Roh Wanita Modern Di Kerajaan Kuno

Roh Wanita Modern Di Kerajaan Kuno
Bab.41 Bertemu Kembali Pasangan Jiwa


__ADS_3

Zaman Kuno.


Pangeran Regan dan Putri Bella kini sudah berusia 9 bulan lebih hampir berusia 10 tahun tentu saja pertumbuhan mereka pun sudah seperti anak beumur 10 tahun. Mereka sangat tinggi bahkan Pangeran Regan sudah seperti anak 15 tahun.


Sebenarnya Guru Chiron dan Zette sudah meminta Penyihir untuk segera menghentikan pertumbuhan mereka, tapi Penyihir sudah merasakan ternyata ada ikatan Takdir Cinta antara Zette dan Putri Bella.


Akhirnya permintaan mereka ditolak oleh Penyihir Rhyannon dengan alasan pertumbuhan mereka akan berhenti jika sudah bertemu Ibu asli dari Pangeran Regan dan Putri Bella. Padahal ramuan obatnya tentu saja sudah ada dan Penyihir menyimpannya, tapi Penyihir berbohong karena dia tidak mau merubah Takdir.


( Takdir Jodoh dan Hidup/mati adalah takdir yang tidak bisa dicampuri Penyihir Putih ).


Tapi Penyihir Rhyannon memang sudah melihat masa depan Putri Bella dan Zette, jika perjuangan Zette untuk mendapatkan Putri Bella akan sangat panjang dan membutuhkan banyak perjuangan.


( Akhirnya Zette dikasih wanita juga sama Author ya setelah sekian abad 😂. Tapi perjalanan cintanya sepertinya akan sulit wkwkwk. Jadi Putri Bella adalah Doppelganger dari Ellora Kuno yang artinya wajah ganda/wajah sama tapi berbeda sifat dan perilaku ).


Si kembar hari ini adalah yang paling berisik, karena mereka antusias mereka berdua melebihi semua orang untuk segera pergi ke zaman modern. Sebenarnya Everald sangat kaget saat pertama kali mendengar kedua anaknya bisa berbahasa Inggris seperti Ibunya. Bahkan sampai sekarang, seperti saat ini yang sedang terjadi.


"What do you think there will be?" tanya Putri Bella. ( Kamu pikir nanti di sana seperti apa? ).


"I don't know, our mother didn't tell her in the letter!" jawab Pangeran Regan. ( Mana aku tau, ibu kita tidak bercerita di suratnya! ).


Everald yang sudah tak tahan mendengar mereka berdua berbicara bahasa seperti istrinya karena dia tak mengerti seketika berdehem. "Ekhem...."


"Anak-anak... meskipun kalian bisa berbicara bahasa ibu kalian, tapi tak bisakah menghargai Ayah yang disini bersama kalian!" Everald masih terdengar kesal karena dia tak bisa mengerti.


"Maaf Ayah, hehe..." jawab Putri Bella.


"Bilang saja kalau Ayah sebenarnya cemburu pada kami! Ayah tak bisa berbahasa seperti Ibu di sana. Ayah Seorang Raja tapi kenapa bodoh sekali. Hahaha..." Pangeran Regan malah mejahili bahkan berani menertawakan Ayahnya.


Perkataan Putranya langsung membuat pria itu kesal dan emosi karena memang dasarnya sifat sang Raja masih selalu seperti anak kecil dan gampang terprovokasi. Raja merasa putranya itu meledeknya, sifat anak kecilnya seketika keluar.


"Memang benar kalian bisa bicara bahasa Ibu kalian tapi apa kalian tau di sana seperti apa dan ada benda apa saja?!" kata Everald bangga dan sombong berkata kepada kedua anaknya. Karena dia pernah diperlihatkan oleh istrinya gambaran benda di zaman modern.


"Apa? Jadi Ayah tau seperti apa di sana?!" kata kedua anaknya berbarengan dan langsung bersikap manja pada Ayahnya dengan menarik - narik jubah Raja-nya.


