Romantika Cinta

Romantika Cinta
Bab 39


__ADS_3

" Kamu kenapa? "


Livia mengernyitkan dahinya dan mulai menatap kearah Abi. " Gapapa. "


" Apa kamu cemburu pada Bella? "


'Apa? cemburu? apa aku tidak salah dengar? aku cemburu dengan pria miskin ini? Dih, amit amit.' gumam Livia.


" Nggak, biasa aja. "


" Kalau biasa aja, kenapa sewaktu aku bersama Bella tadi wajahmu terlihat kusut seperti seseorang yang sedang cemburu? "


" Aku hanya tidak suka jika ada orang lain yang mengusik sesuatu milikku. "


" Apa? milikmu? " ujarnya Abi terkejut mendengar perkataan dari Livia.


'Astaga, apa jangan-jangan aku salah berucap? yang ada nanti dia malah GR lagi, astaga. Livia-livia.' gumam Livia dalam hati.


Livia terdiam sejenak, sementara Abi hanya tersenyum kearah Livia.


'Apa jangan-jangan kamu sudah mulai menerima ku?' dalam hati Abi.


" Ga usah GR. Aku hanya ingin memastikan kalau tidak ada orang lain yang boleh mengusik apa yang aku miliki saat ini, jadi kamu tidak usah berfikir yang macam-macam. Mengerti??!! "


Suara dari Livia yang membuyarkan lamunan Abi dan kemudian Abi langsung sontak saja mengangguki perkataan dari Livia.


Kemudian setelah itu, keduanya pun sama-sama terdiam membisu. Livia yang mulai membuang arah pandangannya ke jendela mobil, sementara Abi melihat kearah depan sambil mencuri-curi pandang kearah Livia.

__ADS_1


Livia yang menyadari perbuatan Abi lalu menegurnya.


" Ga usah curi-curi pandang seperti itu. Aku tidak suka. " ujarnya Livia sambil terus melihat kearah luar jendela tanpa menoleh sedikit pun kearah Abi.


" Eh, iya iya maaf. " lalu kemudian melihat kearah depan.


Mereka berjalan melewati jalanan yang terbilang lumayan cukup ramai.


Setelah beberapa saat, akhirnya mereka pun sampai di sebuah Mall yang lumayan cukup besar yang berada di kota itu. Sang supir pun mulai memarkirkan mobil Nona mudanya itu di tempat parkir.


Setelah mobil terparkir di tempat, Livia langsung turun tanpa sepatah kata pun dan dia mulai membuka pintu mobilnya untuk keluar. Sementara Abi terdiam melihatnya sejenak.


" Kamu mau turun apa nggak? " ujarnya Livia kepada Abi.


" Dia bilang ke saya pak? " tanya Abi kepada supirnya itu.


" Kirain ke bapak. " lalu membuka pintu mobil dan keluar. Sementara si supirnya itu hanya tersenyum geleng-geleng kepala melihat dua insan yang tengah kasmaran namun enggan untuk memberitahukannya satu sama lain.


Setelah Abi keluar dari mobil dan menutup pintu mobilnya lalu disambut oleh Livia.


" Kenapa lama banget sih??!! "


" Ya maaf, kukira aku hanya disuruh menunggumu di mobil. "


" Dasar.. " lalu Livia pergi meninggalkan tempat itu dan Abi pun mau tidak mau mengikutinya.


Mereka berjalan seperti layaknya seorang kakak adek, dimana sang kakak perempuan tengah merajuk dan adiknya ingin meminta maaf karena telah berbuat kesalahan padanya.

__ADS_1


Mereka berjalan memasuki pintu masuk Mall, namun baru beberapa langkah kini tangan Livia sudah ada yang menahannya.


" Tunggu dulu! " sambil menggenggam tangan Livia.


Livia menoleh kearah seseorang yang menggenggam tangannya. " Apa lagi sih??!! "


Abi menghela nafasnya. " Kita tidak boleh berjauhan, karena ini tempat yang sangat ramai dan banyak pengunjung. Aku harap kamu mengerti maksudku. "


Lalu kemudian Abi berjalan sambil menggandeng tangan Livia.


Sementara yang digandeng masih menggerutu.


'Dia pikir aku anak kecil apa? bisa-bisanya menggandeng tanganku seperti ini.'


Livia terus menerus melihat kearah abi, sementara Abi tidak menghiraukannya dan terus berjalan melewati kerumunan para pengunjung di Mall itu.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG..

__ADS_1


__ADS_2