Sahabatku Adalah Teman Hidupku

Sahabatku Adalah Teman Hidupku
59


__ADS_3

"Dokter, bagaimana keadaan kakak saya?" tanya Alin dengan wajah sedikit khawatir namun sebenarnya sangat khawatir


"Operasi tuan Ray berjalan dengan lancar, namun tuan Ray mengalami koma" jelas dokter tersebut kepada Alin dan itu membuat Alin sedih


Setelah itu Ray pun di pindah kan ke kamar VVIP yang ada di rumah sakit tersebut karna memang rumah sakit tersebut adalah milik Alin dan Ray.


Melihat kakak nya terbujur kaku di atas ranjang rumah sakit dan itu membuat diri nya seperti mendapat cambukan di hatinya.


"Kak, maaf kan Alin tidak bisa melindungi kakak seperti kakak melindungi Alin" batin Alin sambil terus menatap Ray yang tatapan sendu dan itu di saksi kan oleh Rizan, Aleeza, Michael, Rahsya, dan juga Kemal yang juga sedih


Keesokan harinya Alin pun berangkat menuju perusahaan dengan menggunakan mobil nya dia mengendarai nya sendiri, sebenarnya dia tidak mau bekerja sementara namun dia bekerja setelah di paksa oleh Aleeza bagaimana pun kondisi mereka jangan meninggalkan pekerjaan karna itu bisa memperburuk keadaan agar keuangan tetap stabil hanya saja orang tua nya tidak tau jika anak nya ini sudah masuk menjadi orang terkaya di dunia.


"Selamat datang nona" ucap seluruh karyawan / karyawati di perusahaan saat melihat Alin dan itu di balas oleh Alin namun ia tidak tersenyum dan itu membuat semua orang di sana bingung karna insiden penembakan kemarin hanya beberapa yang mengetahui nya


"Kak Kemal atur semua jadwal ku besok" kata Alin dengan dingin dan wajah yang tanpa ekspresi


"Baik" jawab Kemal lalu pergi menuju ruangan nya


Karna pekerjaan nya di urus sendiri dia pulang tengah malam, tapi itu tak membuat nya berhenti melakukan tugas nya.


"Alin, apa mau aku antar pulang?" tawar Kemal kepada Alin yang masih sibuk berkutat dengan laptop nya


"Tidak, aku akan pulang sendiri" kata Alin dan Kemal pun mengangguk anggukan kepala nya tapi dia tak meninggal kan Alin karna dia akan menemani Alin pulang walau pun tak satu kendaraan


Malam itu, jalan raya sangat sepi tapi Alin tidak merasa takut karna dia mengingat kata kata kakak nya bahwa dia tidak boleh menjadi seorang penakut.


Sesampainya di rumah Alin pun langsung pergi menuju kamar nya, dan menuju kamar mandi untuk mandi.


Setelah selesai mandi Alin langsung pergi menuju ruang kerja nya lalu mulai mengerjakan kertas kertas yang bertumpuk di atas meja nya.


Tok tok tok tok

__ADS_1


Ada seseorang yang mengetuk pintu ruang kerja nya dan Alin pun mempersilahkan nya untuk masuk.


"Masuk" kata Alin


"Lin, kenapa belum tidur?" tanya Aleeza kepada Alin yang sedang sibuk dengan dokumen dokumen nya


"Aku belum ngantuk ma" jawab Alin sambil terus mengerjakan pekerjaannya dan itu membuat Aleeza menghela nafas


Hufft


"Oke kalau begitu, jangan tidur terlalu malam" ucap Aleeza


"Iya ma" kata Alin, lalu Aleeza pun kembali ke dalam kamar nya


Karna Alin tidak ingin meninggalkan kakak nya di rumah sakit, akhirnya Ray di rawat di rumah karna di rumah mereka juga sudah memiliki alat yang lengkap dan mereka juga memiliki dokter keluarga.


Setelah selesai mengerjakan pekerjaannya nya Alin pun pergi menuju kamar tempat di mana Ray di rawat.


"Aku ingin tidur bersama kak Ray lagi, makan bersama, jalan jalan bersama" kata Alin dan Air mata nya pun jatuh melihat kakak kesayangan nya


"Kak Ray, kakak mimpi apa sih sampai tidak mau bangun?" tanya Alin pada Ray


"Apa jangan jangan, kak Ray lagi bersenang senang di mimpi kakak?" tanya Alin sambil menangis


"Cepat bangun kak aku kesepian" kata Alin sambil terus memegang tangan Ray


Karna kelelahan Alin pun terlelap di kursi yang berada di samping ranjang Ray, dia tidur sambil tetap memegang tangan kakak nya.


Di ruangan yang sama Aleeza membuka pintu dan di sana dia melihat Alin yang tertidur pulas di sebelah Ray jadi dia tidak tega membangun kan nya tapi agar Alin lebih nyaman Aleeza pun memanggil Kemal untuk mengangkat Alin tidur di samping Ray.


"Alin seperti nya baru selesai menangis" kata Kemal saat melihat lengan baju Alin yang basah karna air mata nya

__ADS_1


"Iya, dia juga seperti nya kelelahan karna baru selesai mengerjakan pekerjaannya nya" kata Aleeza dengan tatapan sendu


Tapi tiba ada yang membuka pintu.


Ckleek


"Ma, Alin dimana?" tanya Rizan yang baru membuka pintu


"Itu lagi tidur sama Ray" jawab Aleeza dan Rizan pun menghela nafas


Hufft


"Kenapa?" tanya Aleeza


"Hehehe, papa kira dia hilang" kata Rizan dan Aleeza pun hanyabisa menggeleng geleng kan kepala nya


Pagi pun tiba, Alin pun bersiap siap untuk berangkat ke kantor tapi sebelum itu dia pergi ke ruang rawat Ray.


Ckeleek


Pintu di buka oleh Alin, dan Alin pun pergi menuju ke samping Ray.


"Kak Alin pamit ke kantor ya" ucap Alin lalu Alin pun mencium pipi Ray dan Alin pun berangkat ke kantor


Di perjalanan ke kantor tiba tiba ada yang menembakkan peluru ke roda Alin, namun untung saja ban nya anti peluru dan Alin pun langsung mempercepat laju mobil nya.


Bersambung...


***Siapa kan yang menembakkan peluru?


Maaf cerita nya pendek, dan jarang up***.

__ADS_1


__ADS_2