"Ayo... ayo Ayah. Ceritakan kepada kami," pinta keduanya dengan mata mereka yang berbinar semangat.

__ADS_1


Hahahaha! Nah kan tetap aku yang paling pintar. Pikir Everald.


Sang Raja hanya mengatakan apa yang masih dia ingat dari perkataan istrinya tentang benda - benda modern, karena jika harus menggambarkannya dia tidak bisa karena memang lupa bentuknya.


Besoknya... semua orang sudah bersiap.


Raja Everald, Zette, Pangeran Regan, Putri Bella dan si tuan Rabbit. Mereka sengaja mengajak tuan Rabbit karena hanya dia yang pernah melihat wajah dari Ellora modern. Tapi mereka lupa si tuan Rabbit tidak bisa berbicara kepada mereka apalagi pada orang lain. Dan perjalanan mereka ke zaman modern pun, sepertinya akan sangat banyak membutuhkan perjuangan untuk bisa menemukan Ellora.


Kini mereka semua sudah bersiap-siap, Penyihir Rhyannon sudah duduk dengan tenang di depan semua benda-benda yang akan membuka portal dan membawa mereka ke zaman modern. Ketika Penyihir bertanya tentang kedua gelang Zamrud, si kembar mengatakan gelangnya sudah kecil jadi mereka menjadikan gelang itu menjadi bandul dari sebuah kalung yang sekarang mereka pakai di leher mereka.


Waktunya tiba, Penyihir menyuruh semua orang yang akan pergi untuk saling berpegangan tangan, mereka membentuk lingkaran dan salah satu tangan mereka berpegangan pada gelang Zamrud yang menggantung di kalung. Penyihir mulai membaca mantra-mantra, lalu tiba-tiba sebuah cahaya menyilaukan menyelubungi tubuh mereka berlima. Kemudian setelah cahaya itu hilang, mereka berlima pun ikut menghilang.


***


--Zaman Modern Di Negara Inggris setelah Everald menemukannya.


Ellora sangat terkejut ketika ada orang yang menarik tubuhnya dan langsung menciumnya. Kemudian dia refleks menghajar orang itu dengan jurus karatenya, saat orang itu merintih kesakitan ia merasa mengenal suara itu. Alangkah terkejutnya ia karena mengenali siapa orang itu, Everald suaminya.


Ellora menutup mulutnya dengan kedua tangan merasa tak percaya, seketika kedua matanya berkaca-kaca. Ia melihat suaminya yang sangat tampan dan juga keren memakai baju di zaman modern. Suaminya memakai kemeja putih serta jas hitam dan meskipun pakaiannya itu sudah ketinggalan zaman di zaman-nya ini, tapi itu semua tidak menutupi Aura ketampanannya.


Raja Everald Usia sekarang 21 tahun.



Ellora dengan semangat memeluk dan mencium suaminya, Everald seketika melupakan perutnya yang sakit karena ditendang dan langsung memeluk erat istrinya dengan penuh kerinduan. Tubuh mereka berdua menjadi kebasahan karena kehujanan. Ellora yang lebih dulu menghentikan perbuatan mereka dan segera menarik pergi suaminya masuk ke dalam mobilnya di Negara Inggris itu.


"Baby, ini benar kamu? Apa aku sedang bermimpi lagi?!" Ellora tak bisa menahan tangisan bahagianya, tangannya sibuk mengelus semua bagian dari wajah suaminya penuh kerinduan.


"Ya sayang, ini aku. Lihat dan rasakan! Aku nyata. Kamu tidak tau perjuanganku untuk bisa sampai disini menemuimu..."


"T-tapi kamu ada disini... bagaimana bisa?" tanya Ellora masih belum percaya. "Juga... bagaimana bisa kamu bisa mengenali wajahku di zaman ini?!"


