Sahabatku Adalah Teman Hidupku

Sahabatku Adalah Teman Hidupku
32


__ADS_3

Malam pun tiba Ray sudah bisa tenang sehingga mereka bertiga pun makan malam bersama dan seperti biasa yang memasak adalah Alin.


"Ray nanti seperti biasa ya" kata Kemal dan Ray pun hanya mengangguk anggukan kepala nya


"Emang nya ada apa?" tanya Alin penasaran dengan apa yang ingin di lakukan oleh Kemal dan Ray


"Biasa ngobrol sampai tengah malam" jawab Ray sambil menikmati makanan nya


"Oh aku kira mau ngapain" kata Alin ,mendengar itu Kemal dan Ray pun saling menatap satu sama lain


"Emang nya di pikiran mu kita berdua ini mau ngapain?" tanya Ray sambil menaikkan satu alis nya


"Aku kira mau jalan jalan tapi tidak mengajak ku" jawab Alin dan mereka berdua pun tersenyum karena Alin seperti anak tk menurut mereka


"Tidak mungkin lah kakak tidak mengajak mu jika ingin jalan jalan ya kan Kemal" kata Ray sambil melihat ke arah Kemal


"Betul" jawab Kemal sambil mengangguk kan kepala nya


"Emang mau ngobrol tentang apa?" tanya Alin sambil memakan makanan nya yang masih banyak


"Mau ngobrol tentang masa lalu" jawab Kemal dan Ray, Alin pun hanya tepuk jidat mendengar nya


"Masa lalu biar lah berlalu"


"Masa depan terus lah di pacu" kata Alin


"Belajar gurindam dari mana kamu?" tanya Ray


"Liat di buku sekolah dulu kak, kan ada" jawab Alin sambil terus makan dan Ray pun hanya tersenyum melihat adiknya


"Setelah makan cuci piring mu, pergi ke kamar" perintah Ray kepada adiknya dan Alin pun mengangguk


"Udah kaya ibu ibu aja kamu" kata Kemal dan Ray pun hanya tertawa

__ADS_1


"Aku harus mengatur dia dengan baik" ucap Ray dan Kemal pun hanya mengangguk mengerti


"Ray besok pagi kita coba masak yuk" ajak Kemal


"Emang kamu bisa masak?" tanya Ray karna dia sendiri pun hanya bisa memasak nasi goreng


"Ya, tidak sih tapi kita coba cari di handphone" jawab Kemal dan Ray pun setuju


"Oke" kata Ray yang kemudian pergi untuk mencuci piring nya begitu pula dengan Kemal


Setelah itu mereka berdua pun masuk ke dalam kamar dan mulai mengobrol tentang masa lalu mereka dan cara untuk membuat Haritsah menyesal karena telah menyakitiku Alin.


Di satu sisi yang lain Alin malah sibuk main handphone sampai jam 10.25.


"Ray kaya nya Alin belum tidur deh coba kita liat" kata Kemal saat baru mengambil air ke bawah


"Yuk kita cek" kata Ray sambil menarik tangan Kemal


Setelah mereka berdua sampai di depan pintu kamar Alin mereka berdua pun masuk tanpa mengetuk.


"Aku tidak bisa tidur kak" jawab Alin sambil melati handphone nya


"Sini handphone nya" perintah Ray dan Alin pun memberikan handphone nya kek Ray


"Kalau kamu main handphone kamu malah makin tidak bisa tidur, sudah jangan main handphone" kata Ray dan Alin pun menurut


"Kemal duluan aja ke kamar" kata Ray dan Kemal pun mengangguk


"Mau kakak dongengin tidak?" tanya Ray dan Alin pun mengangguk dan Ray pun mulai menceritakan cerita yang biasa nya di cerita kan ibunya saat mereka berdua masih kecil


Ray pun rebahan di sebelah Alin dan melanjutkan cerita dan tak lama kemudian Alin pun tertidur, melihat adik kesayangannya itu sudah tidur pulas dia pun tersenyum dan mencium pipi adiknya.


"Lama banget sih kamu ngapain aja?" tanya Kemal yang bosan karena tidak punya temen untuk di ajak bicara

__ADS_1


"Ya di dongengin biar cepat tidur" jawab Ray


"Kamu bisa bercerita?" tanya Kemal kurang percaya dengan kata kata Ray


"Bisa lah" jawab Ray


"Aku kira kamu cuma bisa urus urusan pekerjaan aja ternyata bisa dongengin orang juga" kata Kemal dan Ray pun hanya tersenyum


"Oke yuk tidur" kata Kemal dan Ray pun mengikuti nya


Keesokan harinya Kemal dan Ray pun mulai memasak sarapan mereka memasak sambil melihat handphone.


Saat Alin ke dapur, Alin kaget melakukan mereka berdua karna jarang sekali mereka berdua ke dapur kalau bukan untuk mencari jajan dan minum.


"Wah wah wah ini lagi masak apa?" tanya Alin menghambat kedua orang yang tengah sibuk memasak


"Ini lagi coba bikin roti buat sarapan" jawab Ray sambil memasukkan semua bahan yang di butuh


"Ooh" kata Alin


"Setelah selesai di pakai cuci semua yang kakak berdua pakai" perintah Alin


"Siap bos" jawab mereka berdua dan Alin pun pergi ke kamar nya untuk mandi


Setelah selesai memasak mereka pun mencucinya semua benda yang telah mereka berdua pakai tadi. Alin pun turun dan melihatnya mereka berdua membereskan dapur yang berantakan.


"Sudah selesai?" tanya Alin melihat dapur sudah kembali rapi


"Sudah" jawab Ray yang langsung mengambil roti buatan mereka yang baru saja jadi dan menyodorkan nya kepada Alin


"Coba enak atau tidak" kata Ray dan Alin pun mencoba roti buatan kedua laki laki di depan nya


"Gimana?" tanya Ray dan Alin pun memberikan jempol, kepada Ray dan Kemal melihat itu mereka berdua pun sangat senang

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2