
"Tidak boleh ya" kata Ray sambil bangun dari pangkuan Alin dan Alin pun tetap membelai rambut kakak nya
"Boleh" ucap Alin, dan Ray pun kembali manja manja kepada adik perempuan kesayangan nya itu
"Lin, aku kangen banget sama kamu kalau kamu kangen tidak sama aku?" tanya Ray sambil menatap mata Alin
"Kangen" jawab Alin sambil mencium rambut kakak dan Ray mencium balik pipi adiknya
"Ehem" Kemal yang sudah sedari tadi melihat kedua adik kakak
"Eeeh kak Kemal kenapa berdiri saja?" tanya Alin karna melihat Kemal tak langsung duduk begitu datang
"Biar tidak mengganggu" jawab Kemal dan Ray pun tertawa kecil mendengar jawaban dari sahabat nya itu
"Kak Kemal ada ada saja" kata Alin sambil tertawa kecil karna kata kata Kemal yang seharusnya di kata kan jika Ray sedang bermesraan dengan istrinya
"Hehehe nama nya juga lagi melepas rindu" balas Kemal sambil nyengir dan menggaruk kepala nya yang tidak gatal
"Kamu ini seperti sudah pernah pacaran saja" ucap Ray dan Kemal pun menggeleng geleng kan kepala nya
__ADS_1
"Aku cuma pernah lihat mantan bos ku dengan selingkuhan nya dulu seperti itu" kata Kemal sambil tertawa mengingat saat bos nya kepergok selingkuh di cafe
"Ya ampun" kata Ray dan Alin sambil menepuk jidat mendengar kata kata Kemal dengan wajah yang polos
"Lagi ngobrol tentang apa nih, seru banget" timpal Rahsya yang langsung mendekat di sebelah Kemal
"Ini lagi ngomongin mantan bos nya kak Kemal" jawab Alin sambil membelai rambut kakak nya yang masih bermakna manja
"Lin, apa Ray memang sudah sering seperti itu sejak kecil?" tanya Kemal yang langsung duduk di sofa
"Ya, dari masuk tk kak Ray suka begini" jawab Alin dan Ray hanya memanyun kan bibir nya, melihat itu Rahsya dan Kemal hanya tertawa kecil
Ray hanya akan bersikap manis pada adik nya, dia suka bermanja manja dengan adik nya walau pun dia dingin di depan orang lain tapi dia sangat manja saat di dekat adik nya.
"Boleh asal kan suami ku tidak keberatan" jawab Alin sambil mencium rambut kakak nya, mendengar jawaban dari Alin Ray pun menjadi sedih
"Itu muka jangan di tekuk" kata Kemal sambil tersenyum tipis melihat Ray yang sedih karna mendengar jika Alin telah menikah dia tidak bisa lagi bermanja manja
"Ya, kak nanti ilang ganteng nya" timbrung Rahsya yang ingin Ray tersenyum seperti tadi
__ADS_1
"Ray mah lagi ngapain atau habis apa juga tetap ganteng" kata Kemal dan Rahsya pun mengakui itu begitu pula dengan Kemal
"Kak Ray kenapa?" tanya Alin karna seperti nya Ray memakan benar benar sedih bagaimana pun Ray itu tidak bisa tidak lengket dengan Alin
"Aku sedih" jawab Ray sambil memeluk adik nya lalu mencium kening Alin, kedua orang yang ada di depannya hanya ikut menangis dan mengamati tissue yang ada di atas meja
"Sudah jangan nangis" kata Alin sambil membelai lembut pipi kakak nya
"Ray kamu benar benar nangis kan?" tanya Kemal karna ini kedua kali nya dia melihat Ray menangis setelah saat Alin di tembak dulu begitu pula dengan Rahsya yang tidak percaya apa yang di lihat nya
"Kak yang nangis, nanti aku jadi ikut nangis" kata Alin sambil mencium pipi kakak nya dan Ray pun terdiam
"Sudah ya, jangan nangis" ucap Alin dan Ray pun langsung memeluk Alin sambil terus mencium kening adik nya
Bukan hanya Kemal dan Rahsya yang ikut menangis melihat Ray dan Alin, tapi nenek Azizah, Rizan dan juga Aleeza ikut menangis.
"Ini mah cocok jadi film aja" kata Rizan sambil bercanda agar tidak sedih lagi
"Jangan bercanda, orang lagi sedih juga kok malah ngelawak" ucap Aleeza dan nenek Azizah pun juga setuju
__ADS_1
"Kak besok kita jalan jalan bareng yuk sama Rahsya dan kak Kemal" ajak Alin agar situasi kembali normal dan Ray pun langsung mengangguk
Bersambung