SADURAN KITAB CINTAKU

SADURAN KITAB CINTAKU
83. SEMPURNANYA IBADAH


__ADS_3

Menghabiskan malam pengantin di kota Mekkah adalah hal terindah yang telah dilewati oleh pasangan pengantin baru dan akan membekas dalam sanubari kedua insan ini. Kisah perkenalan yang singkat, menikah dadakan dan malam ini melepaskan masa lajang dengan sesuatu yang telah Allah halalkan keduanya melalui pernikahan yang sah.


Rio dan Hanna melewati setiap sesi percintaan mereka dengan penuh kelembutan, walaupun ada hasrat birahi yang membuncah namun keduanya sangat hati-hati dalam menelusuri samudera kenikmatan yang menjanjikan sentuhan kepuasan itu.


Alunan suara lirih yang terdengar syahdu ditengah pergumulan dua anak manusia ini untuk menggapai nikmatnya surga dunia. Keduanya tersenyum penuh kemenangan ketika tiang portal pertahanan dibuka dengan perlahan walaupun menyisakan tangis kebahagiaan.


Rio mengecup bibir istrinya untuk kesekian kalinya di malam itu setelah mahkota termewah dan tak ternilai dipersembahkan oleh Hanna padanya. Tubuh mulus nan lembut milik Hanna dengan wangi khas yang tercium oleh Rio makin membuat asisten Daffa ini tidak berhenti mengagumi sosok bidadari yang ditemuinya di Jabbar Rahmah. Tubuh itu sudah bersandar di dada bidangnya usai melaksanakan ibadah terindah yang menyempurnakan iman mereka sebagai umat Rosulullah.


"Terimakasih Hanna, aku tahu ini perkenalan kita sangatlah singkat, walaupun perjuanganku tidak seberapa untuk mendapatkanmu, tapi perlu kamu tahu keyakinanku kepada Allah SWT yang mengukuhkan imamku, yang terus berharap atas pertolonganNya, untuk bisa mendapatkanmu adalah perjuanganku selama ini.


Bukankah mengharap ridho Allah itu jauh melelahkan dari pada berusaha mencari sendiri pilihan hidup akan jauh lebih sulit ditemui?" Ucap Rio menggambarkan perasaannya saat ini pada istrinya Hanna.


"Itulah kekuatan doa, kadang kita lupa karena selalu mengesampingkan kekuatan doa itu dengan terus berikhtiar tanpa henti tapi hasil yang didapat belum tentu diridhoi Allah. Seperti manusia mencari nafkah dari sebelum subuh hingga larut malam hanya mendapatkan upah yang tidak selaras dengan usahanya selama sebulan penuh. Hasil jerih payahnya habis begitu saja karena ia lupa menyelipkan setiap ikhtiarnya dengan doa.


Padahal Allah mengatur hidup kita dari bangun tidur sampai tidur lagi semuanya diawali dengan doa. Bukankah Islam agama yang sempurna yang mewajibkan umatnya untuk beriktiar sambil berdoa. Bangun tidur baca doa, ke kamar mandi baca doa, pakai baju baca doa, berhias, mulai makan dan minum dan mengakhirinya dengan doa, mau pergi baca doa, masuk mesjid dan keluar mesjid doa, apa pun kegiatan kita semuanya diawali dan diakhiri dengan doa, sampai berhubungan suami istri juga ada doanya agar benih yang tumbuh dalam rahim seorang ibu terjamin keselamatannya dari gangguan setan sampai ia melahirkan. Tuh kurang baik apa lagi Allah pada kita. Aturan hidup hambaNya diatur sedemikian rupa dari lahir sampai mati hingga surganya pun sudah dijaminkan dengan rukun iman dan Islam sebagai tonggak untuk keselamatan yang akan didapatkannya baik yang ada di dunia maupun akhirat." Hanna menjelaskan semuanya pada suaminya tentang kekuatan doa.

__ADS_1


"MasyaAllah, seluas itukah pemahaman ilmu kamu sayang? Aku jadi malu karena masih minim mengenal ilmu Allah." Rio merendahkan hatinya didepan istrinya.


"Aku hanya ingin berbagi apa yang aku tahu sayang, jika iman saja yang kita miliki itu tidak cukup kalau tidak disertai ilmu, makanya banyaklah belajar mengkaji ilmu Allah jika ingin selamat dunia akhirat. Orang yang tidak ingin berdoa dalam hidupnya berarti dia telah mengingkari dirinya sebagai hamba Allah yang taat, kalau ia adalah golongan manusia berarti doa adalah salah satu kebutuhannya kepada Allah." Imbuh Hanna lagi.


