Sahabatku Adalah Teman Hidupku

Sahabatku Adalah Teman Hidupku
33


__ADS_3

Setelah itu mereka bertiga sarapan bersama dengan mengganti roti buatan Ray dan Kemal yang di beri selai yang berbagai macam di atas meja.


Setelah selesai sarapan mereka bertiga pun pergi ke perusahaan bersama sama tapi di perjalanan ada Haritsah yang mencoba menghentikan laju mobil mereka.


"Mau apa lagi dia" gerutu Alin yang sangat keras melihat wajah Haritsah dan Ray mau pun Kemal pun dapat mendengar nya


"Kem kita tidak ke perusahaan hari ini belok" perintah Ray dan Kemal pun menurut bagaimana pun dia juga sudah muak melihat wajah Haritsah


"Oke, aku juga malas melihat wajah manusia tidak tau terima kasih ini" kata Kemal mengeluarkan kekesalan nya


Bagaimana tidak tau terima kasih sudah di bebas kan tapi kelakuannya seperti ini.


"Kita kemana Ray?" tanya Kemal dan Ray pun mulai berfikir tentang tempat tujuan mereka


"Kita pergi ke rumah mu saja yang jauh dari pusat kota" jawab Ray dan Kemal pun mengangguk


Setelah itu mobil mereka pun berjalan ke pinggiran kota dan Haritsah yang mengikuti pun agak sedikit bingung dengan tempat ini.


"Percepat laju mobil ini biar dia tidak dapat menyusul" perintah Ray dan Kemal pun mempercepat laju mobil


Haritsah pun kehilangan jejak ketiganya dan memilih untuk kembali ke rumah nya.


"Aku harus menyusun rencana untuk mendapatkan Alin kembali bagaikan pun itu" kata Haritsah


"Aku harus meminta paman untuk membantu ku mendapatkan Alin" lanjutnya karena paman nya adalah seorang yang suka


memperdagangkan manusia


Tapi tak lama setelah itu dia pun di telfon oleh tante nya dan dia pun mengangkat telfon tersebut.


"Halo tante, ada apa?" tanya Haritsah

__ADS_1


"Pamanmu Rit" jawab tantenya sambil menangis


"Paman kenapa?" tanya Haritsah


"Pamanmu meninggal saat tante bangun kan dia tidak bangun bangun" jawab tantenya dan Haritsah pun langsung bergegas menuju ke rumah pamannya


Pamannya meninggal karna di racuni oleh tante nya, tantenya hanya ingin harta pamannya saja karna itulah dia mau menikah dengan pamannya.


Sedangkan di satu sisi yang lain ketiga orang tersebut dengan berada di dalam rumah Kemal dulu.


"Maaf agak sempit" kata Kemal dan Ray menggeleng kan kepala nya


"Kan cuma mau sembunyi" jawab Alin dan mereka berdua pun tersenyum melihat kepolosan wajah Alin


"Kita sampai senin di sini" kata Ray dan Alin pun diam sejenak


"Terus kita makan apa?" tanya Alin dan Kemal pun menurun kan barang barang yang ada di bagasi mobil


"Kakak sudah siap siap ya?" tanya Alin pada Ray yang sepertinya sudah membayangkan kejadian ini


"Iya, kakak sudah siapkan pagi pagi sama Kemal dari baju kita bertiga sampai makanan" jawab Ray dan Kemal pun hanya mengangguk anggukan kepala


Mendengar penjelasan kakak nya dia pun mengerti dan duduk di sofa yang ada di sana, dia pun melihat lihat handphone nya.


"Jangan main handphone terus" kata Ray sambil mengambil ponsel milik Alin yang dia pegang


"Terus aku harus ngapain?" tanya Alin


"Tuh rebahan di depan kamar" jawab Kemal dan Alin pun mengangguk


Setelah itu Alin berjalan menuju kamar yang si tunjuk oleh Kemal dan mulai rebahan di kasur yang ada di sana.

__ADS_1


Setelah beberapa lama rebahan Alin pun ketiduran dan Ray yang melihat nya tidur hanya menyelinap nya sambil tersenyum tipis.


Kemal yang melakukan apa yang di ia Ray juga ikut tersenyum dan menepuk bahu kiri Ray.


Kemal pun mengajak Ray makan lagi karena tidak tau kenapa akhir akhir ini mereka berdua menjadi cepat lapar.


"Kem kok aku lapar lagi ya" kata Ray dan Kemal pun melihat ke arah Ray


"Sama" jawab Kemal dan lalu mereka berdua pun makan bersama tapi yang mereka makan adalah buah buahan bukan makanan berkarbohidrat


Setelah beberapa memakan buah buahan mereka berdua pun duduk dan meningkatkan televisi yang sudah mereka bawa.


Malam pun tiba mereka bertiga pun makan malam bersama di meja makan yang ada di rumah itu.


"Siapa yang masak sebanyak ini?" tanya Alin pada Ray dan Kemal yang sedang mencuci tangan


"Aku dan Kemal" jawab Ray


"Jangan banyak banyak kalau masak nanti tidak ada yang mau makan" kata Alin dan mereka berdua pun mengangguk patuh


Setelah itu mereka bertiga pun makan malam bersama di meja makan yang ada di dalam rumah itu.


"Besok kita bisa pulang atau tidak?" tanya Alin karna dia sudah merasa bosan di dalam rumah


"Sampai beberapa hari ke depan kita akan tetap di sini" jawab Ray dan di ikuti Kemal depan anggukan kepala nya


Mendengar jawaban dari kakak nya Alin pun langsung menjadi lemas dan terjatuh dari bangkunya dan kembali duduk seperti biasa.


"Kenapa?" tanya Ray melihat ekspresi wajah adik nya yang sangat lemas


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2