
Tuan Edy masih setia menunggu papanya yang masih dalam penanganan medis. Putra satu-satunya tuan Subandrio ini tidak menyesali atas perbuatannya yang membongkar kedok papanya yang baru tiga bulan ini diketahuinya dari sang istri nyonya Laila.
Nyonya Laila mengalami amnesia sejak ia mengalami kecelakaan ketika berusaha melarikan diri dari kejaran anak buahnya tuan Hermanto, yang saat itu ingin membunuhnya juga. Setelah tuan Hermanto ayah dari Maya istri pertama tuan Edy, membunuh kedua orangtuanya.
Tuan Hermanto dan tuan Subandrio yang kala itu menjadi partner bisnis tuan Indra Kusuma yang tidak lain ayah kandung nyonya Laila. Malam itu tuan Indra menerima tamunya yang merupakan sahabat akrabnya yaitu tuan Hermanto dan tuan Subandrio di kediamannya.
Ditengah perbincangan hangat mereka yang membahas tentang nilai saham yang mereka minta kepada tuan Indra, tidak disetujui oleh tuan Indra Kusuma karena perusahaan yang dimiliki oleh dua sahabatnya itu kurang dilirik oleh relasi perusahaan lain karena perusahaan itu kurang menjanjikan prospek keuntungan yang besar.
Padahal negosiasi diantara mereka hampir mencapai kesepakatan. Dikala itu tuan Indra menerima panggilan telepon dari seseorang yang menyatakan bahwa tuan Indra tidak boleh menerima begitu saja tawaran kerjasama dengan dua perusahaan itu. Setelah mendengar penuturan dari asistennya yang saat itu sedang menelusuri rekam jejak bagaimana dua perusahaan sahabatnya itu, tuan Indra Kusuma menghampiri lagi dua sahabatnya itu yang mengatakan bahwa, Ia tidak bisa menanam sahamnya untuk dua perusahaan itu karena saat ini perusahaannya sendiri kurang baik dalam kondisi keuangannya.
Alasan yang sangat klise itu memancing amarah tuan Hermanto. Pertengkaran keduanya tidak terelakkan, tuan Hermanto yang kalap mendorong tubuh tuan Indra Kusuma hingga tubuh itu jatuh dari lantai dua terguling di tangga rumahnya tersebut.
Darah segar mengalir menggenangi pipinya tuan Indra. Ibunya nyonya Laila dan putrinya yang saat itu melihat kejadian yang mengerikan itu berteriak histeris. Nyonya Laila yang saat itu masih berusia 21 tahun diminta oleh ibunya untuk melarikan diri. Gadis itu berlari keluar dan disaat itu hujan deras yang tiba-tiba turun disertai suara petir dan kilat menyambar tubuh Laila yang ingin melarikan dirinya.
Naas bagi ibunya Laila, ia harus menerima perlakuan yang tidak senonoh dari tuan Hermanto, yang memperkosa dirinya dengan dibantu oleh tuan Subandrio yang memegang kaki tangan ibunya Laila agar tuan Hermanto bisa memperkosanya dengan mudah.
Ibunya Laila yang saat itu memang masih kelihatan sangat cantik dan seksi mengundang birahi tuan Hermanto untuk memperkosanya. Tawa kedua lelaki itu puas, melihat ketidak keberdayaan wanita cantik ini untuk melawan dua lelaki bejat ini. Tuan Subandrio yang saat itu ingin menyetubuhi istri sahabatnya itu, urung dilakukan karena wanita itu sudah dalam keadaan pingsan, setelah diperkosa oleh tuan Hermanto. Ia yang ketakutan mengurung niat jahatnya dan meninggalkan tempat itu begitu saja, ia menyangka kalau ibunya gadis muda Laila ini sudah tewas
Tuan Hermanto meminta anak buahnya untuk mencari nyonya Laila yang saat itu masih mencari tempat persembunyian.
🌷🌷🌷
"Keluarga pasien tuan Subandrio Diningrat!" panggil dokter Fatur.
"Saya dokter!" bagaimana keadaan papa saya dokter?" tanya tuan Edy yang terkesiap dari lamunannya setelah mendengar nama ayahnya dipanggil oleh dokter Fatur.
"Ayah anda mengalami serangan stroke iskemik yang bisa obati dengan cara tindakan operasi pada otaknya." ucap dokter Fatur kepada tuan Edy yang tampak tak percaya lelaki tua sang diktator itu, akhirnya bisa tumbang juga dalam satu pukulan ancaman secara verbal oleh dirinya.
"Apa itu stroke iskemik, tolong jelaskan kepadaku dokter agar aku memahami bahasa medis itu dengan baik?" tanya tuan Edy yang masih belum paham dengan jenis stroke yang saat ini dialami oleh papanya.
