Romantika Cinta

Romantika Cinta
Bab 38


__ADS_3

Setelah Tuan Brawijaya tidak ada ditempat, lalu Livia mulai menatap kearah Abi dengan tatapan mata yang tajam.


Abi yang mulai menyadari itu kemudian melihat kearah Bella, dan Bella yang sudah mengerti dan paham akan maksud Abi lalu dia memilih untuk berpamitan pergi meninggalkan keduanya ditempat tersebut.


" Kalau gitu saya permisi dulu Nona muda Livia. Masih ada urusan yang belum saya selesaikan. Mari, assalamualaikum. " ujarnya Bella kepada Livia.


" Yaudah, sana pergi. Waalaikumsalam. " sahut Livia sambil mengibaskan tangan kanannya itu.


Bella mengangguk, dan beralih melihat kearah Abi. " Mari mas, duluan. Assalamualaikum. "


" Iya waalaikumsalam. Hati-hati di jalan ya dek. " sahut Abi sambil tersenyum.


" Iya mas. Makasih. " ujarnya Bella sambil mulai melangkahkan kakinya untuk pergi meninggalkan tempat itu.


Setelah Bella pergi, Livia tidak pernah melepas tatapan tajamnya itu kearah Abi.


Sementara itu, Abi hanya tersenyum menanggapi tingkah laku dari Livia.


" Cepat masuk kedalam mobil !!! " titah Livia kepada Abi yang kemudian mulai masuk kedalam mobilnya itu. Dan Abi pun juga mulai mengikutinya.


" Jalan pak! " ujarnya Livia kepada supirnya itu.


" Baik non. " kemudian si supir mulai menyalakan mesin mobilnya itu untuk pergi meninggalkan tempat itu.


Setelah dalam setengah perjalanan, supirnya kebingungan dengan arah tujuan. Pasalnya, Livia tidak memberi tahu arah tujuannya kemana, dia dari tadi hanya memandang kearah luar jendela dengan wajah kusutnya seperti layaknya seseorang yang sedang cemburu pada kekasihnya.


" Maaf sebelumnya non, ini kita mau kemana ya? soalnya saya juga tidak tau arah kita mau kemana saat ini. " ujarnya supir itu mulai memecah keheningan didalam mobil sambil menatap kearah Nona muda nya melalui spion depan. Sementara itu, yang ditatap malah tidak menghiraukannya.

__ADS_1


" Non.. " panggilnya supir itu sekali lagi.


Kemudian Abi menoleh kearah Livia dan mulai mencolek lengannya itu.


" Apasih colak-colek? sok akrab aja. " ujarnya dengan ketus.


" Dihh, GR. Itu, kamu dipanggil pak supir tadi. Katanya kita mau kemana? soalnya pak supir juga tidak tau arah tujuan kita kemana. "


Kemudian Livia beralih melihat kearah supirnya itu. " Ohh, saya mau ke Mall dulu pak, mau refreshing. Bapak bisa antarkan saya kesana sekarang. "


Sang supir pun mengangguk. " Baik non. "


Sementara Abi melihat kearah Livia dengan rasa heran, karena sifat dari Livia menjadi cuek nan ketus pada dirinya saat ini.


Dan kemudian Abi pun mulai basa-basi untuk mencairkan suasana diantara keduanya.


" Mau belanja? "


" Mau karaoke. " sahutnya dengan ketus.


" Mau karaoke kok di Mall? kan harusnya di tempat karaoke? "


" Sudah tau kok masih nanya? "


" Ya gapapa, kan namanya juga aku pengen tau. By the way, kamu selesai dari mana tadi? "


Livia diam tak menjawab pertanyaan Abi.

__ADS_1


Dan Abi pun hanya menghela nafasnya dalam-dalam.


" Kamu kenapa? "


Livia mengernyitkan dahinya dan mulai menatap kearah Abi. " Gapapa. "


" Apa kamu cemburu pada Bella? "


'Apa? cemburu? apa aku tidak salah dengar? aku cemburu dengan pria miskin ini? Dih, amit amit.' gumam Livia.


" Nggak, biasa aja. "


" Kalau biasa aja, kenapa sewaktu aku bersama Bella tadi wajahmu terlihat kusut seperti seseorang yang sedang cemburu? "


" Aku hanya tidak suka jika ada orang lain yang mengusik sesuatu milikku. "


" Apa? milikmu? " ujarnya Abi terkejut mendengar perkataan dari Livia.


'Astaga, apa jangan-jangan aku salah berucap? yang ada nanti dia malah GR lagi, astaga. Livia-livia.'


.


.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG..


__ADS_2