Sahabatku Adalah Teman Hidupku

Sahabatku Adalah Teman Hidupku
18


__ADS_3

Beberapa lama kemudian mereka berdua pun sampai di rumah dan langsung masuk lewat pintu halaman belakang yang tersembunyi dan hanya mereka berdua yang tau di mana letak pintu tersebut.


Mereka pun masuk ke dalam rumah setelah mengganti pakaian dengan pakaian yang usang.


Dan benar saja saat akan masuk kedalam kamarnya Ray menemukan kakeknya sedang menunggu nya di kasur "Masih tau pulang kamu, kerjaannya keluyuran aja" kata kakeknya


Ray hanya diam mendengar kata kata kakeknya dia tenang seperti tidak ada masalah sama sekali "kenapa sekalian tidak pulang saja" kata kakek lagi


Ray hanya diam berdiri di tempat nya dan langsung masuk ke dalam kamar mandi tanpa memperdulikan kakeknya.


"KURANG AJAR, SAYA SEDANG BERBICARA TAPI KOK KAMU MALAH TIDAK MENDENGARNYA" kata kakeknya dengan marah


Dengan sombong kakeknya berkata " Keluar kamu dari rumah ini ,pemulung kayak kamu tidak pantas untuk tinggal di sini" lanjut kakeknya


Mendengar kata kata kakeknya Ray pun menjadi sangat marah, bagaimana tidak kakeknya mengatakan dirinya seorang 'Pemulung' di depan matanya.

__ADS_1


Alin pun yang tadi ingin masuk kedalam kamar Ray diam mendengar kata kata kakeknya, tapi saat dia mendengar kata kata 'Pemulung' dia menjadi marah.


"Apa maksudmu?" tanya Alin dengan nada membentak kepada kakeknya "Apa maksudmu dengan mengatakan aku dan kakakku ini seorang pemulung" lanjut Alin dengan nada membentak


Ray yang mendengar dan melihat Alin berbicara dengan nada membentak pun langsung kaget, bagaimana tidak Alin adalah orang yang lemah, lembut walaupun ada yang mengatainya dengan yang jelek jelek dia tidak akan marah.


"Apa berani?" tanya kakeknya dengan sombong "saya hanya berkata Ray itu pemulung bukan mengatakan jika kamu juga pemulung" lanjut kakeknya dengan nada sombong


"kau mengatakan kakakku pemulung sama saja mengatakan bahwa aku juga pemulung" jawab Alin, mendengar jawaban dari adiknya pun Ray tersenyum.


"Hei pengangguran aja sok" kata kakeknya sambil melihat ke arah mereka berdua "Sepertinya kita harus kasi tau jati diri kita deh?" tanya Ray pada Alin sambil mengelus kepala Alin


"oke kalau gitu" jawab Alin


Ray pun kan menelpon Kemal dan menyuruhnya langsung masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Kemal pada bos nya itu "Sepertinya dia harus du tandai" jawab Ray dengan santai "baik" kata Kemal


"Siapa ini teman pemulung mu?" tanya kakeknya dengan sombong dan percaya diri "Anda tidak sopan" jawab Kemal dan langsung membuka jaketnya.


Saat melihat baju yang di pakai Kemal kakeknya pun kaget "itu bukannya jas dari Company of two" kata kakeknya kaget


"Kenapa ada orang dari Company of two di sini?" tanya kakeknya pada Alin dan Ray "Karena bos kami memanggil" jawab Kemal dan anggota pengintai lainnya dengan serempak


Mendengar jawaban dari Kemal kakeknya pun refleks menoleh ke arah Ray dan Alin yang terlihat tenang.


"Ja...ja...jadi Kalian pemilik Company of two?"tanya kakeknya dengan ketakutan "Kalau iya kenapa?" jawab Alin dan Ray dengan serempak


Kakeknya adalah kakek tirinya tentu tidak ada kakek yang akan memperlakukan cucunya sendiri seperti itu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2