"Stroke iskemik dan hemoragik sama-sama berbahaya bila tanpa perawatan cepat. Adapun stroke iskemik terjadi ketika aliran darah ke otak tersumbat oleh bekuan darah. Sedangkan stroke hemoragik, terjadi ketika pembuluh darah yang lemah pecah dan berdarah ke dalam otak." ucap dokter Fatur kepada tuan Edy yang secara gamblang menjelaskan dua jenis stroke yang terjadi kepada manusia.
"Apakah sangat berbahaya dokter?"
"Jenis stroke yang dialami ayah anda memang berbahaya tapi masih bisa disembuhkan dengan menjalani operasi dan rawat inap."
"Kalau begitu lakukan hal yang terbaik untuk papaku dokter." ucap tuan Edy Subandrio dengan wajah berkabut sedih.
"Mungkin dua hari lagi kami baru melakukan tindakan operasi setelah melakukan observasi sebelumnya." ucap dokter Fatur lalu meninggalkan tuan Edy untuk kembali ke dalam ruang IGD.
🌷🌷🌷
Keesokan harinya Daffa menemui ayahnya sekaligus melihat keadaan kakek Subandrio. Tidak ada raut kesedihan sedikitpun diwajahnya karena betapa dendamnya ia pada kakeknya tersebut. Tapi kedatangannya ini bukan memberikan empatinya kepada sang kakek melainkan kedatangannya ke rumah sakit ini, hanya ingin mencari tahu rahasia besar maminya dibalik insiden yang terjadi antara dua kakeknya tersebut.
__ADS_1
"Assalamualaikum ayah!" ucap Daffa yang membuka pintu kamar inap VVIP yang ada di rumah sakit tersebut.
"Waalaikumuslam Daffa!" masuklah nak." ucap tuan Edy menyambut putranya yang datang menjenguknya dan papanya.
Daffa melihat keadaan kakeknya yang tertidur dalam keadaan lemah, dengan banyaknya alat bantu medis yang menempel pada tubuhnya, dari EKG, selang oksigen, selang infus dan ada beberapa lagi yang menghiasi tubuh renta itu yang ada di ruangan tersebut. Setelah beberapa saat, ia melihat keadaan kakeknya, iapun kembali ke tempat ayahnya yang sedang duduk di sofa.
"Ayah, jika boleh Daffa ingin mengetahui rahasia tentang masalalu mami yang ada kaitannya dengan kakek. Apa yang terjadi saat itu, bagaimana ayah bisa bertemu dengan mami dan menikahi mami, mengapa stigma buruk tentang mami menjadi senjata kakek untuk memisahkan mami dan ayah. Tolong jelaskan kepadaku, supaya aku tidak lagi merasa terbebani dengan menyandang status anak dari seorang wanita yang mereka selalu hina itu ayah." ucap Daffa dengan menahan tangisnya.
"Ayo sayang jika kamu ingin banyak tahu tentang masalalu mamimu, jangan bicarakan hal ini di sini, lebih baik kita cari tempat untuk bisa bercerita. Tunggu sebentar, ayah mau panggilkan suster dulu untuk meminta mereka menjaga kakek." ucap tuan Edy lalu berjalan menuju tempat bel untuk memanggil suster jaga.
Suster jaga langsung mendatangi kamar VVIP tersebut. Ia lalu diarahin oleh tuan Edy untuk menjaga papanya selama mereka pergi, suster itu menyanggupinya karena ia pasti mendapatkan komisi dari tuan Edy. Setelah negosiasi dengan suster jaga tersebut, Daffa dan ayahnya mencari tempat yang aman dan nyaman buat mereka bisa leluasa menceritakan rahasia penting ini.
Akhirnya beberapa waktu kemudian mereka sudah menemukan restoran yang nampak sepi yang belum ada pengunjung lain pagi itu. Restoran tersebut adalah langganan tuan Edy, jadi manajer resto tersebut memberikan ruang khusus untuk ayah dan anak ini agar bisa berdua saja di tempat tersebut.
Singkat cerita tuan Edy pun memulai kisah awal mula ia bertemu dengan ibu dari putranya Daffa ini.
FLASH BACK ON
Malam itu di salah satu hotel bintang lima, tuan Edy yang saat itu sedang mencari gadis perawan ketika ia berada di Singapura. Asistennya Rully yang ingin menyenangkan bosnya menghubungi beberapa germo yang menyediakan gadis-gadis cantik nan seksi namun yang masih perawan.
"Hallo Ruli, selamat siang!"
"Siang bos!"
