Romantika Cinta

Romantika Cinta
Bab 54


__ADS_3

Abi kemudian memeluk Livia. Sementara itu, Livia yang kini dipeluk oleh Abi langsung terkejut.


" Maafkan aku, Livia. Apa aku boleh memelukmu sebentar saja? kalau kamu keberatan, bilang ya??! "


Sementara itu, Livia hanya diam saja. Ada kehangatan tersendiri yang ia rasakan saat ini disaat Abi memeluknya.


'Terus peluk aku abi, jangan lepaskan dan jangan pergi. Aku saat ini mulai merasa nyaman denganmu.' gumam Livia.


" Ibu ku sudah lama pergi, aku merindukan sesosok wanita seperti ibuku. Wanita yang selalu memperhatikanku, wanita yang merawatku, wanita yang menjagaku, dan wanita yang mengajarkan aku dan menjadi guru pertamaku sebelum aku bersekolah. Aku rindu dia. " ujarnya Abi, tak terasa kini Abi meneteskan air matanya yang mulai jatuh membasahi rambut Livia. Livia yang menyadari itu membiarkannya saja.


'Kasihan juga ya dia. Sudah ganteng, baik, tapi ibunya sudah meninggal. Aku jadi ngerasa bersalah dengannya.'


Abi mengeratkan pelukannya, sementara itu Livia mulai mencubit lengannya karena Abi membuat ia merasa sesak nafas. Abi yang menyadari bahwa sedang memeluk Livia dengan erat-erat lalu melepaskan pelukannya itu.


" Maafkan aku, Livia. Maafkan aku. "


Livia menghela nafas dengan ngos-ngosan.


" Kamu mau buat aku mati ya??! " ujarnya Livia.


" Bukan gitu maksud aku, Livia. "


" Kamu kalau nggak suka sama aku bilang aja, nggak usah modus seperti itu. "


" Sok-sokan peluk segala, tau-tau sampai buat aku sesak nafas seperti itu tadi. " sambungnya Livia.

__ADS_1


" iya aku kan sudah minta maaf. Jadi maafkan aku ya? " ujarnya Abi sambil tersenyum.


Sementara itu Livia tidak menjawabnya.


Kemudian dia membalikkan badannya kembali dan membelakangi Abi kembali.


Sementara itu, Abi tersenyum nakal kearahnya.


" Pengen banget ya dipeluk dari belakang, kok sampai membelakangi aku gitu? " Abi mengatakan itu seakan-akan Livia telah memaafkan perbuatannya barusan.


Livia menoleh dan menatapnya dengan tatapan tajam.


" Apa sih? jangan macam-macam ya! Nanti aku laporkan kamu ke papa kalau.. "


" Kalau aku telah memperkosamu? gitu? "


Abi malah semakin tersenyum kearah Livia, sementara itu Livia hanya menatapnya dengan heran.


" Laporkan saja. Aku tidak takut! " ujarnya Abi dengan gagahnya sambil bersedekap dada.


" Ohh, jadi kamu mulai berani ya sama keluarga kami? lama-lama ngelunjak juga ya kamu itu??!! "


" Apa kamu mau melapor kepada papamu kalau aku sudah memperkosamu? Hmmm? "


Abi menatap Livia dalam-dalam.

__ADS_1


" Apa kamu lupa kalau aku saat ini sudah resmi jadi suami kamu sekarang? "


Livia terhenyak saat mendengar perkataan dari Abi. Apa lagi perkataan 'suami' yang baru saja keluar dari mulut Abi.


Abi semakin dan semakin tersenyum disaat melihat wajah Livia yang tengah terlihat gusar.


'Sial!! bagaimana ini? dia telah mengeluarkan kalimat skakmat nya.' gumam Livia.


" Bagaimana? apa bisa kita mulai sekarang? " ujarnya Abi sambil mendekatkan wajahnya itu ke wajah Livia. Sementara itu, Livia memundurkan wajahnya sampai mentok ke belakang.


" A-aku.. "


" Aku sudah siap kok melayani kamu dengan senang hati. " sambil tersenyum manis.


" A-aku.. "


" Apa lagi yang kamu tunggu hmm? "


'Bagaimana ini? aku harus alasan apa? mana wajah Abi semakin mendekat lagi. Jadinya kan bikin aku deg-degan.' gumam Livia.


Abi tersenyum disaat melihat Livia yang berdiam tak menjawab perkataan darinya yang sedari tadi tengah bergumam dalam hati.


" Jadi nggak nih? " tanyanya Abi sekali lagi kepada Livia.


" Nggak baik loh, nolak ajakan suami. " sambungnya Abi sambil tersenyum kecil.

__ADS_1


__ADS_2