SADURAN KITAB CINTAKU

SADURAN KITAB CINTAKU
76. ARLINI


__ADS_3

Riri menceritakan kisah bagaimana putrinya Arlini yang saat itu baru menamatkan sekolah SMA. Ia yang saat itu baru datang dari kampung menemui ibunya dan ingin mencari kerja dengan modal ijasah SMA. Karena keadaannya yang saat itu masih berstatus pengangguran dan sulit menemukan pekerjaan, membuatnya berpikir untuk sementara mengikuti jejak ibunya sebagai asisten rumah tangga.


Nyonya Laila tidak keberatan jika putri kepala pelayannya Riri ikut membantu pekerjaan ibunya. Tapi suatu hari ia bertemu dengan Daffa yang merupakan putra dari pemilik mansion tempat ia bekerja. Daffa diberitahu oleh ibunya bahwa Arlini adalah putri dari kepala pelayan Riri. Daffa juga tidak mempermasalahkan kehadiran gadis itu di mansionnya. Ia berpikir gadis itu juga seorang pelayan jadi tidak ada hal yang istimewa dilihat dari gadis itu.


Pesona Daffa yang begitu kuat membuat Arlini makin hari makin tebar pesona pada tuan mudanya tersebut, ia mulai berangan-angan untuk memiliki kekasih seorang anak majikan. Hingga suatu malam ketika mansion tampak sepi, dan tidak ada nyonya Laila dan ibunya Riri membuat Arlini nekat mengenakan lengerie seksi milik nyonya Laila untuk menggoda Daffa.


Daffa yang baru pulang dari klab malam saat itu terkejut dengan kehadiran Arlini di kamarnya. Arlini tidak memperlihatkan ketakutannya pada tuan mudanya itu. Daffa yang saat itu tidak ingin diganggu sangat marah dengan Arlini yang berani duduk di atas kasur miliknya.


"Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Daffa dengan tampang angkernya.


"Aku sedang menunggu tuan pulang," ucap Arlini tanpa dosa seraya menghampiri Daffa yang sedang berdiri menatapnya heran.


"Tuan, saya masih perawan, apakah tuan tidak menyukaiku?" tanya Arlini dengan suara mendayu-dayu.


"Kau hanya seorang anak pelayan disini, jaga sikapmu dan keluar dari kamarku sekarang!" Bentak Daffa geram.


Alih-alih keluar dari kamar Daffa, gadis ini malah menanggalkan lengerie yang dipakainya hingga memperlihatkan bentuk tubuhnya.


"Dasar perempuan gila, siapa yang ingin bercinta denganmu, keluar kamu dari sini, cepat!" Daffa menarik lengan gadis itu dengan lengerie yang dipakainya tadi lalu mendorong tubuh gadis itu keluar dari kamarnya dengan kasar.

__ADS_1


Daffa menutup pintunya dengan keras hingga menimbulkan bunyi dentuman itu terdengar oleh para pelayan lainnya. Arlini lari ke kamar ibunya dengan buru-buru memakai lengerie. Beruntunglah ia sudah masuk ke kamar ibunya sebelum para pelayan menghampiri kamar Daffa.


Para pelayan yang mengira Daffa sedang mabuk dan selalu ngamuk setiap kali pulang ke mansion, menganggap hal itu, sesuatu yang biasa. Mereka pun kembali ke kamar dan meneruskan tidur.


Dua hari kemudian, Daffa menemui pelayan Riri dan menceritakan kejadian yang memalukan yang dilakukan oleh Arlini pada dirinya. Iapun memperingatkan pelayannya untuk memulangkan putrinya sebelum ia sendiri yang akan mengusir Arlini dari mansionnya.


"Tuan maafkan perbuatan putri saya yang nekat menggoda tuan, saya akan segera memulangkan dia hari ini ke kampung. Maafkan saya tuan tidak bisa menjaga putri saya dengan baik" ucap Riri dengan wajah muram.


"Arlini, apa yang kamu lakukan pada tuan muda Daffa?" tanya Riri pada putrinya yang sedang melamun dikamarnya.


"Arlini ingin memperbaiki keadaan kita bu, apa salahnya jika aku menggoda Tuan Daffa, mungkin dengan cara ia meniduriku dan aku hamil, lalu ia akan bertanggungjawab atas perbuatannya padaku seperti yang sering ku baca di novel ibu." Jawab Arlini enteng.


"Ibu, aku mencintai tuan Daffa ibu, mungkin kemarin malam tidak berhasil menggodanya, mungkin pasti suatu saat nanti dia akan menyukaiku bu, bukankah dia selalu bergonta ganti wanita untuk menghangatkan tubuhnya di ranjang seperti yang ibu katakan padaku." Ucap Arlini tak ingin pulang.