"Entahlah bos, kalau untuk permintaan yang satu ini agak sedikit sulit tuan karena dapat wanita yang masih perawan jarang ada dan jika ada itupun pasti sangat mahal harganya." ucap asisten Rully yang saat itu masih berada di cafe di negara Singapura.
Terang saja itu sangat sulit karena untuk mendapatkan gadis perawan harus merogoh kocek yang lebih dalam. Karena sangat menginginkan seorang gadis perawan, tuan Edy menyanggupi untuk membayar gadis itu dengan harga satu milyar di jaman itu. Sang asisten akhirnya membawa seorang gadis cantik yang bernama Laila ke kamar tuan Edy.
"Lakukan apa yang saya minta, berapapun akan saya bayar Rully, yang jelas saya tidak mau bekas pakai orang lain." titah tuan Edy yang saat itu sangat ngebet pengen tidur dengan gadis perawan.
Laila yang saat itu seorang gadis yang sangat cantik dan seksi merupakan seorang model terkenal. Dari perawakannya ia bukanlah seorang gadis biasa yang kelihatan kampungan. Pertemuan pertamanya dengan tuan Edy membuat keduanya saling jatuh cinta apa lagi tuan Edy baru pertama kali menemukan gadis perawan saat itu dan entah mengapa dia langsung kepincut untuk mendapatkan Laila sebagai istrinya.
"Selamat malam tuan!" ucap Rully yang sudah berada di kamar bosnya tuan Edy.
"Malam Rully, apakah kamu sudah membawa seorang gadis untukku?" tanya tuan Edy kepada asistennya ini dengan wajah datar.
"Sudah tuan ia ada di sini." ucap Rully lalu keluar lagi dari kamar hotel itu untuk menarik tubuh Laila yang saat itu sangat gemetar yang baru mendapatkan pelanggan pertamanya setelah mendapatkan perintah dari germonya.
Asisten pribadinya tuan Edy membawa masuk Laila, dengan wajah yang tertekuk, nyonya Laila muda, masuk ke kamar tuan Edy. Setelah cukup lama memperhatikan wajah Laila dari ujung rambut hingga ujung kaki, tuan Edy menyeru asistennya untuk meninggalkan dirinya dengan gadis ini. Setelah Rully meninggalkan kamar itu, tuan Edy meminta Laila untuk mengganti bajunya dengan lengerie hitam yang sudah ia siapkan untuk gadisnya yang ingin ia tiduri. Air mata Laila tidak mampu terbendung lagi, bukannya melakukan perintah tuan Edy, ia malah berlutut memohon kepada tuan Edy untuk melepaskan dirinya.
"Tuan saya mohon jangan sakiti saya, saya bukan wanita yang anda sangka hina. Saya adalah wanita baik-baik, saya hanya korban disini, saya tahu kamu juga orang Jakarta bukan?" jadi kumohon lepaskan aku tuan!" pinta Laila menangis histeris dihadapan tuan Edy saat itu.
"Aku sudah membayar mahal untuk tubuhmu, mana mungkin aku bisa begitu saja melepaskanmu jika aku belum menyentuhmu."
__ADS_1
"Aku akan menggantikan uangmu tiga kali lipat apa yang telah kamu bayarkan untuk diriku kepada germo itu, yang penting aku mohon tolong lepaskan aku.
"Aku tidak butuh uangmu, aku butuh dirimu." ucap tuan Edy tegas.
"Baiklah jika anda menginginkanku, nikahilah aku, jangan memintaku untuk berzinah denganmu." pinta Laila yang saat itu ingin dirinya dinikahi bukan dijadikan pelacur.
"Apa jaminan untukku jika aku bisa menikahimu?"
"Tubuhku yang masih suci, aku bisa hidup denganmu tanpa harus kamu nafkahi secara lahiriah karena aku sendiri putri dari keluarga kaya, aku hanya memintamu untuk membebaskan aku dari germo itu."
"Baiklah, kalau begitu kapan kita bisa menikah, supaya aku bisa menyentuhmu."
"Secepatnya, tapi sebelum itu lakukan satu hal lagi untukku, bayar lagi germo itu dan aku akan menggantikan uangmu."
"Baiklah aku setuju, besok malam kamu harus sudah disini dan lusa kita akan menikah." ucap tuan Edy tegas.
Malam itu Laila yang masih belum membuka dirinya tentang siapa ia sebenarnya, kepada tuan Edy. Mereka hanya berbicara hal-hal yang lebih penting. Dan di malam itu Laila kembali ke markas germo tanpa disentuh oleh tuan Edy. Di malam yang sama tuan Edy rupanya sudah jatuh cinta dengan Laila, demikian Laila juga terpikat dengan pesona tuan Edy yang sangat tampan.
