Sahabatku Adalah Teman Hidupku

Sahabatku Adalah Teman Hidupku
29


__ADS_3

Saat sore hari nya Alin, Ray dan Kemal pun pergi jalan jalan bersama di taman saat mereka bertiga sedang jalan jalan banyak sekali wanita yang mendekati Ray dan Alin yang melihatnya kesal sekali.


Kemal yang melihat ekspresi wajah nona nya itu pun langsung menjauh kan Ray dari kerumunan wanita wanita tersebut.


Bahkan Ray tidak di sentuh sedikit pun oleh mereka. Melihat apa yang di lakukan Kemal, Ray pun langsung melihat ke arah adik nya dan benar saja apa yang baru dia pikir kan tadi.


"Makasih Mal" ucap Ray


"Sama sama Ray" balas Kemal dengan wajah yang tersebut tipis


"Lin jangan di tekuk gitu muka nya" kata Ray sambung berjalan ke arah adik nya dan langsung membelai rambut nya


"Tapi aku tidak suka kalau kakak di kerumunin gitu kaya semut yang lagi kerumunin gula aja" jawab Alin dengan wajah yang kesal


"Maaf karna kakak mu ini terlalu tampan" kata Ray dan mendengar itu Kemal pun tertawa kecil


"Kenapa kamu tertawa? " tanya Ray


"Karena kakak terlalu PD" kata Alin sambil menatap kakak nya dengan malas


"Benar" jawab Kemal


"Kalau begitu yuk cari tempat jajan" ajak Alin sambil menunjuk ke arah orang yang menjual makanan kaki lima dan Ray pun langsung mengangguk

__ADS_1


Setelah itu mereka bertiga pun langsung pergi menuju orang yang menjual makanan tersebut dan membeli makanan yang ia jual.


"Kakak Kemal , kira kira siapa perempuan yang akan menikah dengan Kakak ya" kata Alin dan Kemal pun langsung berfikir


"Mungkin dengan wanita yang seperti nona" jawab Kemal dan Kemal langsung di beri tatapan tajam oleh Alin


"Ada apa nona?" tanya Kemal


"Jangan panggil aku nona" jawab Alin sambil memakan bakso yang tadi di beli nya


"Maaf Alin saya lupa" ucap Kemal kepada Alin yang masih sibuk dengan makanan nya


"Awas jangan di ulangi lagi" kata Alin dan Ray yang dari tadi mendengar percakapan mereka berdua pun hanya tersenyum


"Oke kembali ke topik" kata Alin


Melihat kakak nya tersedak Alin pun tertawa dan langsung membantu kakaknya, Kemal pun tersenyum melihat ke dekatan adik kakak tersebut.


Tapi sesaat setelah Alin membantu kakaknya wajah nya berubah karena melihat ada Haritsah yang sedang berduaan dengan wanita yang memakai pakaian yang ketat.


"Kenapa Lin?" tanya Ray yang melihat perubahan ekspresi wajah adik nya itu


"Tidak ada kak" jawab Alin sambil menunduk kan kepala nya dan itu membuat Ray mau pun Kemal jadi bingung

__ADS_1


Selama Alin berpacaran dengan Haritsah dia sama sekali tidak pernah menyentuh nya sedikit pun jadi Haritsah pun memilih berselingkuh dengan wanita lain.


"Lin kamu kenapa?" tanya Ray yang melihat Alin langsung berdiri dan berjalan menuju ke arah Haritsah, melihat arah Alin berjalan ekspresi wajah Kemal dan Ray pun menjadi kesal


Bagaimana Kemal tidak ikut kesal itu karena dia sangat ingin menghajar Haritsah tapi selalu di larang oleh Ray.


Alin bukan nya mau berjalan ke arah Haritsah tapi malah berjalan ke arah orang yang menjual bunga mawar di pinggir jalan kemudian membeli nya.


Setelah membeli bunga mawar dia pun langsung jalan ke arah Haritsah dan berkata "Selamat karna sudah punya pacar baru" ucap Alin sambil melempar kan bunga mawar tersebut ke arah wajah Haritsah dengan sangat keras dan langsung pergi dari lokasi tersebut


"Maksudnya apa?" tanya pacar Haritsah


"Maksudnya aku ini selingkuhan kamu? Kamu bilang aku orang yang kamu cintai satu satunya" lanjut nya


"Pokoknya mulai sekarang kita putus" lanjut pacar nya dengan nada yang tinggi dan Ray mau pun Kemal yang melihat nya langsung tersenyum sinis


"Mal kita ikutin Alin" kata Ray sambil menggadeng tangan Kemal dan Kemal pun hanya mengangguk anggukan kepala nya


Setelah itu mereka berdua melihat Alin ada di dalam mobil dan mereka berdua pun langsung masuk ke dalam mobil.


"Sabar Lin masih banyak yang lebih baik dari dia" kata Ray dan Alin pun hanya mengangguk sambil menatap kakak nya, air mata pun mengalir dari matanya Ray pun langsung memeluk Alin sambil mengelus punggungnya


"Sabar ya Alin" ucap Kemal dan Alin pun hanya mengangguk anggukan kepala sambil terus memeluk kakak nya

__ADS_1


"Mal kita pulang" kata Ray dan Kemal pun langsung menyalakan mobil, selama perjalanan pulang Alin memeluk erat kakak nya dia tidak melepaskan nya sedikit pun


Bersambung


__ADS_2