"Sempurna baby, I love you so much honey" Ucap Rio lalu mengajak istrinya untuk istirahat karena lelah telah menghinggapi tubuh mereka.


Keduanya berpelukan sambil mengucapkan syukur dan kembali membaca surat Al Mulk kemudian ditutupi dengan bacaan doa tidur yang dipimpin oleh Hanna. Mimpi indah menanti keduanya untuk memadu kasih di alam tidur itu.


🌷🌷🌷🌷


Tuan Ridwan dan nyonya Nur merasakan momen yang sangat berharga ketika kembali ke Indonesia bersama dengan besan mereka yaitu Tuan Edy dan nyonya Laila.


"Kita sekarang sudah menjadi keluarga besar tuan Edy karena anak-anak kita" Ucap Tuan Ridwan dengan wajah berbinar-binar.


"Inilah keluarga Rio, Rio dan Daffa adalah saudara sepupu dari pihak nenek, jadi ibu saya dan neneknya Rio adalah saudara sekandung. orangtuanya meninggal ketika Rio berusia 17 tahun karena kecelakaan, sejak saat itu ia lebih dekat dengan Daffa." Tuan Edy menceritakan ponakannya tersebut.

__ADS_1


Tapi sebenarnya Rio adalah anak angkat sepupunya tuan Edy. Tapi demi menghargai Rio yang tidak mengetahui jika dirinya adalah putra angkat maka, Tuan Edy memilih merahasiakannya hingga suatu hari nanti biar Rio yang akan mengetahui dengan sendirinya.


Setibanya mereka di tanah air, dua minggu kemudian keluarga mengadakan resepsi pernikahan untuk Rio dan Hanna sedangkan Daffa dan Nadia memilih resepsi pernikahan mereka diadakan di hotel mewah dengan para tamu undangannya adalah anak yatim piatu.


Mereka lebih memilih berbagi dengan yatim piatu dari pada para tamu undangan pada umumnya. Ketika ditanyakan oleh wartawan saat mengunjungi perusahaan Daffa, suami dari Nadia hanya menjawab ingin mendapatkan keberkahan yang lebih banyak dari para anak-anak malang itu.


"Berbagi dengan mereka memiliki kepuasan batin tersendiri, melihat senyum mereka menikmati hidangan mewah yang harus dinikmati oleh para tamu undangan orang-orang penting, tapi ketika mereka yang menikmatinya terdengar ucapan doa mereka yang terus bersyukur kepada Allah, satu suapan terdengar ucapan hamdalah sampai makanan itu habis.


Beda sekali dengan orang kaya yang datang ke undangan selalu menyisakan makanan mereka dan jarang yang mengucapkan rasa syukur mereka kepada Allah karena sudah menikmati makanan mewah yang disiapkan oleh pemilik hajatan. Sekarang kalian mau memilih keberkahannya atau pujian manusia-manusia angkuh itu?" Daffa menjelaskan alasannya pada wartawan saat menanyakan konsep resepsi pernikahannya yang telah digelar di hotel mewah bersama dengan dua ribu anak yatim yang dibagi tiga sesi dalam satu hari itu.


Biasanya para tamu undangan yang memberikan amplop untuk pengantin tapi justru Daffa yang menyiapkan amplop untuk para tamu istimewanya tersebut.


"Apakah tuan tidak merasa rugi yang seharusnya pengantin mendapatkan hadiah malah anda yang memberikan hadiah?" Tanya wartawan yang satunya.


"Itulah perbedaan pemikiran orang yang lebih memperhitungkan segala sesuatunya dengan nilai tapi bukan dengan niat, jika kita meluruskan niat kita karena Allah, saat mengundang anak-anak yatim itu dalam acara resepsi pernikahan kami, saya yakin Allah tidak akan membuat saya miskin dalam sekejap tapi justru Allah sedang membalas amal baik saya dengan menggandakan 7 kali lipat balasan rejeki yang diberikan Allah kepada keluargaku. Seperti janji Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 261.

__ADS_1


"Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui." Daffa mengakhiri wawancaranya dengan para pemburu berita itu lalu pamit pulang untuk menemui keluarga kecilnya yang telah menantinya di mansion.


__ADS_2