SADURAN KITAB CINTAKU

SADURAN KITAB CINTAKU
85. KOMPAK HAMIL


__ADS_3

Nadia meminta Ummi Kulsum menemani dirinya ke dokter kandungan setelah hampir tiga bulan ia merasa tidak mendapatkan haid. Ia sengaja tidak mengajak suaminya dan ibu mertuanya ke dokter kandungan karena ingin memberi kejutan untuk mereka.


Nadia yang sengaja mendatangi sekolah baru umminya menceritakan niatnya itu. Mereka pun berangkat ke rumah sakit berdua menemui dokter kandungan yang pernah menangani kehamilan Nadia sebelumnya yaitu dokter spesialis kandungan, dokter Risna.


Di ruang praktek dokter Risna, Nadia menyampaikan semua keluhan yang dirasakan pada tubuhnya. Dokter Risna meminta agar Nadia berbaring agar bisa ditangani pemeriksaan kandungannya melalui USG. Perut Nadia diolesi jeli, Dokter Risna mulai mendeteksi keadaan janin yang terdapat di rahim Nadia dengan stik USG yang terlihat langsung melalui layar tiga dimensi tersebut.


"Selamat nyonya Nadia, anda sedang hamil bayi kembar. Di sini terdapat dua kantong janin dan perkiraan usia kandungan anda sudah mencapai tiga bulan." Ucap dokter sambil menunjukkan tempat janin yang ada dilayar tersebut. Ia pun mengambil beberapa posisi gambar untuk dicetak.


"Alhamdulillah ya Robby, terimakasih atas kepercayaanMu pada kami." Ucapnya haru.


"Selamat ya sayang, Allah telah memberikanmu kesempatan lagi menjadi ibu dan kamu dikaruniai bayi kembar sama seperti Ummi anak kedua malah kembar." Ucap umminya haru.


Mereka meninggalkan ruang dokter Risna dengan membawa resep untuk ditebus di apotik yang ada di rumah sakit tersebut. Ketika sedang menunggu obat, rupanya Hanna juga berada di situ, keduanya saling menyapa.


"Assalamualaikum ukhti!" Sapa Hanna ketika melihat Nadia memberikan resepnya pada petugas apotik.


"Waalaikumuslam Hanna, apa kabar!" Tanya Nadia seraya cipika cipiki.


"Alhamdulillah sehat, tapi mbak Nadia lagi sakit?" tanya Hanna.


Nadia mengangguk dan menunjukkan perutnya bahwa dirinya saat ini sedang hamil pada Hanna.


"MasyaAllah berarti kita berdua kompak hamil dong " Ucap Hanna lalu terkekeh.


"Apakah benar Hanna, kamu sedang hamil juga sekarang?" Nadia memastikan lagi apa yang didengarnya.


"Alhamdulillah, ini sudah jalan dua bulan." Ucap Hanna ceria.


"Subhanallah, berarti kita kompak hamilnya Hanna dan btw kamu sama siapa ke sini?" Tanya Nadia sambil memperhatikan sekitarnya.


"Aku ditemani ibuku, tapi beliau lagi beli sesuatu dikantin, dan kamu sendiri sama siapa mbak?" Hanna balik bertanya pada istri bos suaminya ini.


"Itu sama ummi," Nadia menunjuk ke arah umminya yang sedang duduk sambil membuka aplikasi ponsel miliknya.

__ADS_1


"Berarti suami kita tidak tahu kalau saat ini kita sedang memeriksakan kandungan kita ke dokter?" Tanya Nadia pada Hanna setelah keduanya menebus vitamin dan obat.


"Aku sengaja membuat surprise untuk mas Rio." Ucap Hanna.


"Bagaimana kalau kita berdua ke perusahaan, memberikan kejutan ini pada mereka?" Nadia menawarkan diri untuk berkunjung ke perusahaan suaminya bersama Hanna.


"Bagaimana dengan orangtua kita mbak?" Tanya Hanna yang kasihan ibunya pulang sendiri.


"Hanna, ibu dan ummi Kulsum akan pergi ke suatu tempat, nanti ibu yang antar ummi Kulsum ke rumahnya. Kamu dan Nadia silahkan mengunjungi suami kalian, nggak usah kwatir tentang kami, iyakan jeng Kulsum?" Ucap Nyonya Nur yang sudah ada di antara dua gadis bercadar ini.


"Hanna pergilah sayang, ummi yang akan menemani ibumu, kalian ingin membahagiakan suami kalian itulah adalah nilai ibadah" Ummi Kulsum menasehati keduanya.


"Benarkah ummi tidak apa Nadia tinggal?" Tanya Nadia tak enak hati.


