
Setelah beberapa hari di Jerman Ray dan Alin pun kembali ke tanah air. Walaupun masih ingin berlibur tapi dengan mereka berdua berlibur dokumen dikantornya akan semakin numpuk dan menggunung.
Setelah sampai di rumah mereka langsung ke kamar masing masing untuk istirahat karna di Jerman mereka juga meeting lewat aplikasi yang perusahaan mereka buat.
Keesokan harinya...
Ray dan Alin sudah bersiap untuk berangkat ke perusahaan, walaupun baru pulang mereka tetap ke perusahaan karena masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.
Setibanya di perusahaan mereka pun langsung menuju ke lif khusus untuk pergi menuju ruangan mereka.
"Kak" panggil Alin
"hmm.. Ada apa?" tanya Ray
"Nanti kakek mau datang" jawab Alin
"Buat apa kakek datang ke sini?" tanya Ray pada Alin
"Kakek ingin berkerja sama dengan perusahaan kita, dan lagi kakek tidak tau jika perusahaan ini milik kita" jelas Alin
"Baiklah kalau begitu Lin suruh asistenmu untuk menyamar mengaku sebagai pemilik perusahaan ini" kata Ray
"Oke kak" jawab Ray
Kakeknya adalah orang yang serakah jadi ia berkata kepada ibunya untuk tidak memberi tahu jika cucunya ini punya sebuah perusahaan yang sangat besar.
__ADS_1
Kakeknya memang serakah akan kekuasaan jadi sebisa mungkin ia menyembunyikan identitasnya kepada publik ,bahkan tidak pernah ada yang melihat wajahnya bahkan karyawan dan karyawati mereka sendiri.
Tentu saja mereka memakai topeng wajah, tehnologi semakin maju tidak ada yang tidak mungkin.
Dia sendiri memakai topeng wajah yang di buat khusus untuk dan kakaknya.
"Kakek datang jam berapa?" tanya Ray
"Kakek datang siang kak" jawab Alin
"Kalau begitu cepat bereskan pekerjaan kita" kata Ray
"Siap kak" jawab Alin
"Yang jadi bos di sini siapa?" tanya Ray pada Alin
"Harusnya kamu yang memerintah kakak bukan kakak yang memerintahmu" kata Ray
"Tapi kan kak Ray kakaknya Alin" jawab Alin
"Tapi yang bos itu kamu" kata Ray
"Tapi kakak itu kakaknya Alin, Alin gak boleh donk memerintah kakak seenaknya" jawab Alin
"Terserah kamu deh" kata Ray
__ADS_1
"oke kalau kakak gak keberatan" kata Alin
Mereka pun akhirnya mengerjakan beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan.
Siang pun tiba..
Ray dan Alin melihat kakeknya sedang berjalan menuju ruangannya. Mereka melihat kakeknya melalui CCTV yang ada di ruangan mereka.
Tapi ada satu masalah besar, asisten Alin yang di minta untuk menyamar malah tidak datang dan menyamar.
Al hasil dia harus menyamar dan memakai topeng wajah yang ia miliki begitu pula dengan Ray tapi mereka memasang alat perubah suara di leher mereka maka dari itu penyamaran mereka sempurna.
Bahkan kakeknya tidak curiga sedikit pun dengan mereka tentu kakeknya hanya mengetahui jika cucunya itu adalah orang yang miskin dan hanya bergantung kepada orang tua mereka.
"Bagaimana nona ,apa nona bisa bekerja sama dengan perusahaan saya?" tanya kakeknya
"Maaf tuan saya tidak bisa menerima kerja sama kita" jawab Alin
"Tapi nona..." belum saja kakeknya berbicara Ray sudah memotongnya
"Tuan silahkan saya antar keluar" kata Ray
Kakeknya hanya menurut dan tidak membantah, sebenarnya dia menerima kerja sama itu tapi dia hanya mengetes apakah kakeknya akan membantah atau menurut dengan apa yang mereka katakan.
Tak lama kemudian Ray punbalik menuju ruangannya.
__ADS_1
Bersambung