
Malam pun tiba Alin pun masih menunggu Ray bangun begitu pula dengan Kemal yang masih terus menatap Ray.
"Lin yuk makan dulu" ajak Kemal dan Alin pun makan tapi tetap berada di sebelah kakaknya nya karena dia tidak mau jauh jauh dari kakak nya
Setelah selesai makan Alin pun tetap duduk di sebelah Ray sambu terus menerus menata kakak nya.
Dia sengaja tidak memberi tahu orang tua mereka agar ayah dan ibunya tidak khawatir, karna nenek nya juga masih sakit.
Setelah jam menunjukkan bahwa sekarang sudah pukul setengah sebelas Alin tetap tidak tidur.
"Lin tidur sudah malam nanti kamu sakit kalau tidak tidur" kata Kemal karna semenjak Ray masuk ke dalam rumah sakit dia tidak pernah tidur
"Tidak, kakak tidur duluan aja" kata Alin dan Kemal pun mengikuti kemauan Alin
"Oke" kata Kemal dengan muka pasrah karena tidak bisa membujuknya Alin agar mau tidur kalau Ray tidak sakit pasti dia akan menasihati adiknya dan mendongengi nya
Setelah beberapa menit Alin menjadi sangat mengantuk tapi dia tetap berusaha untuk bangun dan kemudian Ray pun bangun.
Alin yang melihatnya langsung memanggil dokter setelah beberapa lama kemudian dokter nya pun pergi dari dalam kamar.
Ray terus menatap Alin yang seperti nya sangat mengantuk, dia melihat kantung mata Alin.
"Kenapa belum tidur?" tanya Ray sambil membelai rambut adik nya yang duduk di sebelah nya
"Kalau kakak belum bangun aku tidak akan tidur" jawab Alin dan Ray pun langsung menyuruh Alin untuk tidur, Alin pun menurut apa yang di katakan kakak nya
"Anak ini bisa bisa nya dia tidak tidur hanya untuk menunggu ku bangun" kata Ray sambil terus membelai rambut adik nya
Pagi hari nya, Kemal kaget melihat Ray yang sudah bangun dan langsung memeluk nya dengan erat.
"Kamu kenapa lama banget bangun?" tanya Kemal sambil menangis
__ADS_1
"Mana aku tau" jawab Ray sambil terus memandangi adiknya yang sedang tertidur pulas di pangkuan nya
"Kamu tau tidak kamu sudah tidur selama satu bulan dan selama itu juga Alin tidak pernah tidur atau pun pergi dari sebelah mu" jelas Kemal dan Ray pun kaget mendengar nya langsung saja dia melihat ke arah adik nya
"Seberapa sayang sih sebenarnya kamu sama kakak mu ini" gumam Ray tapi Kemal tetap bisa mendengar nya dan tersenyum
"Dia itu sayang banget sama kamu" kata Kemal dan Ray pun hanya mengangguk kemudian tersenyum melihat adiknya
Setelah beberapa lama kemudian Alin pun terbangun dari tidur nya dan dia mencari Ray dimana mana karna Ray menghilang dari tempat tidur nya.
"Lagi cari apa?" tanya Ray yang baru kembali dari jalan jalan bersama dengan Kemal yang berada di samping nya
"Kak Ray" jawab Alin dengan jujur dan Ray pun tersenyum melihat adiknya lalu dia pun mengacak acak rambut Alin
"Kakak habis dari mana?" tanya Alin yang sama sekali tidak marah jika rambutnya di acak acak oleh kakak nya
"Habis jalan jalan sama Kemal" jawab Ray sambil tersenyum manis kepada adik nya yang tadi kelihatan nya sanggup panik mencari nya
"Belum" jawab mereka secara bersamaan dan Alin pun menyiapkan makanan untuk Kemal sedang kan Ray memakan makanan yang sudah di sediakan di rumah sakit
"Oh ya, kata nya Haritsah udah meninggal ya?" tanya Ray dan Alin pun hanya mengangguk anggukan kepala nya
"Kata nya dia menelan racun saat akan di bawa ke rumah sakit" jelas Alin dan Ray pun mendengar kan
"Oh jadi dia menelan racun" kata Kemal yang masih sangat kesal dengan Haritsah
"Iya, emang nya kakak tidak di kasi tahu ya?" tanya Alin dan Kemal pun mengingat ingat kembali apa yang dia lakukan
"Tidak" jawab Kemal saat mengingat ingat kembali apa saja yang dia lakukan dan orang yang dia temui satu bulan ini
Setelah itu mereka pun fokus dengan makan makanan mereka masing masing dan menceritakan apa yang terjadi sebenarnya kepada Ray karna dia masih bingung kenapa dia berada di rumah sakit.
__ADS_1
"Lin kapan kakak bisa keluar dari rumah sakit?" tanya Ray yang tidak suka dengan makanan yang ada di rumah sakit
"Lima hari lagi kak" jawab Alin sambil membereskan sisa makanan mereka bertiga yang sangat berantakan
"Kenapa lama sekali" gerutu Ray yang sudah sangat sangat bosan dengan rumah sakit dan kamar nya yang agak sempit
"Sabar" kata Alin sambil mengambil air putih untuk Ray karna dia belum minum dari tadi
Insiden penembakan Ray sangat di rahasia kan jadi tidak ada yang tau kecuali polisi, dokter dan mereka bertiga.
"Lin apa ayah dan ibu mengetahui ini?" tanya Ray sambil berbaring dan memejam kan mata nya
"Tidak, karna takut mereka akan kepikiran dan nenek juga masih sakit" kata Alin dan Ray pun langsung tersenyum
"Syukurlah kalau mereka tidak tau itu akan lebih bagus" gumam Ray dan Alin pun hanya bisa tersenyum karena senang kakak nya sudah sadar
"Kemal mana?" tanya Ray yang sedari tadi tidak melihat Kemal setelah selesai memakan sarapan
"Dia lagi mandi" jawab Alin dan Ray pun hanya mengangguk anggukan kepala nya sambil melihat adik nya yang sedang menyapu
"Lin kakak masih tampan tidak?" tanya Ray dan Alin tertawa kecil mendengar pertanyaan dari kakak nya
"Tampan banget" jawab Alin sambil terus menyapu dan Kemal pun keluar dari kamar mandi setelah selesai memakai baju
"Ayah dan ibu pulang kapan?" tanya Ray
"Satu minggu lagi" jawab Alin sambil berberes beres
Setelah itu Kemal pun langsung jalan mendekat ke arah Ray dan mulai mengobrol dengan Ray.
"Besok jalan jalan lagi yuk" ajak Ray dan Kemal pun setuju
__ADS_1
Bersambung