Plak!" Kenapa sekarang kamu jadi sangat murahan seperti ini Arlini?" ibu tidak menyangka kamu tumbuh menjadi gadis yang nakal." Pelayan Riri makin naik pitam.


"Arlini bosan hidup susah bu, Arlini ingin merasakan menjadi orang kaya, memilki segalanya tanpa harus bersusah payah bekerja keras untuk mendapatkan upah yang hanya bertahan satu bulan untuk hidup dan selanjutnya tidak bisa disimpan bahkan harus mengutang sana sini untuk memenuhi kebutuhan yang sedang terdesak. Apa salahnya berupaya memiliki suami kaya dan tidak harus menghabiskan waktu menjadi pembantu seumur hidup seperti yang ibu lakukan sekarang ini" teriak Arlini didepan wajah ibunya.


"Anak kurang ajar," ucap Riri lalu mendorong tubuh Arlini hingga terjengkang.

__ADS_1


Malam itu juga Arlini diantar pulang oleh ibunya ke kampung. Sebulan kemudian gadis itu memilih mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, ia meninggalkan sepucuk surat untuk ibunya karena yang menyatakan keped hatinya karena cintanya bertepuk sebelah tangan pada seorang Daffa.


Flash back off


"Mengapa kamu baru ceritakan ini sekarang? dari ceritamu yang kudengar putraku tidak bersalah sama sekali pada putrimu, justru Daffa menyelamatkan kehormatannya, tapi mengapa kamu malah balas dendam dengan perkara yang tidak masuk akal seperti ini." Nyonya Laila menyayangkan sikap Riri yang tidak adil pada putranya Daffa.


"Maafkan saya nyonya, saat itu saya hanya memikirkan kemarahan saya pada tuan muda, tapi setelah saya melihat keadaan tuan muda dan nona Nadia yang harus bercerai karena kasus tuan Daffa, membuat hati saya tersentuh untuk menolong tuan Daffa agar bisa menyatu lagi dengan nona muda Nadia.


Saya sangat menghormati nona muda Nadia yang selama ini sangat sopan pada saya. Ia pernah menolong saya memberikan sejumlah uang yang cukup besar pada saya untuk putra saya agar bisa kuliah dan sekarang putra saya sudah bekerja nyonya walaupun masih melanjutkan kuliahnya tingkat akhir." Pelayan Riri mengakhiri alasannya mengapa ia baru menyadari kesalahannya yang telah menyimpan bukti peristiwa kecelakaan yang dialami oleh Anjani selama enam bulan terakhir ini.


"Terimakasih banyak Riri, kalau begitu boleh aku mengirim bukti rekaman ini ke pengacara putraku, dan mungkin aku harus menahan ponselmu dan akan aku gantikan dengan yang baru, sebagai ibu aku minta maaf jika putraku telah menyakiti perasaan putrimu hingga membuatnya patah hati dan mengakhiri hidupnya dengan cara yang tragis." Ucap nyonya Laila pada pelayannya ini dengan wajah sendu.


"Aku sudah meridhoi kepergiannya nyonya Laila, mungkin dengan merelakannya, beban kesedihanku akan berkurang." Ucap pelayan Riri sedih.


Nyonya Laila mengusap punggung tangan pelayan Riri dan memaafkan perbuatan Riri kepada putranya.


Seminggu kemudian, sidang kasus yang melibatkan Daffa kembali digelar di pengadilan. Dengan adanya bukti dari pelayan Riri yang membuat hukuman yang dijatuhkan hakim pada tuan Fahri dan putrinya yang menutupi kejadian sebenarnya dan membuat laporan palsu pada polisi beberapa bulan yang lalu.


Sidang putusan terakhir itu adalah hukuman yang dijatuhi oleh hakim pada tuan Fahri yaitu sepuluh tahun penjara dan denda satu miliar kepada negara, sedangkan hukuman untuk Anjani yaitu 20 tahun penjara dengan denda 2 miliar yang harus dibayar pada negara.

__ADS_1


Kedua anak dan ayah itu dibawa ke rutan yang berbeda. Rasa lega yang dirasakan oleh Daffa dan keluarganya membuat mereka banyak bersyukur kepada Allah. Daffa ingin segera pulang dan bertemu dengan putranya Hafiz. Tinggal satu tahap lagi yaitu mengurus perceraiannya dengan Anjani yang diadakan minggu depan. Keluarga berharap agar semuanya berjalan dengan baik dan lancar sehingga Daffa harus menikah lagi dengan Nadia karena masa iddahnya sudah berlalu sekitar enam bulan.


__ADS_2