Romantika Cinta

Romantika Cinta
Bab 37


__ADS_3

Melihat Livia yang hanya terdiam bergumam dalam hati lalu tuan Brawijaya mulai membuyarkan lamunannya itu.


" Livia, kenapa kamu diam saja? cepat minta maaf ! "


" Eh, iya iya pah. " kemudian beralih menatap kearah Abi. " Yaudah, mas Abi aku minta maaf ya.. Mohon maafkan calon istrimu ini. Maafkan aku, tadi aku khilaf. " ujarnya Livia dengan semanis mungkin sambil memberikan senyuman palsu untuk menipu semuanya.


Melihat tingkah laku dari Livia, Abi tersenyum riang. " Iya nggak papa, sebelum kamu minta maaf aku sudah maafin kamu kok dek. "


'Dih, kalau bukan karena papa aku juga nggak bakal tersenyum seperti ini kepadamu. Awas saja kau nanti!' gumam Livia.


" Nah, gitu dong. Kamu harus menjaga dan bersikap baik kepada calon suamimu ini. Jangan tinggalkan dia sendirian lagi. Mengerti??!! " ujarnya Tuan Brawijaya kepada Bella.


Bella hanya mengangguk.


" Jangan cuma mengangguk, kamu ngerti nggak maksud papa??!! "


" Iya iya pah, aku ngerti kok. Udah ah, mending papa pulang sana. Atau nggak, papa balik aja ke kantor sana. Lagian papa sedang apa disini? harusnya kan papa di kantor sekarang. "


" Papa ingin menjemput mamamu di butik ini, karena habis ini papa ada urusan dan hanya urusan berdua dengan mamamu. "


" Ehemm, cieee.. bilang aja kalau papa kangen sama mama. Iya kan pah? " sindir Livia pada papanya. Livia mengatakan itu seolah mengalihkan pembicaraan dan melupakan yang sudah terjadi tadi.

__ADS_1


" Nggak, biasa aja. " sahutnya Tuan Brawijaya dengan wajah datar sambil membenarkan kerah jas pakaiannya.


" Yasudah, kalau gitu papa masuk dulu kedalam. Dan ingat Livia, kamu harus jaga baik-baik calon suamimu itu. Jangan tinggalkan dia sendirian lagi. Ingat??!! " sambil menunjuk kearah Livia.


Livia mengangguk.


" Awas saja nanti kalau kejadian seperti ini terulang lagi, kamu akan tau sendiri nanti akibatnya. " sambungnya.


Livia mengangguk lagi. " Iya pah, Livia ngerti. Livia juga minta maaf sama papa. "


" Yasudah, kalau gitu papa masuk dulu. " beralih menatap kearah Abi dan juga Bella. " Saya masuk dulu, assalamualaikum. "


" Iya silahkan om. Waalaikumsalam. " timpal Abi.


Kemudian Tuan Brawijaya mulai melangkahkan kakinya untuk menuju masuk kedalam butik itu untuk menemui istrinya yang tidak lain adalah mama dari Livia. Sementara itu, yang lain hanya melihat kearah siluet tubuh Tuan Brawijaya yang mulai menghilang dibalik pintu utama itu.


Setelah Tuan Brawijaya tidak ada ditempat, lalu Livia mulai menatap kearah Abi dengan tatapan mata yang tajam.


Abi yang mulai menyadari itu kemudian melihat kearah Bella, dan Bella yang sudah mengerti dan paham akan maksud Abi lalu dia memilih untuk berpamitan pergi meninggalkan keduanya ditempat tersebut.


" Kalau gitu saya permisi dulu Nona muda Livia. Masih ada urusan yang belum saya selesaikan. Mari, assalamualaikum. " ujarnya Bella kepada Livia.

__ADS_1


" Yaudah, sana pergi. Waalaikumsalam. " sahut Livia sambil mengibaskan tangan kanannya itu.


Bella mengangguk, dan beralih melihat kearah Abi. " Mari mas, duluan. Assalamualaikum. "


" Iya waalaikumsalam. Hati-hati di jalan ya dek. " sahut Abi sambil tersenyum.


" Iya mas. Makasih. " ujarnya Bella sambil mulai melangkahkan kakinya untuk pergi meninggalkan tempat itu.


Setelah Bella pergi, Livia tidak pernah melepas tatapan tajamnya itu kearah Abi.


Sementara itu, Abi hanya tersenyum menanggapi tingkah laku dari Livia.


" Cepat masuk kedalam mobil !!! " titah Livia kepada Abi yang kemudian mulai masuk kedalam mobilnya itu. Dan Abi pun juga mulai mengikutinya.


.


.


.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2