Sahabatku Adalah Teman Hidupku

Sahabatku Adalah Teman Hidupku
38


__ADS_3

Setelah masuk ke dalam rumah Aleeza pun langsung pergi ke dapur untuk memasak untuk nanti makan siang.


Sedangkan Ray, dan Alin sedang memilih tempat untuk makan siang nanti lewat aplikasinya yang ada di handphone mereka masing masing.


"Kem, makan bakso yuk" kata Ray yang sudah lama tidak makan bakso tapi karena mereka berbohong kepada ibu mereka jadi mereka tidak bisa memindahkan di buat kan bakso oleh Aleeza


"Beli bakso dimana?" tanya Kemal sambil membayang kan diri nya sedang memakai bakso


"Lin" panggil Ray sambil memegang pergelangan tangan Alin


"Ada apa kak?" tanya Alin


"Bikin kan kita bakso" jawab Ray sambil terus menempel pada adik nya yang sedang duduk di samping nya


"Iya iya" kata Alin, Ray dan Kemal pun langsung tersenyum lebar


"Mau di bikin kan kapan?" tanya Alin sambil mencium rambut kakak nya karna Ray masih menempel di bahu Alin


"Sekarang" jawab Ray dan Alin pun langsung menyiarkan semuanya bahan yang di butuh untuk membuat bakso


Tentu rumah sakit ini berbeda dengan yang lain, karna rumah sakit ini milik mereka berdua tapi orang tua mereka sama sekali tidak mengetahui nya sebab mereka tau nya Alin dan Ray hanya memiliki perusahaan.


Siang pun tiba, bakso nya pun jadi Alin, Ray dan Kemal pun makan bakso bersama sama.


"Enak atau tidak?" tanya Alin yang baru pertama kali membuat bakso dengan resep yang di cari di youtube


"Enak" jawab Ray dan Kemal sambil menyantap makanan mereka masing masing

__ADS_1


"Kalau ada yang kurang maaf, maklum aku baru coba coba" kata Alin dan kedua laki laki itu pun mengangguk


"Kak Ray dua hari lagi boleh pulang" ucap Alin, mendengar nya Ray pun menjadi sangat senang


Setelah selesai makan mereka bertiga pun menonton tv, mereka menonton film kartun yang sedang tayang.


"Kak Ray pernah nonton sinetron atau tidak?" tanya Alin


"Tidak" jawab Ray


"Kenapa?" tanya Kemal yang penasaran


"Karena tidak di kasi mama, kata nya nanti aku jadi lebay" jawab Ray, setelah itu mereka bertiga pun fokus ke mba ke tv


Tak lama kemudian ada nomor asing di menelfon Alin ragu mengangkat nya tapi dia menyuruh Ray yang mengangkat nya.


"Oh kak Ray ini aku Rahsya" jawab orang tersebut


"Rahsya, apa kabar? lama tidak bertemu" tanya Ray


"Baik kak, kalau kakak gimana?" tanya Rahsya


"Baik" jawab Ray


"Kira kira dapat nomor hp Alin dari mana?" tanya Ray


"Dari tante Aleeza waktu ketemu di jerman" jawab Rahsya

__ADS_1


"Ooooh" kata Ray


"Kak kapan kapan kita ketemu ya" ucap Rahsya


"Oke" balas Ray


"Kalau begitu aku matikan telfon nya" kata Rahsya


"Oke" jawab Ray


Setelah selesai menelfon Ray pun mengembalikan handphone Alin kepada orang nya.


"Siapa yang nelfon kak?" tanya Alin yang penasaran karena melihat kakak nya seperti nya akrab dengan orang yang menelfon tadi


"Itu si Rahsya" jawab Ray


"Rahsya siapa?" tanya Alin yang sudah lupa


"Teman kamu main dulu di jerman" jawab Ray dan Alin pun mencoba untuk mengingat ingat kembali masa lalu nya


"Oooh yang pakai kursi roda itu ya?" tanya Alin mengingat seorang anak laki laki yang duduk di kursi roda dan bermain dengan nya


"Iya" jawab Ray dan Alin pun langsung menyimpan nomor yang tadi menelfon nya


Dia jarang sekali menyimpan nomor orang kecuali Ayah, ibu, kakak, Kemal dan teman temannya.


Karena menurut nya tidak berguna menyimpan nomor orang yang tidak dekat dengan nya, nomor orang yang dekat dengan nya dianggap penting.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2