Romantika Cinta

Romantika Cinta
Bab 52


__ADS_3

Abi refleks karena lengannya ditepuk oleh seorang wanita yang ada disampingnya itu. " Awwww. " sambil mengelus bekas tepukan itu lalu menoleh kearahnya.


" Awas aja ya, kamu itu kalau masih mikirin mantan kamu itu. Nanti aku hajar kamu. " ujarnya Livia memasang muka emosi dengan nada suara yang sedikit tinggi.


Abi sambil ngelus-elus bekas tepukan dari Livia hanya menanggapinya sambil tersenyum.


" Kenapa? "


" ihh, malah nanya kenapa. Ya aku nggak suka lah. "


Abi tersenyum sambil menatap kearah Livia, sementara yang ditatap malah membuang pandangannya ke segala arah.


" Kamu cemburu sama Bella? "


Livia mengernyitkan dahinya lalu melihat kearah Abi. " Diihh, siapa yang cemburu? gak usah GR kamu itu. Aku hanya nggak suka, itu aja. Gak usah dilebih-lebihkan. "


" Memangnya betul seperti itu? "


Livia mengangguk.


" Kamu nggak cemburu sedikit pun dengan Bella? "


Livia menggeleng. " Cemburu itu hanya untuk orang yang tidak percaya diri. "


" Jadi? "


" Dan aku pun masih percaya diri untuk saat ini. "

__ADS_1


" Baiklah, kalau kamu tidak cemburu dengan Bella. Berarti aku juga tidak apa-apa dong untuk menikah lagi dengan Bella. "


Livia mengernyitkan dahinya sambil mencubit perut dari suaminya itu.


" Apa?!! kamu mau menikah lagi dengan Bella?!! "


Abi mengangguk sambil tersenyum kecil.


" Kenapa? katanya kamu nggak cemburu dengan Bella. Jadi aku nggak apa-apa dong kalau menikah dengan dia. " ujarnya Abi.


" Seenaknya aja ya kamu ngomong. Sudah tidak memberikan biaya ini, biaya itu dan lain-lain. Sudah papa sama mama lagi yang nanggung semuanya, dan sekarang kamu malah ada niatan untuk nikah lagi, sama mantan kamu lagi. Memangnya kamu itu terbuat dari apa? kok semurah itu sama mantan kamu. " ujarnya Livia dengan ketus sambil bersedekap dada.


Abi tersenyum sumringah, ada kebahagiaan tersendiri yang kini ia rasakan dalam lubuk hatinya yang paling dalam. Dia merasa kini Livia tengah cemburu padanya dan juga Bella.


" Aku cuma bercanda kok, kok kamu jadi semarah ini sih? itu tandanya kamu sedang cemburu padaku dan juga Bella, istriku. "


" Apaa?!! cuma bercanda kamu bilang?!! "


Abi mengangguk.


" Sudah dibilang aku nggak cemburu sama kamu. Buat apa juga aku cemburu dengan pria murahan seperti kamu itu, yang baru aja ngeliat mantan sudah langsung ada niatan untuk nikah lagi. Cihh. "


Abi tersenyum sambil geleng-geleng kepala.


'Wanita itu gengsinya tinggi. Tidak mau untuk mengungkapkan perasaannya terlebih dahulu. Awas aja ya nanti, ntar kalau sudah sayang dan cinta pasti bilang jangan tinggalkan aku. Aku akan melihat seberapa besar rasa gengsimu itu terhadapku Livia.' gumam Abi sambil tersenyum nakal.


.

__ADS_1


.


Kini keduanya sudah berada di dalam kamar mereka. Setelah keduanya menyalami para tamu undangan satu persatu, dan keduanya pun kelelahan lalu mengganti baju mereka dengan baju tidur mereka masing-masing.


Setelah keduanya selesai mengganti pakaian mereka, kini keduanya mulai bersiap untuk malam pertama mereka untuk tidur bersama diatas ranjang.


Livia mulai menarik selimutnya itu lalu membalikkan badannya dengan membelakangi Abi. Sementara itu, Abi hanya melihat kearahnya.


" Kamu sudah mau tidur? " tanyanya Abi kepada wanita yang tengah membelakanginya itu.


" Iya. " sambil memejamkan kedua matanya dengan suara sedikit kecil seakan tengah mengantuk berat dan ingin segera untuk tidur.


" Nggak mau ritual dulu nih? "


" Ritual apa? aku capek, tadi seharian aku harus bersalaman dengan tamu undangan satu persatu. "


" Ohh, ya sudah tidak apa-apa kalau kamu capek. Mungkin ritual malam pertamanya bisa diganti di lain waktu. "


" Mmmmm. "


" Ya sudah, selamat malam sayang. " sambil menarik selimutnya pula sambil sejenak melirik kearah Livia lalu pura-pura memejamkan matanya.


Livia terdiam sejenak. 'Kok ngerayunya segitu aja sih? nggak dipaksa atau apa. Dia ini benar-benar pengen atau tidak sih sebenarnya? Dasar laki-laki aneh, kalau mau itu ya harus usaha jangan pasrah gitu aja.'


Livia mulai membalikkan badannya itu kearah Abi. Dia melihat kearah Abi sambil tersenyum.


'Aku tidak menyangka akan menikah dengan pria seperti dirimu Abi. Aku sadar, awal-awal saja aku tidak menyukaimu bahkan membencimu. Tapi lama-lama aku mulai merasa nyaman denganmu, aku merasa ada kecocokan denganmu. Aku harap kita bisa selalu bersama Abi, aku harap aku dan kamu nanti akan merobek surat perjanjian kontrak kita bersama-sama. Dan kita bisa hidup bersama sampai tua sampai kita melihat anak cucu kita kelak. Aku juga yakin, pria baik sepertimu tidak akan pernah mengkhianati pernikahan ini. Aku mohon ya abi, jangan pernah mengecewakanku. Karena aku akan sangat sangat bersedih nantinya. Aku mohon, tolong jaga kepercayaan ku ini padamu. I Love You.' gumam Livia sambil tersenyum melihat kearah Abi, sementara yang ditatap kini mulai merasa bahwa Livia kini tengah menatapnya.

__ADS_1


__ADS_2