Romantika Cinta

Romantika Cinta
Bab 33


__ADS_3

" Astaghfirullah hal adzim.. " sambil menghela nafasnya dalam-dalam. " sungguh begitu luar biasanya engkau mengujiku ya Allah, apakah ini adalah salah satu cara untuk memuliakan hambamu ini? jika memang ini adalah caramu untuk mengangkat derajat ku, hamba akan ikhlas menjalaninya ya Allah. " sambil mengelus dadanya.


" ampunilah wanita yang akan aku nikahi itu, kuatkan Aku dan sabarkanlah hambamu ini dalam menghadapi Nona muda angkuh itu itu, dan hanya kepada-mu lah hamba berserah diri dan hanya kepada-mu lah juga hamba menyerahkan takdir hidup hamba ya Allah. " sambungnya.


Setelah berhasil menenangkan perasaannya yang saat ini benar-benar tidak menentu, Abi berjalan meninggalkan butik namun baru beberapa langkah dirinya berjalan, kini terdengar suara dari seorang wanita yang sangat tidak asing membuatnya menghentikan langkah kakinya itu.


" Mas.. "


Abi menoleh ke arah sumber suara itu.


Dan dia terkejut disaat melihat siapa yang memanggilnya.


" Bella? "


Bella menghampirinya dan memeluk erat tubuh Abi.


" Mas, aku rindu kamu mas. " ujarnya Bella.


Kemudian Abi langsung saja melepaskan pelukan dari Bella itu.


" Bella, jangan seperti ini. Tidak baik berpelukan didepan umum seperti ini. " ujarnya Abi pada Bella.


" Oh iya maafkan aku sebelumnya mas. "

__ADS_1


" Iya tidak apa-apa, lain kali jangan diulangi lagi. "


Kemudian Bella mulai menanyakan keadaan Abi yang tadi melihatnya dengan mata kepalanya sendiri kalau mantan kekasihnya itu tengah direndahkan dan ditampar oleh seseorang yang akan menjadi calon istrinya nanti.


" Kamu tidak apa-apa mas? "


" tidak apa-apa, kenapa? memangnya mas kenapa? kok kamu tanya seperti itu? "


Bella yang mulai mengerti dengan perkataan dari Abi yang menutupi kesalahan dari calon istrinya yang sudah pergi meninggalkannya itu.


Pasti mas Abi tidak ingin aku mengetahui masalah apa yang kini menimpa dirinya. Pasti dia bakal lebih memilih untuk tidak bercerita padaku tentang calon istrinya itu, dasar! beraninya cuma merebut calon suami orang. Awas saja kau nanti!


Abi yang melihat kearah Bella yang terdiam sejenak sambil bergumam dalam hati itu lalu membuyarkan lamunannya sambil menepuk kedua telapak tangannya itu didepan muka Bella.


" Eh, nggak apa-apa mas. "


" Bener nih nggak papa? sepertinya ada sesuatu yang sedang kamu fikirkan saat ini. " sambil menatap kearah wanita yang ada didepannya itu dengan tatapan menelisik.


Bella menghela nafasnya. " Yang harus bertanya seperti itu harusnya aku loh mas, mas kenapa kok sendirian disini? dan lagi pula kemana calon istri mas itu? kok nggak ada? kok malah ninggalin mas sendirian disini? " ujarnya Bella untuk memancing kejujuran dari Abi, apakah Abi berkata jujur tentang yang sebenarnya terjadi atau malah menutupi kesalahan dari calon istrinya itu yang pergi meninggalkannya di tempat itu sendiri. Karena Bella sudah melihat kejadian itu dari awal sewaktu Abi ditampar oleh Nona muda Livia.


Abi terdiam sejenak sambil memikirkan sesuatu.


Bagaimana ini? apa yang harus aku lakukan ya Allah ??? apa aku harus berbohong untuk menutupi semua yang sudah dilakukan oleh Livia? tapi kalau aku cerita, yang ada itu kan sama saja aku mengumbar aib pasanganku sendiri. Ya Allah bantulah hamba mu ini..

__ADS_1


Bella yang melihat Abi hanya terdiam membisu lalu menepuk lengannya abi.


" Mas kenapa diem aja? " ujarnya Bella.


" Eh, anu apa, itu nggak apa-apa kok. "


" Maaf ya mas, kalau ada yang salah dari perkataan ku tadi. "


" Eh nggak apa-apa kok dek, kamu nggak salah kok. "


Sewaktu keduanya saling berbincang-bincang tiba-tiba terdengar suara dari suatu sudut yang mengagetkan keduanya.


" Ekhemmm. "


Keduanya pun sama-sama saling melihat kearah sumber suara itu.


" Tuan Brawijaya.. " keduanya pun sama-sama kaget melihat siapa yang datang menghampirinya.


.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG..


__ADS_2