
Zian menepuk bahu calon adik iparnya itu. " jadi kamu lebih memikirkan pendapat orang lain daripada kebahagiaanmu sendiri? bukankah lebih baik memanfaatkan kesempatan emas di depan mata tanpa memikirkan pendapat orang lain? jika kamu selalu memikirkan pendapat orang lain yang ada malah kamu hidup susah dan kekurangan. "
" hidup susah? Aku tidak pernah merasa bahwa hidup yang selama ini aku jalani ini susah karena aku merasa bersyukur bisa hidup dengan baik tanpa merasa kekurangan apapun dan sebenarnya bahagia kita itu tergantung dari rasa syukur kita karena meskipun kita mempunyai banyak uang namun jika kita tidak pernah bersyukur perasaan kita pun tidak akan merasa bahagia karena itulah ah aku selalu berusaha untuk bersyukur kepada Allah dengan cara mewujudkannya padalisan ku maupun perbuatanku ini. "
" dan karena itulah aku selalu merasa tidak pernah kekurangan karena selalu berusaha untuk mensyukuri segala nikmat Nya. " sambungnya Abi.
" akan tetapi mau tidak mau kamu harus menerimanya! karena ini semua adalah demi nama baik keluarga Wijaya. Dan apa kamu tahu setelah kamu masuk ke dalam keluarga Wijaya maka kamu diwajibkan untuk menjaga nama baik dari keluarga itu, termasuk dengan cara kamu keluar dari perusahaan kecil tempat kamu bekerja karena sudah pasti awak media akan mulai mencari tahu tentang segala hal tentangmu. "
" keluarga Wijaya akan mendapatkan citra buruk dimata semua orang jika tetap membiarkanmu bekerja di perusahaan kecil itu, sedangkan mertuamu mempunyai perusahaan yang sangat besar. Kamu pasti bisa mengerti apa yang aku katakan bukan? " sambungnya Zian.
" sekarang kamu pilih salah satu, kamu akan memilih mendengarkan pendapat orang yang mengatakan kamu masuk ke perusahaan Wijaya karena koneksi atau kamu ingin menjaga nama baik keluarga Wijaya dengan keluar dari perusahaan tempatmu bekerja? " sambungnya lagi.
Kalimat skakmat dari calon kakak iparnya itu membuat Abi tidak bisa menolak perintah dari pria berparas tampan dan mapan itu dan pada akhirnya nya mau tidak mau dirinya menganggukkan kepalanya. " baiklah, tentu saja aku harus menjaga nama baik dari keluarga mertuaku. Jadi, aku akan bekerja di perusahaan Wijaya. "
" pilihan yang bagus adik ipar! " ucap Zian dengan jempolnya terangkat ke atas yang diarahkan kepada pria yang akan menjadi suami dari adiknya itu.
" akan tetapi aku ingin bekerja sesuai dengan kemampuan ku. Maksudku, di bagian yang aku mampu, bukan bekerja di bagian yang aku tidak tahu. "
Zian menganggukkan kepalanya. " aku mengerti dan kamu tidak perlu merasa khawatir karena aku sudah menyiapkan pekerjaan yang cocok untukmu, yakni direktur pengembangan usaha. Aku sendiri yang akan turun tangan untuk mengajarimu jadi kamu tidak perlu merasa khawatir. "
" sepertinya itu terlalu berlebihan untukku, lalu jabatan itu sebelumnya dipegang oleh siapa? apa aku tidak terlihat seperti merebut suatu jabatan itu dari tangan orang lain? "
__ADS_1
Zian menggeleng. " kalau untuk masalah itu tidak perlu kamu khawatirkan karena jabatan itu sebelumnya dipegang oleh suami dari pemilik butik ini yang merupakan kakak dari mamaku. Akan tetapi, karena perusahaan milik orang tua Aunty membutuhkan bantuannya akhirnya omku itu keluar dari perusahaan dan beralih memimpin perusahaan dari mertuanya, karena Aunty adalah anak satu-satunya dan tidak ada penerus laki-laki yang menjadi penerusnya. Jadi menantu lah yang mengambil alih perusahaan itu. "
" anak tunggal? bukankah mamamu adalah adiknya? bagaimana bisa disebut anak tunggal? " tanya Abi dengan sorot mata penuh pertanyaan.
