Romantika Cinta

Romantika Cinta
Bab 45


__ADS_3

Abi menatap kearah Livia dalam-dalam.


" Kamu cemburu? "


Livia sontak saja langsung melihat kearah Abi sambil mengernyitkan dahinya.


" Apa?! cemburu?! aku cemburu sama kamu?! "


Abi mengangguk.


" Mana ada aku cemburu sama pria murahan seperti kamu, Yang ada aku malah jijik setiap melihat wajahmu itu. " ujarnya Livia lalu membuang pandangannya ke arah depan.


Abi hanya diam dan menghela nafasnya.


" Yasudah, kalau gitu. Mana ponselku? "


" Nih, aku kembalikan ponselmu itu. " sambil memberikan ponselnya kepada Abi.


" Makasih. "


Livia mengernyitkan dahinya. " Kan harusnya aku yang bilang makasih? "


" Yasudah, nggak apa-apa. Kan yang penting sudah bilang makasih. " sambil memberikan senyuman kepada Livia.


" Aneh kamu itu ya.. "


Lalu Livia kembali melihat kearah depan, sementara itu Abi mengecek ponselnya barang sejenak. Dan Livia pun sejenak melirik samar-samar kearah ponsel Abi.


'Kenapa dia menjadi aneh seperti itu? apa jangan-jangan aku salah berucap tadi? apa jangan-jangan aku telah melukai perasaannya? Arrhh, Livia-livia. Kamu itu bodoh sekali, harusnya kamu bilang iya jika kamu cemburu kepada Abi.' gumam Livia sambil menghela nafasnya dengan kasar.


Livia meminum minumannya itu sambil melirik kearah Abi lagi, sementara yang dilirik masih tetap fokus dengan layar ponsel miliknya itu.


" Abi.. "


Abi menoleh kearah Livia.

__ADS_1


" Maafkan aku. "


Abi mengernyitkan dahinya. " Minta maaf kenapa? "


" Jika aku salah dalam berucap tadi. Takut ucapan ku ada yang menyakiti perasaanmu. "


Abi tersenyum. " Iya nggak apa-apa. "


Livia terdiam sejenak. " Aku ini orangnya emang gitu bi, gak bisa jaim dan selalu ceplas-ceplos dan nggak bisa pula di filter ini mulut. "


Abi tersenyum sambil menghela nafasnya. " Mungkin suatu saat kamu bisa berubah. "


Livia mengangguk. " mungkin ya. "


" Aku juga nggak tau, kenapa dari dulu aku selalu gitu sama orang lain. Padahal, papa sama mama nggak gitu. " sambungnya Livia.


Abi menatap Livia dalam-dalam. " Apa kamu pernah terluka? "


Perkataan itu sontak saja membuat Livia yang semula melihat kearah depan kini langsung melihat kearah Abi. Namun dia enggan untuk menjawab pertanyaan dari Abi sambil membuang pandangannya kembali ke segala arah.


Livia menundukkan pandangannya ke bawah.


" Maafkan aku ya bi? "


" Minta maaf lagi? kenapa sering minta maaf sih? "


Livia tersenyum sejenak. " Karena aku kamu harus kehilangan kekasihmu. "


Abi tersenyum sambil menghela nafasnya. " Semua yang terjadi di bumi ini atas izin Allah dan kehendak Allah. Semua ini sudah ada yang mengaturnya, kita hanya mengikuti alur skenario dari yang Maha Kuasa. "


Livia tersenyum sejenak kearah Abi lalu membuang pandangannya kembali.


" Kisah hidupku ini sama seperti kisah yang ada di film drama Korea yang bintang film itu terdapat artis-artis Korea yang wajahnya glowing-glowing semua. " ujarnya Livia sambil cengengesan.


" Jangan pernah bandingkan kisah hidupmu dengan kisah yang ada di film. Kisah yang ada di film itu ditulis oleh penulis naskah dan skenario film, sementara kisah hidupmu ditulis dan di skenarioi langsung oleh Allah. "

__ADS_1


Perkataan Abi membuat Livia yang semula cengengesan kini langsung terdiam.


'Perkataan Abi juga ada benarnya, kenapa dia bisa sedewasa ini si? kan aku jadi nyaman saat didekat dia. Alhamdulillah ya Allah, terimakasih engkau telah kirimkan Abi untuk hamba. Semoga kita berjodoh dunia akhirat.' gumam Livia.


" Kenapa diam?! sedang memikirkan apa? " tanya Abi.


Livia tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. " nggak ada. "


" Sebaiknya kita pulang, aku yakin mama dan papa sudah menunggu kita dirumah. "


Abi mengangguk. " Kamu sudah minumnya? kalau sudah ayo kita pulang sekarang! "


Livia mengangguk. " sudah kok. "


Abi berdiri dan menunggu Livia untuk berdiri pula namun ia tidak berdiri.


" Kenapa kamu nggak berdiri? " tanya Abi.


" kan kaki aku masih sakit. "


" tapi masih bisa berjalan kan? "


Livia menggeleng sambil mengerucutkan bibirnya kepada Abi. " nggak bisa. "


Abi menghela nafasnya dengan kasar.


" Abi.. gendong! "


Maka mau tidak mau pun akhirnya Abi mengikuti permintaan dari Livia. Dia mulai menggendongnya seperti tadi yang sewaktu berjalan kearah kios minuman itu. Kini keduanya berjalan kearah pintu keluar dan menuju ke arah tempat parkir untuk memasuki mobilnya dan berangkat untuk pulang kerumahnya.


.


.


BERSAMBUNG..

__ADS_1


__ADS_2