Keesokan harinya tuan Edy menghubungi asistennya Rully untuk bernegosiasi dengan sang germo untuk bisa mendapatkan lagi Laila.
Bukan hal yang mudah untuk mendapatkan Laila dari tangan germo tersebut. Tuan Edy harus membayar mahal untuk seorang Laila. Dengan sedikit ancaman kepada germo itu yang tidak merelakan begitu saja anak buahnya menjadi simpanan salah satu pelanggannya. Laila yang ingin melepaskan diri dari jeratan seorang germo itu harus terlebih dahulu menandatangani beberapa berkas yang tidak boleh ia baca terlebih dahulu.
Rupanya permainan licik ini dilakukan oleh tuan Hermanto yang ingin memanfaatkan kepolosan dan kesempatan berharga ini untuk bisa mengusai perusahaan dan semua aset kepemilikan tuan Indra Kusuma untuk ia dan tuan Subandrio yang menjadi kaki tangannya. Kerja sama antara germo dan dua tuan yang merupakan sahabat tuan Indra Kusuma berjalan dengan baik. Sayangnya di saat Laila benar-benar ingin melepaskan dirinya dari cengkraman germo tersebut, ia harus mengalami kecelakaan ketika ia ingin menemui sang kekasih tuan Edy. Mobil yang di tumpanginya ditabrak oleh anak buah tuan Hermanto untuk menghilangkan saksi pembunuhan yang dilakukan oleh tuan tuan Hermanto dan kakeknya Daffa.
Sungguh sayang nasib tuan Subandrio ketika ia ingin mendapatkan keturunan dari putranya yang tidak bisa diberikan oleh Maya, ia harus menerima kenyataan ketika putranya membawa pulang Laila yang sudah ia nikahi untuk dikenalkan kepada tuan Subandrio Diningrat. Saat itu tuan Subandrio yang tidak percaya jika Laila masih hidup dan saat itu Laila sedang mengandung cucunya. Karma yang harus ia terima, alih-alih ingin menghilangkan saksi utama justru saksi itu datang sendiri ke dalam rumahnya. Ketika mengetahui Laila tidak mengingat dirinya, saat pertama kali perkenalan mereka di kediamannya.
Itulah yang membuat tuan Subandrio merasa aman. Tapi ia terus mencari upaya untuk memisahkan putranya dengan Laila. Ketidaktahuan tuan Edy tentang rencana busuk papanya membuat ia tidak mengerti bahwa papanya pernah terlibat pembunuhan dengan ayah mertuanya. Tuan Edy yang ingin mempertahankan Laila harus menerima sebuah perjanjian yang harus ia lakukan. Ia harus lebih banyak menghabiskan waktu dengan istri pertamanya ketimbang Laila. Jadilah Daffa yang harus tumbuh tanpa kasih sayang ayahnya.
Selama 28 tahun rahasia ini baru diketahui tuan Edy setelah nyonya Laila mendapatkan kembali ingatannya tepat di hari pernikahan Daffa dan Anjani. Kedatangan tuan Hermanto untuk melihat cucu keponakannya menikah dengan Daffa, mengingatkan nyonya Laila yang saat itu melihat lelaki tua itu, yang telah membunuh ayahnya dan juga memperkosa ibunya. Selama ini tuan Hermanto tinggal di Australia setelah putrinya menikah dengan tuan Edy.
FLASH BACK OFF
Tuan Edy mengakhiri ceritanya tentang kisah hidup istri keduanya yang merupakan maminya Daffa.
"Jadi mami bukan seorang wanita pelacur seperti rumor yang disebarkan oleh keluarganya ayah?" tanya Daffa yang sudah merasa lega setelah tahu kisah panjang dan rumit yang terjadi pada nasib maminya.
"Tidak nak, mamimu adalah wanita suci dan mulia, hanya saja nasib yang tidak beruntung, karena ia tidak bisa melindungi dirinya yang saat itu mempercayai orang begitu saja ketika ia ditolong oleh seseorang yang merupakan germonya." ucap tuan Edy kepada putranya.
"Bagaimana ayah bisa menyelamatkan mami dari kecelakaan itu dan bagaimana mami bisa mengenali ayah jika ia sudah kehilangan ingatannya?" tanya Daffa yang merasa belum puas mendengar kisah maminya.
Baru saja tuan Edy mau bercerita lagi, tapi ada telepon masuk dari Nadia untuk Daffa, yang meminta lelaki tampan itu untuk pulang. Akhirnya cerita itu ditangguhkan oleh tuan Edy. Daffa pamit dari ayahnya. Mereka pun berpisah di restoran itu dan kembali ketujuan masing-masing.
Bersambung...
__ADS_1