
Keesokan harinya Ray dan Kemal jalan jalan seperti yang di kata kan Ray kemarin, sedang kan Alin tidak ikut karna dia mau beres beres.
"Mal, waktu kita pulang mampir ke perusahaan dulu yuk aku kangen" kata Ray yang sudah kangen dengan pekerjaan nya
"Sama" balas Kemal
"Terus kapan kapan kita masak bareng lagi kayak bulan lalu" kata Kemal sambil melihat ke arah Ray
"Oke" ucap Ray sambil melihat ke arah Kemal
Setelah selesai jalan jalan mereka berdua pun kembali ke rumah sakit, dan saat sudah masuk ke dalam kamar VIV Alin mengajak mereka berdua untuk makan.
"Kak Ray, kak Kemal ayo sarapan" kata Alin sambil menata makanan di atas meja karna Ray juga ikut makan di atas meja karna katanya dia bosan makan di atas kasur
"Lin, aku tidak mau makan ini" kata Ray saat melihat bubur yang sudah ada di atas meja makan
"Kenapa?" tanya Alin yang duduk di sebelah kakaknya
"Tidak enak" jawab Ray sambil menunjuk kan ekspresi wajah yang mengatakan bahwa makanan itu tidak enak
"Ya sudah kalau kakak mau terus di rumah sakit" kata Alin sambil mengambil bubur tersebut
"Oke oke aku akan makan" kata Ray sambil merebut mangkuk bubur yang ada di tangan Alin
__ADS_1
"Gitu dong" ucap Alin sambil memperhatikan kakak nya yang sedang makan dengan ekspresi seperti ingin muntah
Dasar Haritsah sialan gara gara dia aku harus di rumah sakit. gerutu Ray di dalam hati
"Ray kamu kenapa?" tanya Kemal yang melihat Ray seperti orang yang ingin muntah dan Ray pun hanya menggeleng kan kepala nya
"Kalau kakak mau muntah tidak usah di makan" kata Alin sambil mengelus badan Ray dan Ray pun berhenti makan
"Udah tidak usah di makan, aku masakin kakak bubur yang biasa di buat mama aja ya" kata Alin dan Ray pun mengangguk
Setelah itu Alin pun membuat kan bubur untuk kakak nya, dia membuka kan kakak nya dengan sepenuh hati.
Setelah bubur nya jadi dia pun menaruh nya di atas mangkuk lalu memberikan nya kepada kakak nya.
"Ini kak" kata Alin sambil memberi kan Ray bubur nya
Setelah itu Alin pun langsung mengambil mangkuk bubur tersebut lalu menyuapi Ray dan Ray pun mau memakan bubur nya.
Di seberang meja makan ada Kemal yang sedang menonton mereka berdua, dia serius sekali.
"Mal kamu ngapain liatin kita seperti itu?" tanya Ray yang sadar Kemal melihat mereka berdua dari tadi
"He..he..he.. lagi nonton drama" jawab Kemal dan Ray pun tertawa kecil mendengar nya
__ADS_1
"Cepat nikah sana" kata Ray sambil makan di suapi oleh Alin
"Kamu aja duluan, aku masih mau bebas" balas Kemal dengan wajah yang kesal karena Ray menyuruh nya menikah
"Aku juga sama masih mau bebas" ucap Ray dan Alin pun hanya menggeleng geleng kan kepala nya
Setelah selesai sarapan mereka bertiga pun mengobral seperti biasa yang mereka lakukan.
"Lin sudah punya pacar lagi?" tanya Ray sambil melihat ke arah Alin dan menyandar kan kepala nya di bahu Alin
"Belum kak, aku mau putus pura jadi miskin aja biar tidak dapat laki laki yang seperti Haritsah" jawab Alin
"Bagus juga ide mu, seperti nya aku juga harus coba" kata Ray dan Kemal sambil saling menatap satu sama lain lalu tersenyum tipis
"Jangan lupa muka nya juga di jelek jelek kan" lanjut Alin dan mereka berdua pun langsung bingung dengan yang di maksud Alin
"Maksudnya?" tanya Ray
"Maksudnya muka nya kakak itu ikut di samarin biar tidak ada keliatan tampan" jawab Alin dan mereka berdua pun baru mengerti
"Emang aku tampan ya?" tanya Ray sambil meraba raba wajah nya sendiri sambil mengambil handphone nya untuk berkaca
"Udah tau tampan nanya lagi" jawab Kemal dan Alin secara bersamaan
__ADS_1
Setelah itu mereka memainkannya handphone masing masing,
Bersambung