Romantika Cinta

Romantika Cinta
Bab 55


__ADS_3

" Apa sih? jangan macam-macam ya! Nanti aku laporkan kamu ke papa kalau.. "


Perkataan dari Livia terpotong oleh Abi.


" Kalau aku telah memperkosamu? gitu? "


Abi malah semakin tersenyum kearah Livia, sementara itu Livia hanya menatapnya dengan heran.


" Laporkan saja. Aku tidak takut! " ujarnya Abi dengan gagahnya sambil bersedekap dada.


" Ohh, jadi kamu mulai berani ya sama keluarga kami? lama-lama ngelunjak juga ya kamu itu??!! "


" Apa kamu mau melapor kepada papamu kalau aku sudah memperkosamu? Hmmm? "


Abi menatap Livia dalam-dalam.


" Apa kamu lupa kalau aku saat ini sudah resmi jadi suami kamu sekarang? "


Livia terhenyak saat mendengar perkataan dari Abi. Apa lagi perkataan 'suami' yang baru saja keluar dari mulut Abi.


Abi semakin dan semakin tersenyum disaat melihat wajah Livia yang tengah terlihat gusar.


'Sial!! bagaimana ini? dia telah mengeluarkan kalimat skakmat nya.' gumam Livia.


" Bagaimana? apa bisa kita mulai sekarang? " ujarnya Abi sambil mendekatkan wajahnya itu ke wajah Livia. Sementara itu, Livia memundurkan wajahnya sampai mentok ke belakang.


" A-aku.. "


" Aku sudah siap kok melayani kamu dengan senang hati. " sambil tersenyum manis.


" A-aku.. "


" Apa lagi yang kamu tunggu hmm? "


'Bagaimana ini? aku harus alasan apa? mana wajah Abi semakin mendekat lagi. Jadinya kan bikin aku deg-degan.' gumam Livia.


Abi tersenyum disaat melihat Livia yang berdiam tak menjawab perkataan darinya yang sedari tadi tengah bergumam dalam hati.

__ADS_1


" Jadi nggak nih? " tanyanya Abi sekali lagi kepada Livia.


" Nggak baik loh, nolak ajakan suami. " sambungnya Abi sambil tersenyum kecil.


" Aku lagi halangan Abi, maaf ya. " bohong Livia.


Livia seketika itu teringat akan sesuatu itu untuk membohongi Abi.


Abi menatapnya dalam-dalam. " Kamu bohong kan? pasti itu cuma alasan kamu aja kan untuk menipuku? "


Livia geleng-geleng. " nggak, aku nggak bohong Abi. Aku beneran. "


" Aku nggak percaya sama kamu. Tadi aja kamu bilang capek mau tidur, tapi kenyataannya malah nggak tidur. "


" Itu sebenarnya tadi aku capek beneran Abi, tapi setelah aku melihat kamu rasa capek yang menyelimuti tubuh aku ini seketika itu juga langsung hilang. " sambil menahan tawanya.


Abi menaikkan alisnya. " Apa katamu? "


" Nggak ada dah nggak jadi. " sambil membuang pandangannya ke langit-langit kamar itu.


" Aku denger tadi loh kamu ngomong apa. "


Abi menghela nafasnya. " Kamu cantik, Livia. " ujarnya sambil mengalihkan pembicaraan lain diantara mereka.


" Aku memang udah cantik dari lahir! " tanpa mengalihkan pandangannya ke arah Abi.


Abi tersenyum. " Kamu manis. "


" Aku juga memang sudah manis dari lahir! "


" Kamu sebenarnya memiliki pribadi yang baik. "


" Itu juga sudah dari dulu, kamu aja yang baru tau! "


Abi semakin tersenyum dan kini dia mulai tersenyum nakal kearah Livia dan berniat untuk mengerjainya.


" Kamu sexy. "

__ADS_1


" Body badan kamu membuat aku tidak bisa berpaling darimu. " sambungnya Abi.


Seketika itu juga Livia mengernyitkan dahinya dan menoleh kearah Abi. " Maksud kamu??! "


" Iya kamu sexy, Livia. "


Livia geleng-geleng sambil tersenyum sinis. " Bisa-bisanya kamu itu. "


" Kenapa? apakah aku dosa kalau melihat kamu? "


" Iya dosa lah. "


" dosa nya dimana? "


" Melihat bagian tubuh dari wanita itu termasuk zina, Abi. Dan itu namanya zina mata. Aku rasa kamu sudah tau tentang hal ini. "


" Ya mau bagaimana lagi? dilihat dosa, gak dilihat barang bagus. " sambil tersenyum.


Livia langsung saja mencubit lengannya Abi dengan keras lalu melepaskannya.


Abi yang refleks langsung mengeluarkan suara indahnya itu. " Aawww. "


" Sakit, kamu itu ya apa-apa langsung nyubit. " ujarnya Abi sambil mengelus-elus bekas cubitan dari Livia di lengannya itu.


" Kamu itu nakal. Dosa tau! "


" Nggak ada lah, mana ada dosa? "


" Iya dosa, itu termasuk zina loh. "


" Yang dosa itu kalau aku ini melihat tubuh wanita lain yang bening, putih, mulus, glowing-glowing itu baru namanya dosa. Lah, kalau aku melihat tubuh istriku sendiri dosanya dimana? "


Seketika itu juga kalimat skakmat dari Abi langsung membuat Livia terdiam tanpa sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya itu.


" Yang ada malah aku mendapat pahala Livia. Dan coba kamu pikir baik-baik, melihatnya saja mendapat pahala apa lagi sampai menyentuhnya? Subhanallah, sungguh indah hidup ini. " ujarnya Abi sambil tersenyum sumringah.


Sementara itu Livia hanya bisa bergumam dalam hati.

__ADS_1


'Tuh kan, pasti ujung-ujungnya kesitu. Dasar laki-laki, pikirannya selalu aja mesum! Tapi ngomong-ngomong bagaimana ya rasanya? aku sempat baca dari beberapa artikel kalau malam pertama setelah pernikahan itu rasanya sakit, apa benar sesakit itu? aku penasaran, tapi aku belum siap untuk melakukannya. Aku belum siap di unboxing oleh suamiku sendiri.' gumam Livia.


__ADS_2