
Malam pun tiba mereka semua makan malam bersama, tapi malam ini sedikit berbeda karna Aleeza membawa wanita dari luar kata nya ingin di kenal kan kepada Ray.
Tapi tak lama kemudian Michael pun datang karna nenek Azizah yang mengundang nya, Alin sekarang sedang mandi jadi dia akan menyusul.
"Mama mau kenal kan kamu sama perempuan, dia orang nya sopan dan lembut" kata Aleeza kepada Ray, mendengar itu wajah Ray yang semula tersenyum tipis menjadi datar dan dia mengeluarkan aura dingin nya
"Kenapa Ray?" tanya Kemal yang tidak tau menau tentang Ray yang tidak suka dengan perempuan selain keluarga dan orang terdekat nya
"Ray tidak suka dengan perempuan asing" jawab Michael yang memang sudah bersahabat lama dengan Ray, mendengar jawaban Michael Kemal pun mengerti dan tidak bertanya lagi
Makanan pun mulai di tata di atas meja makan, dan tak lama kemudian penjaga rumah pun mengetuk pintu.
Tok tok tok
Mendengar ketukan di pintu Aleeza langsung membukakan pintu, dan di sana sudah ada penjaga dengan badan tegak.
"Ada apa?" tanya Aleeza
"Ada perempuan yang katanya tamu nona di depan gerbang" jawab penjaga tersebut
"Suruh dia masuk, saya akan tunggu di sini" kata Aleeza dan penjaga itu pun pergi menuju gerbang
Setelah perempuan itu masuk dengan pengawal di belakangnya, Aleeza pun langsung mengajak nya masuk.
__ADS_1
"Ayo masuk" ajak Aleeza
Aleeza dan perempuan itu pun langsung pergi menuju meja makan.
"Ray ini tamu mama" kata Aleeza dan Ray pun langsung menoleh ke arah Aleeza begitu pula dengan semua orang di meja makan
"Kamu...." kata semua orang dengan sedikit berteriak kecuali Aleeza, perempuan itu dan Rizan
Di sisi lain Alin sudah bersiap siap untuk makan malam dan pun keluar dari tangga yang mengarah langsung ke dapur.
Dan sampai nya di dapur dia melihat perempuan tak asing yang sedang di gandeng oleh Aleeza.
Melihat itu tatapan matanya yang semula ceria sekarang menjadi tajam dan hawa di sekitarnya berubah menjadi dingin tapi tak untuk Ray.
"Mama yang bawa dia masuk" jawab Aleeza dengan santai, sedang wanita itu sudah mematung saat melihat Alin yang mengatakan bahwa ini adalah rumah nya
"Kenapa kalian melihat Lily seperti itu?" tanya Aleeza
"Dia kan baik" lanjut nya
Mendengar kata kata ibu nya Alin tak bisa menahan amarah nya dia langsung pergi ke tempat kakak nya berlatih tinju.
Dia langsung mengunci pintu ruangan tersebut, dan langsung meninju samsak kakaknya sampai copot dari tempat nya menggantung.
__ADS_1
Setelah itu Alin pun menenangkan diri nya, dia memang tidak pernah marah tapi ini kedua kalinya dia marah seperti ini.
Ray yang tau adik nya seperti apa langsung menyusul Alin, tapi pintunya terkunci dia pun langsung mengambil kunci cadangan nya.
"Mal, kunci" kata Ray
"Ini" kata Kemal sambil memberikan Ray kunci rungan tempat berlatih tinju nya
Tapi tak lama kemudian Lily melihat Ray yang seperti nya sangat panik, dia pun pura pura menangis.
"Hiks..hiks..aku salah apa" kata Lily berpura pura menangis, Aleeza pun menjadi kesal
"Kamu tidak salah apa apa" kata Aleeza sambil tersenyum
"Kamu kira air mata buayanya mu itu akan berguna sini? Kamu tidak terus berpura pura" kata Michael dan Aleeza pun menatap kesal kepada Michael
"Kamu tidak lihat dia menangis, dia tidak berpura pura" bela Aleeza
Rizan yang menyadari sesuatu pun setuju dengan Michael, karena Michael tidak pernah berkata seperti itu pada seorang wanita kecuali jika dia memang pernah menyakiti orang kesayangan nya begitu pula dengan Ray, Kemal dan Rahsya.
"Perempuan ini pasti ada sesuatu yang tidak baik dari nya" kata Rizan dalam hati sambil menatap Lily dengan tatapan sedikit kesal dan itu di lihat oleh Kemal dan Rahsya
Di ruangan lain, Ray sedang sibuk untuk menenangkan adik nya yang sedari tadi menangis di pelukan nya.
__ADS_1
Bersambung