" mamaku dan Aunty itu beda ayah satu ibu. Jadi kamu pasti bisa mengerti setelah kamu masuk dalam keluarga kami, maka kamu akan mengetahui satu-persatu tentang perihal beberapa hubungan rumit yang terjalin di dalam keluarga Wijaya. "
Abi mengerutkan keningnya karena merasa tidak memahami akan perihal yang dimaksud oleh calon kakak iparnya itu. " sepertinya aku harus sabar menunggu sampai aku mengerti dengan sendirinya karena sepertinya kamu tidak akan menceritakannya sendiri padaku. "
" Ya, kamu benar!! jika aku menceritakannya sekarang sampai besok pun tidak akan pernah selesai jadi biar kamu tahu sendiri saja nanti. " ujarnya Zian dan dirinya seketika itu menoleh ke arah sumber suara yang kini memanggilnya.
" Sayang, kenapa lama banget sih ngobrolnya? dipanggil mama tuh! si adik ipar juga disuruh masuk untuk mencoba baju pengantinnya. " ujarnya salsa yang sudah berjalan ke arah kedua pria tampan yang berada di dekatnya itu dan mulai mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan diri. " Salsa, aku kakak iparnya calon istrimu yang angkuh itu "
" Maaf!! " ucap Abi dengan posisi tangan menyatu di dekat dada. "Abidzar. "
Zian seketika itu terkekeh mendengar kalimat ambigu dari wanita yang sangat dicintainya itu. " Seperti ini? kata-katamu itu seolah seperti sedang meremehkan saja. "
" bukan meremehkan sayang! aku merasa aneh saja bertemu pria seperti ini, maaf ya Abi. " ucap Salsa sambil menirukan gerakan tangan dari Abi.
" tidak masalah Nona salsa karena aku sudah biasa mendapatkan hinaan atau cacian dari semua orang yang bilang bahwa aku adalah pria yang berlagak sok suci karena memang pada kenyataannya saya tidak bisa menyuruh orang untuk memahami atau mengerti dengan pedoman hidup saya, yang paling penting saya tidak menyusahkan orang lain. Itu saja yang saya pikirkan. "
" Good. Aku aku sangat mengagumi pria yang sepertimu adik ipar akan tetapi sayang sekali punya sempurna seperti dirimu akan memiliki istri yang sangat angkuh dan menurut kamu adalah sebuah berkah untuk Livia? sedangkan Livia adalah sebuah petaka bagimu. " ucap Salsha sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
" kamu kalau ngomong jangan seperti itu, masa langsung to the point, kasihan tuh si Abi. " Zian memeluk pinggang ramping istrinya itu. Ayo, kita masuk sekarang! nanti mama marah marah lagi karena kita berlama-lama disini. "
Zian beralih menatap kearah Abi. " kamu tidak perlu terlalu menganggap betul perkataan dari istriku itu, dia memang selalu terlalu ceplas-ceplos seperti itu jadi jangan langsung diambil hati! "
Abi menggelengkan kepalanya dan mulai berjalan mengekor dibelakang pasangan suami istri yang terlihat sangat romantis itu.
.
Setelah sampai di dalam butik.
" Abi, kenapa lama sekali? kamu harus mencoba pakaian itu untuk acara akad nikah besok, kemarilah! "
Abi yang baru saja memasuki butik dengan ruangan yang sangat luas dan sudah dipenuhi berbagai macam jenis pakaian yang tergantung dan dipanggil oleh wanita yang masih terlihat sangat cantik meski umurnya sudah tidak lagi muda.
" Iya Nyonya, tadi masih mengobrol dengan calon kakak ipar. " Abi berjalan menghampiri wanita yang akan menjadi Ibu mertuanya, namun saat dirinya berjalan mendekat terlihat wanita yang akan dinikahinya itu keluar dari ruang ganti.
Livia yang baru saja keluar dari ruangan itu memakai gaun pengantin lalu menatap kearah sang mama. " mama, bagaimana penampilanku saat ini? aku cantik kan? "
Disaat dirinya hendak menatap ke arah sang mama lalu netra coklatnya bersitatap dengan netra pekat pria yang saat ini tengah berjalan ke arah mamanya itu.
Abi terlihat terpana di saat menatap wanita yang kini memakai gaun pengantin berwarna putih itu tanpa berkedip, dan dirinya menatap dengan intens wajah cantik wanita yang esok akan dinikahinya itu.
__ADS_1
Subhanallah.. ternyata Nona muda Livia ini sangat cantik saat memakai gaun pengantin seperti itu, dan wanita yang sangat cantik ini akan menjadi istriku esok? jodohku adalah wanita suci yang sangat cantik, melihatnya seperti itu dia lebih terlihat seperti seorang bidadari surga.