Sahabatku Adalah Teman Hidupku

Sahabatku Adalah Teman Hidupku
44


__ADS_3

Setelah itu mereka semua pun pergi ke ruang makan dan makan siang bersama, tapi kali ini Alin menyuapi Ray dan mereka makan satu piring.


"Mama heran deh sifat Ray ini dari mana ya" kata Aleeza yang melihat Ray yang manja kepada adik nya


"Tentu saja itu sifat dari kakek nya, kalau tidak siapa lagi? Karna Ray memang sering bermain dengan papa" kata Rizan, memperhatikan tingkah laku anak laki laki nya


Tapi tak lama setelah itu handphone Alin berbunga dan semua mata pun tertuju apa Alin, lalu ia pun mengangkatnya telpon nya.


"Halo, ini siapa ya?" tanya Alin dan Ray yang mendengar pertanyaan Alin langsung merebut handphone tersebut dari tangan Alin


"Siapa?" tanya Ray dengan nada dingin dan wajah nya juga menjadi datar tidak seperti tadi saat sedang manja dengan Alin


"Halo ini Alin ya" kata si penelpon yang seperti nya sudah akrab dengan Alin


"Ya" jawab Alin karna dia menyalakan speaker nya agar semua orang mendengar


"Oh ya Alin besok boleh tidak kita ketemuan?" tanya si penelpon yang seorang laki laki dan mendengar itu Ray pun sedikit kesal


"Oke" jawab Alin dan semua mata pun tertuju pada nya


"Di taman dekat rumah sakit" kata penelpon dan Alin pun mematikan telfon nya


"Itu siapa?" tanya Ray dengan wajah kesal


"Ada deh kakak kenal kok" jawab Alin sambil menikmati makanan nya


"Siapa?" tanya Ray, karna dia tidak menyukai orang tersebut


"Hehehe... ada deh, kakak Ray, kak Kemal sama Rahsya juga aku ajak" jawab Alin dan ketiga laki laki itu pun ikut

__ADS_1


Setelah makan siang, mereka berempat pergi ke taman dekat rumah sakit milik mereka dan di sana ada satu laki laki yang sedang duduk di kursi taman.


"Rahsya kaki kamu" kata Alin saat melihat Rahsya berdiri dan Ray, Kemal pun hanya biasa biasa saja


"Aku sudah bisa jalan lagi" kata Rahsya dan Alin pun langsung sumringah, melihat reaksi Alin Rahsya pun lega


"Kak Ray ayo" kata Alin sambil menggandeng tangan kakak nya dan kedua orang lain nya di tinggal


"Kayak nya kak Kemal tidak punya gandengan, kalau begitu biar sama aku aja" kata Rahsya dan Kemal pun hanya ikut saja


"Alin" panggil laki laki itu yang ternyata Michael tapi Alin biasa memanggil nya dengan sebutan Loren


"Kak Loren" kata Alin dan Michael pun langsung mendekat ke samping Ray


"Ray, udah lama tidak bertemu" kata Ray sambil memukul badan Ray


"Ya" ucap Ray


"Iya" kata Kemal


"Rahsya, kapan kamu datang ke indonesia?" tanya Michael


"Kemarin " jawab Rahsya


Mereka berlima pun pergi ke cafe yang dekat taman dan memesan beberapa makanan dan minuman.


"Ray, kamu inget tidak sama keluarga Luis?" tanya Michael karna beberapa bulan lalu di mall dia melihat Ray, Kemal dan Alin seperti nya ada masalah dengan keluarga Luis


"Iya, memang nya kenapa?" tanya Ray balik

__ADS_1


"Katanya mereka kemarin rugi besar karna ada pencurian" jawab Michael sambil menyeruput kopi nya


"Udah tertangkap?" tanya Ray dan otak Michael pun loading sedikitpun lama karna Ray ngomong setengah


"Belum" jawab Michael


"Terus apa masalah nya?" tanya Alin karna dia tidak suka membahas keluarga Luis


"Dia pernah menuduh mu saat masih koma" jawab Michael sambil melihat Ray dan Ray yang mendengar kata kata Michelle pun tertawa


"Kenapa ketawa?" tanya Michael karna dia lupa keluarga Ray dan Alin adalah orang yang paling kaya di negara ini


"Otak nya rusak ya, aku juga punya uang buat apa aku mencuri? Kurang kerjaan" jawab Ray sambil memasang wajah malas


"Kita sudah memiliki perusahaan sendiri buat apa mencuri di perusahaan orang" kata Alin dan Ray pun mengangguk anggukan kepala nya


"Kem kenapa diam saja?" tanya Ray karna tidak biasanya Kemal hanya menyimak percakapan


"Sttttt jangan ribut Kemal lagi tidur" jawab Rahsya dan Alin pun langsung menutup mulut nya menggunakan tangan


"Seperti nya nya Kemal capek deh" kata Michael sambil melihat Kemal yang sedang tidur sambil duduk


"Kak Loren kata nya habis di tinggal nikah sama pacar nya ya" kata Alin dan Michael pun mengangguk


"Kenapa kakak bisa di tinggal nikah? Bukan nya kakak ganteng, keren dan kaya" tanya Alin sambil melihat Michael


"Itu karna dia hanya mau uang kakak saja" jawab Michael sambil menyeruput kopi nya yang sudah dingin


Bersambung

__ADS_1


Maaf tidak bisa banyak banyak karna banyak pekerjaan 🙏🙏


__ADS_2