Romantika Cinta

Romantika Cinta
Bab 50


__ADS_3

Acara pun kini dimulai. Acara akad nikah yang digelar tidak terlalu ramai orang diundang, hanya dihadiri oleh beberapa kerabat penting saja dan beberapa kerabat keluarga terdekat karena konsep ini benar-benar dilakukan secara mendadak namun masih terlihat sangat aesthetic.


Setelah penghulu mengucapkan 'ijab' dan Abi menyahutinya dengan 'kabul' maka diikuti oleh para saksi yang hadir disana.


" SAH "


" SAH!! "


" Alhamdulillahirobbilalamin. " lalu diikuti oleh do'a dari penghulu untuk kedua mempelai agar bisa menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah.


" Aamiin. " ujarnya para tamu undangan serentak.


" Selamat ya, kalian berdua sudah resmi menjadi sepasang suami istri. Semoga kalian menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah, dan semoga rumah tangga kalian selalu di rahmati oleh Allah dengan kebahagiaan. " ujarnya penghulu kepada kedua mempelai yang ada di hadapannya itu.


Abi dan Livia tersenyum sambil mengangguk.


" Terima kasih banyak pak doanya. "


" Iya terima kasih pak. " timpal Livia.


Penghulu itu tersenyum. " Kalau gitu saya permisi dulu, masih banyak orang lain yang akan saya nikahkan sebentar lagi. "


" Bapak tidak mau sekedar ingin mencicipi makanan atau minuman yang sudah di sediakan mungkin? " ujarnya Abi mencoba untuk menahannya.


" Mungkin tidak dulu mas, karena saya masih dikejar waktu untuk saat ini. "


" Ohh ya sudah tidak apa-apa. "


" Baik, kalau gitu saya permisi dulu mas. Mari, assalamualaikum. " sambil beranjak dan mengulurkan tangannya kepada Abi.

__ADS_1


Abi menerima uluran tangannya itu " iya mari, waalaikumsalam. "


Kemudian sang penghulu pun pergi melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan itu. Namun, baru beberapa langkah, kini ada yang mencoba menahannya.


" Sudah mau kemana pak? kok terburu-buru? " ujarnya Tuan Brawijaya.


Penghulu menoleh. " Eh, saya mau pamit dulu pak. Masih banyak yang harus saya nikahkan. "


" Ohh, ya sudah hati-hati di jalan. Terima kasih banyak. "


" Iya sama-sama pak, kalau gitu saya permisi. "


" Iya mari. "


Penghulu pun berjalan meninggalkan tempat itu.


Kini semua tamu bergiliran antri untuk bersalaman dan mengucapkan selamat kepada kedua mempelai itu setelah semuanya selesai menyantap hidangan yang sudah disajikan.


Abi dan Livia menerima uluran tangan dari satu persatu para tamu undangan yang mengucapkan selamat kepadanya.


Setelah semua tamu undangan selesai bersalaman kepada keduanya, kini ada seorang wanita yang maju dan menghampiri keduanya. Dan keduanya pun terkejut.


" Bella? " ujarnya Abi dengan terkejut.


Bella tersenyum namun kedua bola matanya kini berkaca-kaca seperti sedang menahan sesuatu yang akan keluar dari kedua matanya itu.


Dia kini berjalan kearah Abi dan Livia sambil memberikan sebuah senyuman yang paling manis yang sebelumnya tidak pernah ia perlihatkan kepada Abi.


" Selamat ya mas, semoga kamu bahagia dengan pilihan kamu. " ujarnya Bella sambil mengulurkan tangannya kepada Abi.

__ADS_1


Abi membalas uluran tangannya itu. Dia merasa tidak enak hati kepada Bella, bagaimana pun juga dia adalah seseorang yang pernah mengisi hati dan hari-harinya sebelum akhirnya bertemu dan menikah dengan Livia.


Abi terdiam sejenak sambil memegang tangan Bella, Livia yang mulai menyadari itu langsung memukul tangannya Abi yang tengah memegang tangan Bella dari tadi.


" Kalau bersalaman jangan lama-lama. Nanti pada baper lagi. " ujarnya Livia dengan ketus.


Abi menoleh kearah Livia sambil terdiam. Dan kini dia juga merasa tidak enak hati kepada Livia, karena bagaimana pun juga Livia adalah istrinya saat ini, sedangkan Bella adalah seseorang dari masa lalunya.


" Nggak kok, insya Allah nggak akan baper. " sahut Abi.


Bella yang melihat itu hanya tersenyum, kemudian dia beralih menuju ke arah Livia sambil mengulurkan tangannya. Dan Livia pun membalas uluran tangannya itu.


" Selamat ya non, atas pernikahan kamu. Saya cuma ingin berpesan kepada non, tolong jaga mas Abi dengan baik-baik. Dan juga kalau non sudah bosan atau sudah tidak mau lagi bersama mas Abi, non bisa kembali kan mas Abi kepada saya. Saya dengan senang hati menerima mas Abi kembali. "


Livia tersenyum sinis. " Terima kasih, aku harap kamu juga akan segera menikah dengan pria lain. Tidak baik juga mengganggu rumah tangga seorang pria yang sudah mempunyai istri. Iya kan sayang? " beralih menatap kearah Abi, dan Abi pun mau tidak mau memaksa untuk tersenyum dan mengangguk.


Kemudian Livia melepaskan tangannya dari genggaman Bella.


'Sial, dia pikir Abi barang apa? seenaknya aja dia berucap seperti itu. Iya sih, aku sadar aku yang salah karena sudah mengambil kekasih hatinya, tapi mau bagaimana lagi? takdir yang memaksaku untuk melakukan ini.' gumam Livia.


" Maafkan saya ya Bella, karena saya belum bisa menjadi laki-laki yang terbaik untuk kamu. Saya do'akan kamu mendapat jodoh yang terbaik dan lebih baik lagi dari saya. Aamiin. " ujarnya Abi kepada Bella.


Bella tersenyum. " Terima kasih banyak mas. "


" Oh iya satu lagi, kalau mau menikah jangan lupa untuk mengundang kami ya. " timpal Livia.


Bella pun tersenyum kembali. " Insya Allah dengan senang hati non. "


Livia membalasnya dengan senyuman yang sinis, ada kebahagiaan tersendiri yang ada di dalam hatinya kini karena sudah berhasil membuat mantan kekasih dari suaminya itu untuk segera melupakan masa lalunya.

__ADS_1


__ADS_2