SADURAN KITAB CINTAKU

SADURAN KITAB CINTAKU
72. PERJODOHAN


__ADS_3

Pengkhianatan yang terjadi di dalam perusahaan milik Daffa akhirnya terkuak. Asisten Rio yang mengetahui siapa dalang dibalik kekacauan yang merugikan perusahaan itu merasa sangat tidak percaya, karena orang yang selama ini mereka anggap lelaki yang paling lugu dengan pekerjaan sederhananya, tega menjual desain mereka kepada perusahaan saingan mereka, walaupun beda brand.


"Pak Ahmad?" pekik Rio tidak percaya dengan apa yang diketahuinya.


Rio melaporkan kejadian ini ke Daffa. Ayah dari Hafiz juga tidak percaya bahwa laki-laki tua yang sangat terkenal bersahaja itu tega melakukan perbuatan keji itu pada dirinya.


"Panggilkan dia menghadapku Rio dan biarkan aku sendiri yang mengintrogasinya." Pinta Daffa geram.


"Baik bos!" Rio menghubungi bagian cleaning servis untuk meminta pak Ahmad segera menghadap Daffa.


Pak Ahmad yang tidak menduga bahwa dirinya telah ketahuan perbuatannya nampak santai dan tetap dengan sifat kesederhanaannya.


"Permisi Tuan, apakah anda memanggil saya?" tanya pak Ahmad dengan polosnya.


"Silahkan duduk pak Ahmad!"


Daffa mengambil laptopnya dan memperlihatkan bagaimana pak Ahmad mencuri data perusahaan untuk diberikan kepada perusahaan lain. Pak Ahmad menelan salivanya dengan gugup, ia tidak bisa bergerak atau mencari alasan. Wajah lelaki paruh baya ini pucat seketika karena sesuatu yang dianggapnya sudah rapi membuatnya bisa dengan mudah tanpa ketahuan oleh perusahaan ini.


"Mengapa anda melakukan ini pak? apa motivasi bapak sampai tega menjual desain mobil terbaru milik perusahaanku kepada perusahaan saingan kita?" Daffa berusaha tenang menghadapi tikus ini.


"Maafkan saya tuan, saya memiliki tiga orang anak yang saat ini sedang menempuh pendidikan perguruan tinggi. Mereka ingin sekali kuliah tapi saya tidak mampu membiayai kuliah mereka. Dalam keadaan terdesak, saya akhirnya memberanikan diri ketika saya melihat saat tuan mengadakan meeting dan mendengar presentasi dari staf ahli yang sudah merancang mobil baru itu, saya diam-diam masuk ke ruang arsip dan mengcopy file itu ketika semua karyawan sudah meninggalkan perusahaan tuan." Pak Ahmad berkata jujur pada Daffa.


"Apakah kamu nyaman melakukan ini pak Ahmad?" Tanya Daffa.


"Apakah kamu tidak tahu mereka menghabiskan tenaga dan waktu mereka hanya untuk menghasilkan desain sebagus itu demi perusahaan ini. Jika kamu menjualnya bukankah kamu sedang mengorbankan kerja keras orang lain demi ambisimu untuk menyekolahkan putra-putrimu dan perusahaanku mengalami kerugian besar karena ulahmu pak." Daffa mencoba menyentuh jiwa polos pak Ahmad dengan kata-katanya yang cukup membuat lelaki ini merasa bersalah dengan perbuatannya.


Sekarang kami harus merombak ulang desain mobil yang tidak sesuai dengan desain sebelumnya. Saya tidak akan membawa ini ke jalur hukum. Tapi saya sangat kecewa dengan sikap pak Ahmad yang memanfaatkan keluguan bapak untuk menghancurkan perusahaan ini.


Bapak saya maafkan tapi saya harap anda pergi dari perusahaan saya terimakasih!" Daffa melanjutkan perkataannya dengan mengambil sikap tegas mengadili pak Ahmad.


"Maafkan saya Tuan!" Semoga kerugian yang Tuan alami karena saya, akan digantikan Allah dengan yang lebih baik. Terimakasih tidak menuntut saya ke jalur hukum Tuan." Ujar pak Ahmad gugup.

__ADS_1


"Rio segera ke ruangan saya, pastikan semua barang pak Ahmad tidak tertinggal di perusahaan ini." Pinta Daffa.


Pak Ahmad keluar dari ruang kerja Daffa dengan perasaan sangat malu dan menyesal. Ia tidak menyangka Tuan Daffa begitu baik kepadanya. Rio meminta satpam untuk mengawasi pak Ahmad dan memastikan lelaki lugu ini pergi dari perusahaannya tanpa ada yang tahu bahwa dialah yang menjadi otak dari permasalahan perusahaan. Daffa menjaga harga diri pak Ahmad dari karyawan perusahaannya. Cukup dia, Rio dan pihak keamanan yang tahu masalah ini.


🌷🌷🌷🌷


Di Mesir Kairo.


Tante Mirna dan Nyonya Aliya bertemu di salah satu acara amal untuk anak-anak korban perang di Palestina. Keduanya terlibat obrolan seru hingga menyinggung soal anak-anak mereka yang sampai sekarang belum menikah. Tante Mirna adalah adik kandung dari ummi Kulsum yang menikah dengan seorang laki-laki yang berkebangsaan uni emirat Arab dan saat ini menetap di Kairo Mesir. Ia memiliki dua orang anak laki-laki yang sudah bekerja namun belum memiliki pasangan hidup.


