Romantika Cinta

Romantika Cinta
Bab 57


__ADS_3

Kemudian Abi memeluk Livia dan tangannya pun mulai memegang perut dari Livia.


" Abi, jangan memaksa! kalau aku nggak mau ya nggak mau! kamu ngerti bahasa aku nggak sih??!! " ujarnya Livia mengeraskan suaranya itu sehingga menggema di dalam kamar mereka.


Seketika itu juga Abi melepaskan pelukannya itu dari tubuh Livia.


" Dasar pria miskin! belum apa-apa sudah mau langsung melakukan itu. " ujarnya Livia kepada Abi.


Abi menghela nafasnya. " Jadi kamu nggak mau? ya sudah tinggal bilang aja Livia. Tinggal ngomong aja dengan jujur nggak usah bohong gitu, karena aku nggak suka dibohongi. "


" Kamu tadi yang memaksa, jadinya aku nggak ada cara lain untuk mengakalimu. "


Abi tak menjawab sepatah kata pun.


Livia melihat kearah Abi. Dia melihat wajah Abi yang kini tengah seperti sedang terdiam membisu melamunkan sesuatu.


" Dasar pria miskin dan mesum! " ujarnya Livia dengan keras ditelinga Abi.


Sementara itu, Abi menoleh kearah Livia.


" Aku tidak suka kamu memanggilku pria miskin. Aku tau, aku memang nggak ada apa-apanya dibandingkan dengan kamu yang anak dari keturunan ningrat ini. Tapi perlu kamu ingat Livia, aku ini seorang manusia. Dan aku juga sama sepertimu, sama-sama memiliki sebuah perasaan. Dan perlu kamu ingat, derajat kita dimata Tuhan yang Maha Esa itu sama. Dan dunia ini hanya titipan dan hanya bersifat sementara. Kita meninggal tidak membawa dunia sepeser pun. " ujarnya Abi.


Perkataan dari Abi sontak saja membuat Livia terdiam. Seperti tengah disambar petir mendadak karena mendapat wejangan dari Abi.

__ADS_1


Livia langsung terdiam membisu dan mulai memikirkan kata demi kata yang baru saja Abi ucapkan.


Livia menghela nafasnya dalam-dalam. " Iya aku salah, aku minta maaf. Tolong maafkan aku ya?! "


Abi menoleh kearah Livia. " semudah itu kamu meminta maaf? "


Livia mengangguk. " Iya, memangnya kamu mau aku yang meminta maaf yang seperti apa? "


Abi geleng-geleng kepala sambil tersenyum. " Jadi semudah itu orang kaya meminta maaf kepada orang lain? "


" Setelah kata demi kata yang dia ucapkan melukai perasaan orang lain, lalu dengan mudahnya dia meminta maaf? " sambungnya Abi.


" masih baik ya aku masih minta maaf sama kamu. "


Livia tertawa kecil. " Kamu marah sama aku, Abi? "


" Kamu ketawa? " tanyanya Abi dengan heran.


" Seperti yang kamu lihat, aku sedang tertawa kan? "


" Hati yang tersakiti tidak pantas untuk ditertawakan. "


Livia semakin menjadi-jadi tertawanya, dan kini dia malah memukul pundak Abi.

__ADS_1


" Sok drama kamu. "


" Apa?? hati yang tersakiti?? " sambungnya Livia sambil melanjutkan tertawanya.


Sementara itu, Abi hanya terdiam melihat Livia yang sedang tertawa terbahak-bahak.


" Kamu mah main sinetron aja sekalian, itu di televisi yang ikonnya ikan terbang. " ujarnya Livia.


Abi hanya menghela nafasnya.


" sudah tertawanya? " ujarnya Abi dengan tatapan mata yang tajam kearah Livia.


Livia langsung saja berhenti tertawa. Dia langsung melihat kearah Abi.


'Sial! ternyata dia bisa marah juga? aku baru tau. Oke, kita liat saja nanti. Berapa lama kamu akan tahan denganku Abi.' gumam Livia.


" Belum, tadi kamu bicara jadinya aku berhenti. "


" Kalau belum lanjutkan aja, aku mau tidur. " ujarnya Abi sambil membalikkan badannya membelakangi Livia.


Livia mengernyitkan dahinya sambil tersenyum nakal. " Kalau mau tidur ya tidur aja, kok masih ngasih tau? "


" Jangan cuek-cuek, nanti kalau sudah sayang dan cinta takut bilang jangan tinggalkan aku. " ujarnya Livia ditelinga Abi.

__ADS_1


Mendengar itu Abi langsung menutup telinganya dengan bantal dan memejamkan matanya untuk istirahat.


__ADS_2