
Setelah tiba di ruangan di mana Thoni di tahan Alin pun langsung mendekat ke arah Thoni, Thoni yang masih bingung siapa Alin hanya bisa menatap Alin.
"Sudah lama tidak bertemu, bagaimana kabar mu?" tanya Alin dengan senyum miring di wajah nya
"Oh ya, aku lupa jika kau sedang tidak baik baik saja, maaf kan aku telah bertanya" lanjut nya
"Siapa kamu? Lepas kan aku, aku tidak pernah membuat masalah dengan mu" teriak Thoni sambil mencoba lepas rantai yang merantau tangan dan kaki nya
"Apa peduli ku, aku hanya ingin menggambar di sini" kata Alin sambil menunjuk tangan Thoni
"Sialan, apa masalah mu?" tanya Thoni
"Anak buah mu sudah berani menembak kakak ku, lalu kamu membela orang yang pernah membully ku saat SMA dan kamu membuat aku di benci oleh murid murid di sekolah karna kamu tuduh hampir membunuh adik mu yang menyebalkan itu padahal aku hanya melihat nya di sakiti dan bukan aku yang menyakiti nya" jawab Alin sambil menatap Thoni dingin dan jawaban Alin membuat Thoni terdiam mengingat apa yang terjadi saat SMA dulu
"Apa kamu Alin?" tanya Thoni dengan satu alis terangkat
"Ya, apa kau sudah ingat" jawab Alin mendengar itu Thoni mengangguk anggukan kepala nya
"Hey, kapan mulai menggambar aku sudah menunggu lama untuk menonton" kata Kemal dan Kemal langsung di tatap malas oleh Rahsya dan juga Michael
"Aku sudah banyak dosa kakak saja yang menggambar" kata Alin sambil melempar belati kepada Kemal dan Kemal langsung menangkap nya, lalu Alin langsung pergi
"Mau kemana?" tanya Rahsya dan Michael di angguki oleh Michael
"Kencan dengan kertas di ruangan kerjaku" jawab Alin sambil berjalan tanpa melihat Rahsya dan Michael
"Ya sudah lah, biar aku yang menggambar" kata Kemal lalu mulai menggoreskan belati di tangan Thoni
Aaaargh
Hanya suara teriakan lah yang memenuhi ruangan tersebut dan Kemal tidak membunuh Thoni karna dia tau Alin masih punya rencana yang bagus.
Setelah sampai di rumah Alin pun langsung menuju ruang kerja nya dan baru saja dia membuka pintu ruang kerja nya dia sudah pusing melihat tumpukan tumpukan kertas yang berada di atas meja nya.
Alin pun mulai mengerjakan pekerjaan nya dan beberapa saat kemudian ada yang mengetuk pintu.
__ADS_1
Tok tok tok tok
"Masuk" kata Alin
"Lin, ini mama bawain bolu coklat" kata Aleeza dan Alin pun melirik bolu yang di bawa kan mama nya
"Bolu nya mama taruh di sini jangan lupa di makan, dan jangan tidur terlalu malam" ucap Aleeza
"Iya ma" kata Alin
"Kalau begitu mama keluar dulu" kata Aleeza lalu keluar dari ruang kerja Alin
Jam pun sudah menunjuk kan pukul 20.56 PM dan Alin pun beristirahat sejenak sambil memakan bolu coklat yang di bawa kan mama nya lalu meminum air putih.
Huft
Alin menghela nafas.
"Ck, besok aku harus berangkat ke China" gumam Alin
"Setelah itu berangkat menuju Ingris dan Amerika" lanjut nya lagi
"Mengapa tugas ini sangat padat" keluh Alin tapi dia tetap semangat
Setelah selesai kencan dengan berkas berkas nya Alin pun membereskan kan baju yang akan di pakai nya untuk ke China, Jepang, Inggris dan Amerika.
"Huft... selesai juga" kata Alin sambil mengelap keringat yang berada di kening nya
"Cari angin dulu deh sebelum tidur" kata Alin lalu pergi menuju lantai bawah dan di sana ada Rizan, Aleeza, Rahsya, Kemal dan Michael
"Eh lin sudah selesai?" tanya Aleeza
"Sudah ma, tapi besok aku ada pekerjaan di china" jawab Alin
"Jadi besok kamu pergi ke china?" tanya Michael
__ADS_1
"Iya kak" jawab Alin
"Kamu akan pergi dengan siapa?" tanya Rizan
"Sama kak Kemal" jawab Alin lalu Rizan melirik Kemal dan Kemal hanya mengangguk anggukan kepala nya
Keesokan harinya Alin sudah siap dengan koper nya dan sebelum naik ke dalam mobil Alin sudah berpamitan dengan orang tua nya, kakak nya, Michael dan Rahsya.
Di dalam mobil
"Lin, setelah ke China kita akan ke Jepang lalu menuju Ingris dan Amerika" ingat Kemal dan Alin pun mengangguk anggukan kepala nya
"Kak Kemal" panggil Alin
"Iya" jawab Kemal
"Kita kira kapan kak Ray sadar?" tanya Alin sambil terus memperhatikan jalan
"Tidak tau, tapi aku yakin Ray pasti akan sadar" jawab Kemal sambil menepuk pundak Alin
"Jangan sedih, kita berdoa saja yang terbaik untuk Ray" kata Kemal dan Alin pun mengangguk dengan tatapan sendu
Setelah sampai di bandara Alin dan Kemal pun menaik di atas jet pribadi.
Sepanjang penerbangan Alin terus menjelaskan rencana nya kepada Kemal.
"Jadi karna keluarga Luis merupakan salah satu orang di balik pembunuhan kakek ku, aku akan membunuh salah satu di antara mereka" jelas Alin
"Apa permainan yang kita akan lakukan?" tanya Kemal
"Ku lihat Lily seperti nya tertarik dengan Michael, jadi kita akan menjebak lily" jawab Alin dan Kemal pun tersenyum tipis
"Kakak mengerti kan?" kata Alin
"Tentu aku pengerti permainan mu" kata Kemal
__ADS_1
Bersambung