"Jeng kalau kamu mau aku punya ponakan yang sangat cantik untuk dikenalkan kepada putramu Farhan, siapa tahu mereka berjodoh lho jeng," ujar Tante Mirna dengan gaya ibu sosialita.


"Oh boleh tuh, kebetulan putraku Farhan semenjak tunangannya mengalami kecelakaan lalu lintas saat touring di luar negeri sampai sekarang tidak ingin membuka hatinya untuk wanita lain. Mungkin kalau untuk berkenalan saja boleh kali ya jeng." Nyonya Aliya mengeluarkan keadaan putranya.


"Tapi ponakanku baru bercerai belum lama ini, tapi ia sudah melewati masa iddahnya." Tante menjelaskan keadaan Nadia.


"Kita cukup memperkenalkan mereka, biar mereka yang menentukan apakah mereka sama-sama cocok atau tidak. Tapi apakah anda memiliki fotonya jeng, boleh saya lihat? Tanya Nyonya Aliya.


"Ini lho jeng ponakanku yang paling cantik, walaupun sudah memiliki satu putra tapi kecantikannya tidak kalah dengan gadis muda saat ini." Ujar Tante Mirna bangga seraya memberikan ponselnya pada Nyonya Aliya, ibu dari Farhan.


"MasyaAllah cantiknya, ini benar-benar seleranya putraku Farhan. Tapi biar mereka dipertemukan saja nggak usah memperkenalkan melalui foto." Ujar nyonya Aliya yang ingin memberikan surprise pada putranya.


"Terimakasih banyak lho jeng, akhirnya aku bisa menemukan jodoh putraku semoga mereka saling menyukai saat kita mempertemukan keduanya." lanjutnya.


Usai obrolan singkat itu keduanya kembali ke acara inti untuk mengumpulkan dana untuk anak-anak korban perang di Palestina.


🌷🌷🌷🌷🌷


Dua bulan kemudian Ummi dari Farhan meminta putranya berkenalan dengan seorang wanita pilihan mereka. Farhan yang tidak mengetahui gadis yang akan dijodohkan oleh orangtuanya menyanggupi untuk berkenalan terlebih dahulu sebelum melakukan pertunangan.


"Farhan ummi sudah menemukan jodoh yang pantas untukmu nak, gadis itu berasal dari Indonesia, semoga kamu menyukainya." Ucap Nyonya Aliya hati-hati pada putranya.

__ADS_1


"Farhan harus melihatnya dulu ummi sebelum memutuskan untuk menikahinya. Lakukan proses ta'aruf dahulu." Jawab Farhan santai.


"Farhan ada satu hal yang harus kamu tahu, gadis itu adalah seorang janda muda dan sudah memiliki satu anak semoga kamu menyukainya." Jelas Ummi Farhan.


"Kenapa aku dijodohkan dengan seorang janda dan sudah memiliki anak ummi?" Apakah tidak ada lagi gadis yang masih perawan yang akan menjadi teman hidup saya." Farhan sedikit protes dengan pilihan umminya.


"Kamu lihat saja dulu nak, apakah kamu mau menerimanya atau tidak itu adalah urusanmu, ummi hanya berusaha memberikanmu yang terbaik." Bujuk nyonya Aliya.


"Baiklah ummi jika itu mau ummi saya akan menuruti permintaan ummi tapi saya yang akan memutuskan apakah dia menjadi pendamping saya atau tidak." Imbuh Farhan.


"Terserah bagaimana baiknya buatmu nak." ujar nyonya Aliya.


Di tempat lain Nadia beserta keluarga dari ibunya membicarakan hal yang serupa. Mereka menginginkan agar Nadia segera berkeluarga dan melupakan masa lalunya.


"Nadia apakah kamu bersedia untuk memulai hidup baru dengan seorang lelaki pilihan tante dan pamanmu nak?" Tanya Tante Mirna.


"Untuk saat ini Nadia tidak berpikir untuk berumah tangga lagi Tante, Nadia fokus untuk melanjutkan pendidikan S3 dulu. Lagi pula Nadia memiliki putra yang baru berusia satu tahun lebih." Nadia beralasan untuk menghindari perjodohan itu.


"Nadia, putramu bersama dengan mantan suamimu, bukankah kamu sendiri yang menyerahkan hak asuh pada mantan suamimu itu." ucap Tante Mirna yang tahu gadis ini hanya beralasan saja.


"Iya saya tahu Tante, tapi saya belum siap untuk menikah lagi." Timpal Nadia.


"Setidaknya kamu cukup berkenalan dulu, belum tentu juga pihak laki-laki siap memilihmu menjadi istrinya, tidak ada salahnya hanya berkenalan bukan kalian akan langsung dinikahkan ko." Tante Mirna merayu ponakannya ini.


"Baiklah tante jika hanya untuk kenalan saja nggak apa." Nadia mengalah untuk menyenangkan hati tantenya.


"Mudah mudahan kamu menyukainya, Tante tidak akan mengecewakanmu." Ujar Tante Mirna.


"Saya tidak janji tante, saya harap tante juga mengerti keadaan saya, karena tidak mudah bagi saya untuk membangun lagi sebuah rumah tangga baru." Nadia enggan untuk berpikir ke arah pernikahan.


"Tidak apa Nadia, Tante hanya ingin membantu bukan untuk memaksa kehendakmu." Ujar Tante Mirna bijak.

__ADS_1


πŸ”₯Diharap mengikuti alur ceritanya ya guys, karena banyak kejutan di akhir ceritanya πŸ”₯


__ADS_2