SADURAN KITAB CINTAKU

SADURAN KITAB CINTAKU
20. ANNIVERSARY MENYAKITKAN


__ADS_3

Sejarah baru, kisah perceraian Daffa dan Nadia akan berlangsung besok jam 10 pagi di kantor pengadilan agama Jakarta Selatan. Karena besok bertepatan dengan ulang tahun pernikahan mereka, maka malam itu Nadia membuat kejutan istimewa untuk suaminya. Daffa yang pergi keluar sebentar dari apartemennya, ia ingin membelikan sesuatu untuk Nadia berupa kue, satu buket bunga dan juga perhiasan berupa kalung bertahtakan berlian.


Nadia yang sengaja memanggil seorang MUA untuk merias dirinya secantik mungkin, ia melakukannya demi kekasih tercinta, untuk dipersembahkan kepada suami tercinta. Kali ini gaun malam yang dikenakannya sangat seksi untuk acara romantis yang akan berlangsung didalam kamar apartemennya.


Masakan yang dimasak sendiri olehnya dengan rasa cinta untuk mereka berdua. Sekarang hanya menunggu pujaan hati yang belum juga datang. Berkali-kali ia seperti narsis dihadapan kaca, seolah meminta pendapat cermin apakah penampilannya sudah sangat cantik malam ini?" sedangkan sebelumnya perias MUA, sudah memuji kecantikannya sudah ratusan kali, namun tetap saja ia berharap hasil akhirnya adalah pujian sang suami tercinta. Semua yang sudah dipersiapkannya terlihat sempurna, ia hanya berlenggak lenggok, menatap kaca berbicara sendiri seakan sedang berlatih berbicara untuk wawancara kerja esok hari.


Entah mengapa ia makin gugup menanti suaminya pulang. Benar saja pintu itu terbuka dan Nadia buru-buru berdiri di depan pintu, ia ingin menjadi orang pertama yang akan dilihat oleh suaminya. Dress berwarna merah dengan leher rendah sedikit memperlihatkan belahan dadanya. Dress seksi itu membungkus tubuhnya mengikuti lekukan tubuhnya bak gitar spanyol. Ukuran dress-nya sangat mini hanya panjang namun terbelah disisinya, menutupi pahanya yang mulus. Mungkin bisa dikatakan dress yang dikenakannya ini seperti wanita panggilan yang sedang menggoda para pria hidung belang diluar sana. Di klub-klub malam dengan tarian erotis mereka.


"Assalamualaikum sa-yang!" kata-kata Daffa terhenti melihat titisan dewi dari kayangan yang kini berdiri menyambutnya.


"Waalaikumuslam sayang!" sapa hangat dari seorang yang selalu menjadi permaisuri dihati Daffa, yang esok hari, hanya tinggal meniup ribuan kata rindu yang menyusup halus di paru-parunya.


"Sayang, benarkah ini kamu Nadia istriku?" tanya Daffa menjadi gagap sejenak dengan ucapannya dengan menatap tajam seluruh tubuh istrinya.


Saat ini Nadia seperti sedang menjelma menjadi seorang artis Hollywood yang sedang berjalan di atas karpet merah untuk menerima piala Grammy award yang memenangkan peran terbaik artis wanita pendatang baru.


"Masuklah mas, mengapa mas menjadi bengong begitu menatapku?" lagian kaya baru kenal aja sama istri sendiri." ucap Nadia yang sedang menahan tawanya karena melihat tampang bodoh suaminya yang sedang menatap wajahnya sepertinya sudah mulai tergiur dengan tubuhnya.


"Tunggu sayang, aku ingin memberikanmu ini," ucap Daffa seraya menyerahkan kue, perhiasan yang sudah berada di dalam paper bag dan seikat bunga kepada Nadia.


Nadia mengambil pemberian suaminya lalu ia menyiapkan kue ulangtahun pernikahan mereka dan bunga yang diletakkan di atas meja makan. Tinggal kalung yang ia ingin memakainya malam ini juga. Daffa meraih kalung itu memasangnya dileher jenjang istrinya kemudian ia mengecup leher jenjang mulus itu. Ia membalikkan tubuh Nadia lalu menatap wajah itu setiap incinya. Ciuman pertama kening, kedua mata, hidung dan berakhir dibibir. Sesaat, mereka mengabaikan makan malam mereka, karena mengutamakan ciuman panas hingga nafas keduanya berkurang lalu melepaskan diri dari pelukan. Senyum hangat diperlihatkan dan Daffa menarik kursi untuk ratunya itu.


Dengan gaya ala pelayan pada ratunya, Daffa membungkukkan badannya untuk mempersilakan ratunya duduk. Dilayani dengan segala keistimewaan, keduanya duduk dan berdoa khusu sebelum menyantap makan malam romantis tersebut. Usai berdoa keduanya mulai menikmati hidangan pembuka kemudian dilanjutkan dengan hidangan penutup yaitu tiramisu cake yang sudah dibeli suaminya. Usai makan malam dalam suasana syahdu, keduanya memilih kembali ke kamar untuk melanjutkan perayaan hari spesial mereka malam ini.

