Sahabatku Adalah Teman Hidupku

Sahabatku Adalah Teman Hidupku
60


__ADS_3

Alin melaju kan mobil nya menuju perusahaan karna dia tau ada Kemal yang mengejar si penembak tersebut juga di susul Rahsya yang tetap mengikuti nya agar tetap aman, sedang kan Kemal mengejar penembak tersebut bersama Michael jadi tak perlu khawatir karena Michael adalah seorang mafia yang di kenal kejam namun tidak berlaku jika bersama orang terdekat nya.


Setelah tiba di perusahaan Alin pun langsung pergi ke dalam perusahaan dan di sambut oleh para karyawan nya walaupun di balas namun Alin tidak menunjukkan senyum di wajah nya.


Di sisi lain, setelah memastikan Alin aman sampai tujuan Rahsya pun langsung pergi menyusul Kemal dan Michael dari alamat yang telah di bagi kan oleh Kemal.


"Kamu seperti nya ingin bermain" kata Michael dengan senyum miring di wajah nya dan Michael langsung menarik si penembak tersebut lalu menggambar kupu kupu dengan belati di kulit si penembak


"Aarrggh, lepas kan aku" kata si penembak saat belati itu di gores kan di kulit nya


"Apa? Kau ingin lagi" kata Michael dan dia langsung melirik Kemal yang ada di sebelah nya


Karna di lirik oleh Michael, Kemal langsung mengambil belati dari tangan Michael dan Kemal langsung menggambar bunga di pipi kanan si penembak.


"Siapa yang mengirim mu?" tanya Kemal sambil berteriak tapi si penembak tersebut tidak berbicara sepatah kata pun


"Oh tidak mau bicara ya?" kata Michael, tapi baru saja ingin menusuk jantung si penembak tiba tiba


"Woi ,main tidak mengajak ku" kata Rahsya sambil berjalan menuju Michael, Kemal dan si penembak

__ADS_1


"Sini biar aku bermain dulu" kata Rahsya sambil merebut belati dari tangan Michael lalu dia pun menyiksa si penembak tersebut


"Rahsya kelihatan nya anak baik baik, tapi ternyata pcycopat juga" kata Kemal dab Michael pun tertawa kecil


"Hahaha, jangan menilai orang dari sampul nya" kata Michael tapi tanpa mereka sadari si penembak tersebut sudah mati karna di siksa Rahsya


"Eh sudah mati saja tidak seru sekali" kata Rahsya dengan bibir nya yang mengerucut


"Kenapa di bunuh bego" kata Michael


"Hehehe ..sorry seru soalnya, tapi dia bilang dia di perintah Lily Luis" kata Rahsya


"Oke kalau begitu, aku sudah mengirimkan pesan pada anggota mafia ku untuk membersihkan ini" kata Michael


Setelah itu Kemal langsung menuju perusahaan dan langsung pergi meeting sesuai jadwal yang sudah di susun nya.


"Bulan ini pendapatan perusahaan semakin meningkat dari sebelumnya dan bla bla bla...." jelas Kemal karna Alin sedang tidak ingin bicara


"Terima kasih atas kerja kalian, di tinggkat kan kembali" kata Alin menutup rapat dan semua nya pun keluar dari ruang meeting kecuali Alin dan Kemal

__ADS_1


"Lin, tadi penembak itu di kirim oleh Lily Luis" kata Kemal


"Kita lihat permainan nya dulu baru membalas nya" kata Alin


"Masih hidup?" tanya Alin


"Sudah di bunuh Rahsya" jawab Kemal


"Nanti undang Michael makan malam bersama" kata Alin


"Yang kemarin menembak Ray juga orang suruhan Lily" kata Kemal


"Sepertinya dia sudah bosan hidup" kata Alin sambil mengepal kan tangan nya


Malam pun tiba mereka semua pun makan malam bersama dan Michael pun datang untuk makan malam bersama.


Setelah selesai makan Alin, Kemal, Rahsya, dan Michael pun berkumpul di ruang rawat Ray dan di sana seperti biasa Alin terus membelai rambut kakak nya sambil terus memandangi wajah Ray.


"Biar dia bebas sementara sebelum pembalasan dari kita" kata Michael dan di balas anggukan dari Alin

__ADS_1


Bersambung


Maaf sedikit karena lengan tangan ku lagi sakit jadi sakit kalo megang handphone 🙏🙏


__ADS_2