Sahabatku Adalah Teman Hidupku

Sahabatku Adalah Teman Hidupku
24


__ADS_3

Setelah beberapa menit kemudian Alin pun menyadari bahwa dua orang di depan nya ini sedang membicarakan sesuatu dengan cara berbisik bisik dan dia pun bertanya "Ada apa? Apa kah makanan nya tidak enak?" tanya Alin pada kedua orang yang ada di depannya "Bukan begitu" jawab Ray


"Terus apa?" tanya Alin "Eh..Anu itu masakan nona Alin sangat enak tapi saya malu mengatakan nya" jawab Kemal dengan jujur agar tidak timbul masalah


"Oh begitu, terima kasih" ucap Alin " Iya nona" jawab Ray dan Kemal secara bersamaan memanggil nya dengan sebutan nona


"Hey! ada apa dengan Kakak berdua? sakit kah?" tanya Alin "Kami tidak panas, tidak dingin. Kami berdua sehat" jawab Ray


"Baiklah jika begitu, jadi aku tidak perlu menelpon ambulans untuk membawa kakak berdua menuju rumah sakit jiwa" kata Alin dan membuat mereka berdua menjadi bisu


Setelah itu Ray dan Kemal pun saling menatap satu sama lain.


"Kemal apa kita terlihat tidak waras?". tanya Ray menggunakan bahasa isyarat dan tentu saja Alin tidak mengerti terhadap sesuatu yang seperti itu "Aku rasa tidak, bahkan sebelum datang ke sini aku sudah berkaca". jawab Kemal

__ADS_1


"Benar, Aku juga sudah berkaca tadi bahkan kaca nya sangat besar tidak mungkin aku terlihat seperti orang gila". kata Ray


"Kak Ray, Kak Kemal bisa tidak menemani ku pergi ke mall?" tanya Alin "bisa nona" jawab Kemal sambil tersenyum tipis


"Kalau begitu kita bertiga akan berangkat nanti siang" kata Alin "Oke nona" jawab Ray dan Kemal secara bersamaan


"Kak Ray salah minum obat atau kenapa sih?" tanya Alin "Bukannya sekarang itu hari perempuan sedunia" jawab Ray


"Kalau tidak begitu bagaimana bisa perusahaan kita bisa berkembang" kata Alin sambil melihat Ray yang sudah kehabisan kata kata untuk menjawab pertanyaan pertanyaan Alin


"Oke kalau begitu ayo kita pergi ke mall" ucap Kemal agar dapat mengembalikan suasana yang tercipta saat ini "Yuk" kata Alin sambil menggoyang tangan Ray dan Kemal


Ya, Kemal tau Alin itu orang nya tidak suka berdebat tapi berbeda dengan Ray jadi jika ada yang berhubungan dengan perkelahian dia akan meminta Ray yang mengurus semua itu.

__ADS_1


...----------------...


Setelah tiba di mall Alin pun sangat senang karena jarang sekali dia bisa jalan jalan ke mall karna selalu sibuk dengan perusahaan nya 'menjadi orang kaya tidak selalu membuat orang santai dan bisa melakukan apa pun dengan seenak tanpa perlu bekerja keras' itu lah yang ada di pikiranku Alin.


Saat tiba di mall Alin di tabrak oleh seorang ibu Ibu "Heh! kamu itu jalan pakai mata dong" kata ibu ibu itu "Maaf tapi di mana mana orang itu jalan menggunakan kaki" jawab Alin


"Orang miskin aja sombong" cibir ibu ibu itu sambil memberi tatapan menghina kepada Alin yang memang tengah menggunakan baju yang terbilang murah karna dia bukan lah orang yang suka ber foya foya


"Jangan menilai buku dari sampulnya" timbrung Kemal yang baru datang saat melihat Alin sedang mendapatkan masalah


"Orang miskin dari mana lagi kamu" hina ibu ibu itu saat melihat Kemal membela Alin


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2