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷


Wangi bunga lily dan mawar putih menebar semerbak harum di ruangan tersebut menambah gairah dan membangkitkan libido untuk pasangan yang menyedihkan ini. Di saat yang sama Daffa bisa merasakan kalau celananya langsung terasa menyempit karena juniornya yang tak bisa berkompromi. Pusakanya mulai menegang dalam status darurat, apalagi ketika melihat Nadia mulai melepaskan gaunnya malamnya, kemudian menggantinya dengan lengerie satin yang sengaja disiapkannya malam ini. Lekuk tubuh ramping tersebut terlihat makin menggoda bentuk bokong penuh, lalu lekukan pinggang yang sintal serta kedua gundukan pa**dara yang membulat sempurna, belum lagi bahan gaun lengerie yang transparan di tengah cahaya lampu kamarnya yang sengaja dibuat temaram, dapat merangsang libido se*snya mulai meningkat tajam ke tingkat yang sangat mengkuatirkan.


Tangannya Nadia yang lembut mulai mengusap-usap punggungnya dengan belaian erotis. Perlahan Nadia menempelkan tubuhnya bagian depan ke punggung suaminya, rasa empuk dan hangat dari kedua gunung kembar miliknya menempel ke kulit Daffa yang hangat.


"Sayang, kita bobok yuk!" bisik Nadia lembut di kuping suaminya penuh dengan nada menggoda. Dafa mulai merasakan benda pusakanya mulai mengacung keras. Pelan, tidak nampak terburu-buru, Nadia mulai mendaratkan cumbuan lembut di pipi, telinganya dan ceruk leher milik Daffa, sambil kedua lengan tangannya merapatkan pelukannya dipinggang suaminya tersebut.


Daffa meneguk liurnya dengan gugup. Sekarang tongkat pusakanya kini telah menegang seutuhnya. Begitu cumbuan Nadia berhenti terakhir pada benda pusaka milik Daffa . Lelaki perkasa ini langsung menarik tubuh Nadia kencang, lalu merebahkan tubuh istrinya yang sudah ingin dinikmati nya malam ini. Daffa dengan sangat kasar menghempaskan tubuh Nadia ke atas ranjang empuk mereka dan bagai singa lapar Daffa langsung menerkam tubuh istrinya merobek lingerie dalam sekali sentak.


"Hmmmppm...akkhh!"


Kedua mulut dan lidah mereka saling berpagutan, ******* bergulat dengan liarnya di sela-sela serangan erotis dengan des*han manja Nadia yang ditindih oleh tubuh atletis milik suaminya, lalu tidak berhenti sampai di situ, karena tangan Daffa terus bergerak liar menggerayangi semua lekuk tubuh Nadia dengan ganas, berusaha untuk melepaskan gairah liarnya serta insting primitif sebagai makhluk hidup, untuk bercinta habis-habisan dengan miliknya malam ini.


Nadia sangat tahu kalau area bawahnya sudah mulai basah, banjir malah, ditambah lagi dengan jilatan lidah Daffa yang menari sempurna di area mahkotanya. Daffa sepertinya sudah sangat hafal dengan letak titik-titik kelemahannya, yang mampu merangsang libido serta birahinya sampai ke Puncak. Ia tak mampu lagi berpikir, yang ada di pikirannya saat ini yaitu menagih dengan kata lagi... lagi..dan lagi, dengan kedua tangannya Daffa terus bergerak lincah di bawah sana membakar api gairahnya sampai ke surga ke tujuh.


"Akkhhh.... ssssttt...auhhhtt!" mas Da-ffa..!" di sela-sela rintihannya menggebu, Nadia memanggil nama suaminya dengan rengekan manjanya yang sangat disukai oleh Daffa.


Nadia memanggil nama suaminya wajahnya mulai kemerahan dan nafasnya tersengal-sengal. Daffa benar-benar sempurna, itu yang dikatakan dalam hatinya. Suaminya terus-menerus memainkan lidahnya di liang sempitnya dibagian bawah tubuhnya.


Tiba-tiba Nadia merasakan cairan beningnya keluar mendadak dari mahkotanya, tanpa tak tertahankan lagi. "Astaga apakah aku sedang o***me?" tanyanya membatin dengan tersenyum puas.


Namun Daffa belum selesai begitu saja, ia melihat cairan bening tersebut yang sudah keluar dari mahkota istrinya, ia langsung melesakkan miliknya ke dalam milik istrinya dalam sekali hentakan.