"Aku jamin sayang, ummi kamu selamat sampai dirumah." Timpal Nyonya Nur lalu mengajak ummi Kulsum ke mobilnya.


"Terimakasih Tante, hati-hati dijalan." Keduanya menyalami ibu mereka lalu ke mobil Nadia.


🌷🌷🌷


Walaupun ia sudah sering mengunjungi perusahaan suaminya, kali ini jantung Nadia berdegup kencang karena akan memberi kejutan untuk suaminya.


Pintu ruang kerja Daffa diketuk berulangkali tanpa ia ingin membukanya padahal dari dalam sudah mempersilahkan dirinya masuk namun tetap saja Nadia iseng mengetuk pintu itu lebih kencang dan berulang-ulang membuat Daffa sangat kesal.


"Siapa sih yang ketuk pintu terus, di suruh masuk nggak ma..." Ucapnya seraya membuka pintu itu dengan kasar, kata-katanya terhenti ketika melihat bidadarinya sudah berdiri dengan anggun di depan pintu.


"Assalamualaikum Tuan, saya sedang mencari suami saya Tuan Daffa, apakah anda mengenalnya?" Tanya Nadia dengan bersandiwara di depan suaminya.


"Silahkan masuk nyonya, suamimu sedang menunggu anda di kamarnya" Ucap Daffa membalas dengan sandiwara yang sama.


Baru saja Nadia masuk ke ruangan itu, Daffa sudah menggendong tubuh istrinya dan membawa ke kamar pribadi.


"Mas Daffa lepaskan aku!" Pinta Nadia agar suaminya menurunkan tubuhnya.

__ADS_1


"Siapa suruh kamu menggodaku gadis nakal." Daffa meletakkan tubuh istrinya di kasur itu dan membuka cadar dan hijab istrinya.


Ia mulai menyerang Nadia dengan memagut bibir sensual milik istrinya, Nadia menyambutnya dengan senang hati. Keduanya saling berciuman dan mulai beraksi di atas kasur empuk itu. Tubuh Nadia polos seketika karena kenakalan suaminya, Nadia membiarkan Daffa menyentuh setiap inci tubuhnya dengan kecupan dan berakhir pada muara surgawinya. Nadia men**ah ketika Daffa menggarap miliknya dengan lidahnya.


Dua tubuh itu beradu menggapai dunia kenikmatan yang selalu mereka rindukan hingga peluh dan suara-suara erotis yang membangkitkan gairah keduanya mencapai puncak kenikmatan dalam percintaan panas mereka siang itu.


"Sssstttt...akkkhh!" Pekik keduanya lalu jatuh terkulai setelah melepaskan cairan mereka masing-masing yang sudah menyatu dalam rahim Nadia.


Nadia tersenyum lalu mengambil tasnya dan menunjukkan foto hasil USG kepada suaminya setelah keduanya sudah mengendalikan nafas mereka dengan tenang usai bercinta.


"Apa ini sayang?" Tanya Daffa sambil membuka amplop putih itu.


Daffa menatap istrinya dan tersenyum setelah melihat foto USG itu.


"Apakah kamu sedang hamil sayang?" Tanya Daffa dengan wajah berseri.


"Hmmm!" Nadia mengangguk dan menunjukkan tiga jarinya.


"Sudah tiga bulan?" tanya Daffa lagi.


"Kali ini kehamilanku kembar sayang." Ucap Nadia.


"MasyaAllah, kita langsung dikaruniai anak kembar, akhirnya aku punya anak kembar,....Yee!" Aku punya anak kembar," ucapnya sambil berguling-guling di atas kasur.


Nadia cekikikan melihat tingkah suaminya yang begitu gembira setelah mengetahui dirinya hamil.


Di ruang kerja Rio, terjadi keseruan yang sama, Hanna dan Rio saling berciuman dan keduanya banyak bercerita tentang apa saja yang akan mereka lakukan jika anak mereka nanti lahir.


"Terimakasih sayangkuh, akhirnya aku resmi menjadi ayah secepat kilat." Rio memeluk istrinya lagi.


"Mas Rio, bukan aku sendiri lho yang hamil." Ucap Hanna membuat Rio bingung.


"Siapa lagi yang hamil?" kamu nggak punya saudarakan sayang." Ucap Rio.

__ADS_1


"Mbak Nadia juga hamil sayang, justru aku datang kesini memberi kejutan ini pada kalian berdua, kami tidak sengaja bertemu di rumah sakit tadi." Hanna menceritakan bagaimana dirinya bisa bertemu dengan Nadia kepada suaminya.


"Benarkah kalian berdua kompak hamilnya, ini harus patut dirayakan, aku akan ruangan bos," Ucap Rio yang sudah merapikan lagi kemejanya.


__ADS_2