Sahabatku Adalah Teman Hidupku

Sahabatku Adalah Teman Hidupku
50


__ADS_3

Melihat kakak kesayangan nya berkelahi karna diri nya, ia senang sekaligus khawatir kalau kakaknya akan terluka.


"Kak Ray sudah kelahinya" teriak Alin, Ray pun langsung berlari dan memeluk Alin dengan erat Alin pun membalas pelukan sang kakak


"Kakak tidak terluka kan?" tanya Alin sambil mengelus punggung Ray dan Ray menjawab pertanyaan Alin dengan menggeleng kan kepala nya


"Ada yang sakit?" tanya Alin dan jawaban Ray tetap sama, semua yang ada di sana hanya menonton


"Lin, kamu tidak marah kan sama kakak?" tanya Ray, Alin pun tersenyum lalu menggeleng kan kepala nya kemudian mencium kedua pipi kakaknya


"Kakak jangan kelahi lagi ya" kata Alin dengan senyum manis nya


"Iya sayang" kata Ray lalu mengelus kepala Alin dan mencium dahi nya


Tapi karena tak mendengar suara Ray pun melihat sekeliling nya.


"Kenapa lihat lihat?" tanya Ray saat melihat semua yang ada di sana menatap nya dan Alin

__ADS_1


"Tidak ada" jawab nenek Azizah dan nenek Dira bersama


Setelah itu mereka semua pun bubar sedang kan Lily membantu Thomas, Ray, Alin, Michael, Kemal, Rahsya, nenek Azizah, nenek Dira dan kakek Dion pun pergi menuju meja makan karena sudah masuk waktu makan siang.


"Aleeza Rizan, ayo makan bersama" ajak nenek Dira dan mereka semua pun makan siang bersama


Setelah selesai makan siang bersama Ray, Alin dan yang lainnya pun langsung pulang, lalu sesampainya di rumah mereka langsung pergi ke dalam kamar masing masing.


Di dalam kamar nya Alin sibuk dengan handphone nya, kemarin dia habis menginstal aplikasi tempat membaca novel.


"Kok cerita nya dewasa semua ya" gumam Alin sambil mencari novel yang sesuai dengan keinginan nya


Karna keasyikan sendiri Alin pun tak sadar bahwasanya sebentar lagi menunjukkan pukul lima.


Ray yang tidak melihat Alin keluar dari kamar pun penasaran dengan apa yang di lakukan Alin di dalam kamar nya.


Karena takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan, Ray pun langsung masuk ke dalam kamar Alin.

__ADS_1


Tapi saat masuk ke dalam kamar Alin dia melihat Alin yang sedang memainkan handphone nya sambil tersenyum sendiri.


Ray pun langsung mendekat, dia berdiri di samping Alin yang masih tidak sadar akan keberatan nya.


Ray melihat apa yang sedang di lihat oleh Alin dan Ray pun langsung mengambil handphone Alin, Alin yang handphone nya diambil pun langsung menoleh ke arah Ray.


"Boleh ikut?" tanya Ray


"Ikut apa?" tanya Alin balik


"Baca novel" jawab Ray , mendengar jawaban Ray Alin pun mengangguk dan Ray pun langsung berbaring di samping Alin lalu ikut membaca novel


Kemal dan Rahsya yang melihat Ray sedang asyik membaca novel dengan Alin pun hanya menggeleng geleng kan kepala nya.


"Adik sama kakak sama saja" kata Rahsya dan Kemal bersamaan, walau pun mendengar kata kata dari mereka berdua Ray dan Alin tetap fokus dengan novel nya


Malas melihat kedua adik kakak tersebut mereka berdua pun memutuskan untuk pergi ke taman belakang untuk bersantai dan meminumnya teh hangat ditemani kue kering.

__ADS_1


Bersambung


Maaf tidak bisa banyak banyak, tapi insya allah akan up sekali setiap hari 🙏🙏🙏


__ADS_2