Sahabatku Adalah Teman Hidupku

Sahabatku Adalah Teman Hidupku
31


__ADS_3

Keesokan harinya Alin sudah jalan jalan pagi bersama Kemal dan Ray. Setelah jalan jalan mereka bertiga pun sarapan bersama di restoran yang berada di dekat villa.


"Enak atau tidak?" tanya Ray kepada Alin yang sedang menikmati makanannya


"Enak kak" jawab Alin sambil tersenyum ke arah Ray yang duduk di depannya dengan Kemal


Setelah selesai sarapan mereka pun duduk di pinggir pantai sambil meminum air kelapa, Ray lah yang memiliki ide untuk meminum air kelapa di pinggir pantai.


Beberapa hari kemudian...


Setelah beberapa hari menginap di villa mereka bertiga pun langsung pulang tidak dengan Alin yang langsung pergi ke perusahaan untuk melihat lihat.


Tapi saat dia tiba di perusahaan dia melihat ada Haritsah yang berlari ke arah nya dan langsung saja dia kembali ke dalam mobil dan melaju kan mobil nya dengan kecepatan tinggi.


"Kenapa sih sudah selingkuh tidak tau malu lagi pake acara nungguin aku kaya gitu" gerutu Alin sambil melajukan mobilnya


Setelah beberapa saat dia pun tiba di dekat rumahnya tapi dia melihat ada Haritsah di depan gerbang dan langsung saja dia pergi ke tempat pintu rahasia.


"Kenapa kamu? Kaya habis di kejar hantu saja" tanya Ray


"It- itu ak-aku habis dd-di kejar Haritsah" kata Alin sambil terbata bata karna agak kaget

__ADS_1


"Dimana dia?" tanya Ray


"Di depan gerbang kak" jawab Alin yang langsung duduk di lantai dan Ray pun langsung memberi tau Kemal


Sedang kan di depan pintu gerbang Haritsah sedang duduk di tanah.


"Bodoh sekali aku ini sekarang Alin sudah tidak bisa aku manfaatkan lagi" gerutu Haritsah dan itu langsung di dengar oleh Ray, Kemal dan penjaga rumah


"Jadi selama ini kamu hanya memanfaatkan adikku" kata Ray dari belakang Haritsah dan itu juga yang membuat nya kaget


"Eeeh kak Ray, apa kabar?" tanya Haritsah karena dia tidak tau jika Ray sudah tau kalau dia selingkuh


"Jangan banyak basa basi" kata Kemal yang muncul dari belakang Ray dengan tatapan tajam ke arah Haritsah


Semua yang mendengar suara Ray tau kalau dia sedang marah besar, karna Ray tidak pernah mengeluarkan suara seperti itu walaupun dia sedang marah.


"Sekarang jangan lagi kamu menginjakkan kaki mu di rumah ini lagi, pergi!" lanjut nya dengan tatapan maut dan Haritsah pun langsung lari terbirit birit karna takut


Setelah selesai marah Ray pun langsung menghembuskan napas berat dan Kemal yang melihat Ray pun langsung menghampiri nya.


"Ray ini minum dulu" kata Kemal sambil menyodorkan segelas air putih kepada Ray dan Ray pun meminum air putih tersebut

__ADS_1


"Tenang kan diri mu dulu" ucap Kemal sambil mengelus punggung Ray dan Ray pun hanya mengangguk


Setelah itu mereka berdua pun langsung masuk ke dalam saat melihat Ray dan Kemal masuk Alin pun menghambat mereka.


"Kak Ray habis marah ya?" tanya Alin pada Kemal yang ada di sebelah Ray dan Kemal pun hanya mengangguk anggukan kepala nya


"Kak Ray sini" kata Alin sambil memberi isyarat menggunakan tangan agar Ray mendekat dan setelah Ray mendekat Alin pun langsung memeluk kakak kesayangannya itu lalu mengelus punggungnya


Kemal yang sedari tadi bersama Ray hanya menonton, pikiran nya seperti sedang menonton sebuah drama.


Setelah itu Alin dan Ray pun duduk di sofa di ikuti oleh Kemal, Ray pun tidur di panglima Alin dan Alin pun membelai rambut kakak nya.


Ray yang sadar sedari tadi di tonton oleh Kemal pun melihat ke arah Kemal.


"Kayak nonton drama ya" kata Ray dan Kemal pun hanya mengangguk saja


"Cepat lah menikah" kata Ray dan Kemal pun hanya mengangguk anggukan kepala


"Kalau aku kan bisa peluk peluk adik aku kamu mau peluk siapa kalau sedih?" tanya Ray dan Kemal pun mulai berfikir


"Ya peluk kamu lah emang mau peluk siapa kalau tidak kamu" jawab Kemal dan Ray pun hanya tersenyum mendengar nya

__ADS_1


Setelah itu Ray pun tetap menaruh kepalanya di panglima adiknya.


Bersambung


__ADS_2