan.
Mendengar lelaki asing bertanya pada mereka berdua,Pangeran dan Putri hanya melihat ke arah Ibu mereka karena takut salah bicara.
"Ya,mereka berdua adikku. Adik lelaki ku Regan dan Adik perempuanku Arabella. Yang disampingmu bernama Zette,dan satunya lagi Everald. Ah mereka adalah saudara sepupuku" ucap Ellora menjelaskan,tapi dia tidak sadar mata suaminya seperti akan menyemburkan api.
"Oh halo semuanya,saya Dokter Liam. Saya adalah kolega Dokter Ellora dan juga pengagumnya" kata Dokter Liam sambil mengedipkan sebelah mata pada Ellora.
Everald yang tak tahan langsung berdiri dan pergi ke toilet,Pangeran Regan segera memberikan tanda pada Zette agar menyusul ayahnya.
Disaat Zette sudah menyusulnya,terlihat cermin di dalam toilet sudah hancur dan tangan Raja-nya sudah berdarah. Zette mendekatinya tanpa bicara karena sudah mengerti dan langsung membersihkan lukanya. Setelah selesai Zette membersihkan semua pecahan kaca dan pergi untuk membayar kerugian,sedangkan Everald kembali ke meja dan melihat lelaki yang bernama Liam itu terus memandangi wajah istrinya.
__ADS_1
Everald kembali ke meja dengan mengepalkan tangannya dan duduk kembali tapi dia menyembunyikan luka di tangannya. Dia juga tidak berselera makan dan hanya terdiam mendengarkan pembicaraan istrinya dengan lelaki tersebut.
"Operasi Nyonya Zenith terlalu beresiko,tapi karena kamu menjadi Dokter pedampingku dalam operasinya aku sangat tenang. Bakat mu dalam medis aku acungi 10 jempol" kata Dokter Liam sambil mengacungkan jempolnya dan tersenyum.
"Pantas saja jika ada pasien kepadaku,terkadang mereka menanyakan mu. Ah.......hatiku terluka dan sangat sedih" canda Dokter Liam dan membuat Ellora tertawa.
Everald langsung berdiri dan segera pergi keluar,dia sudah tak tahan lagi. Zette yang baru saja kembali dari mengganti kerugian,langsung melihat kejadian ini dan mengeluh.
Ya ampun Ellora,apa kamu tidak tau sifat suamimu sendiri !.Pikir Zette sambil menghela nafas.
Zette pun akhirnya berbisik sebentar di telinga Ellora yang membuat kedua mata Ellora melotot kaget. Kemudian dia bersikap tenang dan berbicara kepada Dokter Liam.
"Sepertinya kita sudah selesai makan,bagaimana kalau kita mengakhirinya" kata Ellora sambil berdiri.
"Baiklah.....terima kasih atas makan malamnya. Dan kalian adik kembar,sampai jumpa lagi. Ah aku yang akan membayar bill nya,anggap saja traktiran" Dokter Liam pun pamit dan langsung pergi membayar tagihannya,meskipun Ellora sudah melarangnya.
Kemudian Ellora secepatnya menarik tangan kedua anaknya untuk segera keluar,benar saja suaminya sedang marah karena terlihat Everald menendang-nendang ban mobil Ellora dengan amarahnya.
Ellora langsung membuka kunci mobil dan menarik suaminya dengan lembut untuk masuk dan duduk di depan,tapi Everald menghempaskan tangan istrinya dan segera masuk dan duduk di belakang. Karena kedua anaknya memang mengerti amarah ayahnya,mereka pun hanya masuk dan duduk di belakang menemani ayahnya. Sedangkan Zette duduk di depan menemani Ellora yang menyetir.
Di perjalanan semua terdiam karena merasakan suasana yang mencekam dari sikap Everald yang dingin,si kembar meminta Ibunya mengantar mereka ke Rumah sewa dengan alasan untuk mengambil kalung yang ketinggalan. Sedangkan Zette juga langsung paham maksud dari mereka berdua dan membantu mereka bicara. Akhirnya Ellora mengantar mereka ke Rumah sewa mereka,tapi kedua anaknya dan Zette melarang Ellora turun dari mobil.
Alhasil sekarang di dalam mobil Ellora tinggal berdua dengan suaminya yang mengacuhkannya,ketika Ellora baru ingin berbicara terdengar ketukan di jendela. Zette berbicara padanya untuk pulang duluan,karena kalungnya tidak tau ada dimana. Zette bilang Kemungkinan dia dan Putri Bella serta Pangeran Regan,akan mencarinya sampai ketemu sambil memberi kode kepada Ellora. Ellora akhirnya mengerti jika Zette dan kedua anaknya sengaja agar Ellora bisa berbaikan dengan ayah mereka.
Kemudian tanpa banyak bicara lagi Ellora segera melajukan mobilnya pulang ke Apartemen,karena dalam mobil sangat sunyi sekali membuat Ellora menjadi gelisah dan membuat tangannya yang memegang kemudi pun berkeringat. Akhirnya mereka sampai dan tanpa bicara Everald membuka pintu mobil dan langsung pergi begitu saja. Ellora merasakan jantungnya berdetak cepat,karena merasa baru kali ini melihat suaminya yang benar-benar sangat marah. Tapi Ellora hanya bisa menguatkan jantungnya dan berjalan mengikuti suaminya dan segera membuka pintu Apartemennya.
Ketika mereka berdua baru saja masuk,tiba-tiba suaminya itu langsung membungkam bibirnya dengan kasar dan menggigit bibir Ellora sampai berdarah. Lalu Everald langsung mengangkat tubuh Ellora di pundaknya dan membuat kepalanya pusing karena menghadap ke bawah. Yang lebih membuatnya terkejut suaminya itu membanting tubuhnya ke kasur di ranjang,untung saja kasurnya empuk hingga tak terlalu sakit.
Kemudian tanpa ada pemanasan ataupun pemanis sebelum berperang,Everald langsung menarik gaun Ellora sampai sobek dan langsung menyerangnya dengan ganas. Ellora yang sedikit kesakitan hanya bisa pasrah dan sebisa mungkin menerima kekasaran suaminya karena memang dia yang sudah bersalah.
BERSAMBUNG......
__ADS_1
Like,like,like,komen 😍
❤️ Happy Reading ❤️