__ADS_1


Tubuh Nadia tersentak kaget oleh serangan tersebut, tetapi kemudian bibirnya kembali disumpal oleh lu*"tan bibir suaminya yang memagut bibirnya dengan rakus, kedua lidah mereka kembali menari dengan liar sementara Nadia mengalungkan kedua lengannya ke leher Daffa dan kedua kakinya dibuka lebar untuk memberikan akses sebebas-bebasnya dan seluas-luasnya kepada milik suaminya tersebut, untuk mengobrak-abrik bagian kewanitaannya. Tubuh keduanya saling memompa dengan sangat harmonis sementara Nadia terus-menerus menyebut nama suaminya berulang kali, lelah tidak lagi mereka hiraukan karena kesempatan ini tidak lagi menjadi milik mereka esok hari. Hingga akhirnya hempasan beribu gelombang kenikmatan mulai menyetrum area sensitif keduanya, yang kembali memberikan kepuasan untuk mereka.


Setelah permainan panas itu dengan rasa lelah dan lezat menjadi kombinasi yang menyenangkan hati keduanya. Biarkan malam ini menjadi pertemuan kedua hasrat yang tidak bisa lagi mereka raih, cinta yang susah payah dibangun keduanya, seketika runtuh dengan perceraian yang akan menjadi hadiah ulang tahun pernikahan yang menyakitkan bagi keduanya esok hari. Karena terlalu lelah dalam permainan panas untuk terakhir mereka malam ini, akhirnya mata keduanya diserang oleh datangnya rasa ngantuk yang menjalar di antara simpul syaraf, yang sedang memerintahkan otak keduanya untuk beristirahat dengan tidur dibawah selimut tebalnya. Pelukan rapat keduanya mengiringi mimpi mereka untuk kembali bercinta di alam sana.


Selepas sholat subuh berjamaah, Daffa dan Nadia saling menyatakan perasaan mereka, kata-kata permintaan maaf serta tangisan yang tak henti-hentinya mereka ucapkan. Saling mendoakan dan saling mendukung agar tetap semangat dan optimis dalam menghadapi ujian yang saat ini mereka jalani. Daffa terus memohon agar istrinya tidak menikah lagi dengan pria lain, namun Nadia tidak bisa menyanggupi permintaannya, karena ia tidak bisa menebak bagaimana masa depannya setelah bercerai dengan Daffa.


"Berjanjilah sayang, jangan pernah menggantikan tempatku dihatimu untuk cinta yang lain!" pinta Daffa dengan tangis lirih.


"Aku tidak bisa memberimu janji karena aku takut tidak bisa menempati janji itu yang akan menjadi hutangku sampai akhir hayatku." tolak Nadia dengan halus.


"Nadia, aku..oh..sayang!" kata-katanya terputus karena luapan emosional yang tercekat di kerongkongannya hingga tak dapat meneruskan kata-katanya. Ia kembali meraung seperti anak kecil yang kehilangan ibunya. Nadia memeluk suaminya, memberikan lagi sentuhan bibir dan lidah mereka, ciuman kepedihan karena luapan kesedihan yang dirasakan keduanya. Hingga akhirnya percintaan panas kembali terjadi, permainan kasar yang dilakukan oleh Daffa pada tubuh Nadia dengan hentakan membabi-buta. Gigitan - gigitan yang menyakitkan untuk Nadia di bagian-bagian tubuhnya yang dilakukan oleh Daffa. Nadia mengerti suaminya melakukannya dalam keadaan marah karena akan berpisah dengan dirinya, ia membiarkan suaminya melakukan itu hingga miliknya terasa lecet dengan datangnya sakit yang teramat perih. Hingga teriakan terakhir Daffa bersamaan hentakan pada tubuh istrinya.


"Nadiaaaa!" aku mencintaimu!" sambil berkata seperti itu, ia jatuh diatas tubuh istrinya dengan ******* terakhir dibibir sensual milik istrinya.


🌷🌷🌷


Pagi hari setelah keduanya sudah mempersiapkan diri dengan busana terbaik mereka, keduanya kini sedang menikmati sarapan terakhir mereka sebagai suami istri. Keduanya siap berangkat ke pengadilan untuk menerima vonis terakhir untuk menerima jatuh talak bagi keduanya.


Keduanya sudah berada di dalam mobil yang dikemudikan oleh Rio asisten Daffa. Keduanya tetap berpelukan dibelakang sana. Nadia berada dalam pelukan suaminya, mereka nampak diam dan tenggelam dalam lamunan masing-masing. Rio tidak ingin bertanya, iapun juga ikut menyayangkan perceraian pasangan romantis ini. Hatinya juga ikut pilu yang akan menyaksikan perceraian yang akan segera terjadi pagi ini.


Mobil itu sudah masuk di area parkir gedung pengadilan agama Jakarta Selatan. Daffa tidak langsung turun, ia meminta Rio untuk mengamati keadaan di dalam ruang sidang. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Daffa yang melancarkan lagi ciumannya pada sang bidadarinya yang akan meninggalkan hidupnya.


Ditengah keadaan yang makin genting diiringi detak jantung yang memuncak, keduanya tenggelam dalam suasana haru, pergumulan singkat didalam mobil itu seakan memberikan kesan terakhir untuk masing-masing tubuh mengucapkan selamat tinggal milikku yang berharga.

__ADS_1


__ADS_2