Sahabatku Adalah Teman Hidupku

Sahabatku Adalah Teman Hidupku
54


__ADS_3

"Berfikir lah sebelum bertindak" ucap nenek Azizah lalu pergi menyusul Aleeza ke dalam rumah


Selesai


"Besok, kita buat dia takut kepada kita" kata Ray tapi Aleeza tidak mengerti dan dia juga belum tahu tentang two of brother company


"Cara nya seperti apa?" tanya Aleeza


"Nanti mama sama papa ikut aku ke kantor" jawab Ray


"Buat apa?" tanya Aleeza


"Lihat saja nanti" jawab Ray


"Alin sini sayang" kata Aleeza merentangkan tangan nya, saat melihat Alin yang berada di pelukan Ray dan Alin pun memeluk Aleeza


"Alin, maaf mama kemarin tidak ada untuk membantu mu" ucap Aleeza sambil mengecup kepala Alin dan Alin pun hanya mengangguk anggukan kepala nya


"Mama, Alin mau es krim" kata Alin yang masih memeluk Aleeza, mendengar itu Aleeza tersenyum


"Bi, ambil kan es krim di kulkas untuk mereka makan" kata Aleeza pada pembantu nya dan pembantu nya pun mengambil kan es krim untuk mereka


Setelah es krim di ambil kan mereka menikmati es krim bersama sedang Aleeza ke kamar nya untuk memberi tahu Rizan untuk ikut ke perusahaan.


"Perasaan kita tidak merasa kenyang dari tadi" kata Michael

__ADS_1


"Benar, perut ku seperti selalu kosong" kata Kemal


"Apa karena kita belum meminum obat cacing?" tanya Alin


"Apa hubungannya?" tanya Michael


"Karna ada cacing di perut kita, mungkin saja mereka memakan semua makanan yang masuk" jawab Alin


"Emm... bisa jadi" kata Kemal sedang kan Ray dan Rahsya hanya mendengar nya saja


"Kita belum meminum obat cacing tahun ini mungkin saja ada cacing di perut kita" kata Rahsya menimbrung


"Kalau pendapat kak Ray, bagaimana?" tanya Alin


"Aku sedang malas berfikir" jawab Ray tentu saja dia tadi melihat Lily dengan melihat nya Ray sudah malas dan ingin sekali membuangnya ke dasar jurang bila tidak berhasil dia akan membuangnya ke laut


"Iya sayang" balas Ray


"Besok kita pakai baju kembaran saat pernikahan Kevin, kak Ray mau?" tanya Alin dan Ray pun membelai rambut Alin


"Iya bila perlu kita serumah kembaran" jawab Ray


"Kok jadi iri ya" kata Michael


"Kenapa?" tanya Rahsya

__ADS_1


"Aku juga memiliki adik perempuan tapi dia bahkan tidak suka bila aku memeluk apa lagi mencium nya dan dia selalu berkata dia jijik jika aku seperti itu" jawab Michael semua yang mendengar itu pun tertawa kecuali Alin


"Kak Loren yang sabar ya" ucap Alin sambil tersenyum dan Michael mengangguk anggukan kepala nya sambil membalas senyuman Alin


Setelah beberapa lama kemudian Michael pun pamit untuk pulang ke rumah dan saat dia sampai di rumah sudah ada kakek Dion yang menunggunya.


"Kemana saja kamu?" tanya kakek Dion


"Rumah Ray" jawab Michael dan duduk di sofa seberang kakek Dion


"Benar cuma kesana?" tanya kakek Dion


"Iya, tadi sebelum pulang aku makan es krim dulu sama mereka jadi sedikit lama karna ada drama" jawab Michael


"Kenapa keluar tidak bilang bilang?" tanya kakek Dion


"Tadi rumah sepi, jadi aku langsung pergi" jawab Michael


"Baiklah kalau seperti itu, masuk ke dalam kamar mu" kata Kakek Dion


"Oh ya, kek aku boleh ke two of brother company atau tidak?" tanya Michael


"Boleh" jawab kakek Dion


Pagi pun tiba Michael sudah berada di rumah Ray dan Alin, mereka semua sudah siap siap untuk berangkat menuju two of brother company begitu pula dengan Aleeza, Rizan dan nenek Azizah.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2