"Ceritanya panjang sayang, tapi aku datang ke zaman-mu ini tidak sendiri. Aku datang bersama kedua anak kita juga..." jelasnya.


"Apa?! Benarkah Baby... lalu dimana mereka sekarang?" Ellora langsung melepaskan pelukan dari suaminya.

__ADS_1


"Sayang, tidakkah aku lebih penting dari mereka?! Nanti saja bertemu mereka. Lagipula mereka sekarang berada jauh di sana, di Rumah di Negaramu!" keluh Everald.


"Jadi kamu datang sendirian ke Inggris?!" tanya Ellora lagi.


"Ya, apa kamu tau? Butuh perjuangan untuk sampai kesini. Aku datang menemui mu di Negeri yang bernama Inggris ini tidak bisa dengan menaiki Burung Phoenix-ku seperti di zaman-ku! Aku harus menaiki benda yang kalian sebut dengan nama pesawat," masih terdengar nada keluhan dari Everald.


"Aku tidak suka disini, semua banyak aturan! Tapi kedua anakmu malah bilang sangat menyukai zaman-mu ini. Aku ingin secepatnya membawamu kembali ke Kerajaan, aku tidak betah disini!" Everald terus menerus mengeluh pada istrinya.


Sedangkan Ellora yang terus mendengarkan ocehan suaminya hanya tersenyum bahagia bisa mendengar suara yang ia rindukan serta melihat wajah suaminya lagi. Dia memeluk suaminya seraya sesekali mencium suaminya yang masih bercerita.


Tiba-tiba telepon genggamnya berbunyi, Ellora melihat Ethan yang menelepon. "Halo kak?" jawab Ellora.


"Ya, Ellora apakah lelaki yang mengaku suamimu itu sudah bersamamu?!" tanya Ethan dari seberang sana.


"Ya Kak, terima kasih dan maaf. Mereka semua menyusahkan mu kan, aku tau kakak pasti kaget. Tapi nanti saat pulang, aku akan menjelaskannya."


"Sudahlah aku sekarang baik-baik saja, meskipun saat awal mereka mencarimu aku sangat luar biasa terkejut bahkan hampir pingsan. Apalagi kedua anak kembar yang mengaku anakmu! Apa kamu pikir sampai sekarang aku akan percaya. Tapi sudahlah, jelaskan saja saat kamu kembali," Ethan menutup panggilannya.


"Mantan kekasihmu yang tadi bicara?! Iya kan?" terdengar sangat jelas kecemburuan Everald.


"Baby, meskipun Kak Ethan mantan kekasihku tapi sekarang dia sudah bahagia bersama istri dan anaknya. Haruskah kamu cemburu?" kata Ellora sambil tersenyum melihat kecemburuan suaminya yang dia sangat rindukan itu.


"Hm, tapi kamu pernah beberapa kali menolak cintaku karena masih mengingat lelaki itu dulu!" masih dengan cemburunya.


"OMG Baby, ayolah... itu hanya masa lalu. Sudahlah, sekarang kita pulang dulu ke tempat tinggal dinasku. Baju kita basah dan aku takut kamu akan sakit," kata Ellora lalu mulai menjalankan mobilnya.


Everald yang masih belum terbiasa naik mobil, seketika tubuhnya menegang. Tapi ketika dia melihat wajah istrinya yang sedang mengemudi, dia pun menatap istrinya penuh rasa takjub melebihi kekagumannya saat istrinya berada di zaman kuno bersamanya.


Ellora Modern Usia sekarang 25 tahun.



BERSAMBUNG.......


❤️ Jadi di Zaman Modern, usia Ellora lebih tua ya dari Everald. Ellora dapetin berondong 🤭. Nantikan juga ya di Bab selanjutnya flashback perjalanan dan perjuangan mereka yang dari Zaman Kuno ke Zaman Modern 😅

__ADS_1


---Like Komen Rate 5, Gift Vote. Makasih sayang😘


__ADS_2